Wanita Dingin Itu Adalah Istriku

Wanita Dingin Itu Adalah Istriku
~Pertemuan Kedua Sahabat~


__ADS_3

Hay semuanya Devia udah Up Bab yang selanjutnya. kUy dibaca lanjutan nya. dan jangan lupa tinggalkan Coment yang membangun Semangat Authornya ya. 🤩🤩


jangan lupa Like dan Vote nya. untuk lebih semangat.


Setelah Lelah dalam Kegiatan Kampus dan Hukuman yang dijalani Aleka, Aleka memilih pulang meninggalkan Kedua Lelaki yang masih memperebutkannya.


Aleka adalah Anak yang Penurut, Ia Selalu membantu Kedua Orang Tuanya walau Lelah menghampiri Tubuh. Termasuk juga Menurut Untuk menghilang kan Musik dari hidupnya, ntah bagaimana caranya Tapi Aleka sangat merindukan Hal itu. Merindukan bernyanyi Bersama teman-teman SMA waktu dulu dan bisa menghasilkan Uang sendiri. Namun Sang Ayah Tak menyetujui itu Semua.


Akhirnya Aleka pun sampai didepan Rumah nya yang sederhana. Rumah begitu Sepi seperti tak ada orang Didalamnya.


"Bu!!! Ibuuuu... Ayahhh. Aleka Pulang.. " panggil Aleka dari luar, Namun masih belum ada jawaban. Aleka terus menanggil hingga Akhirnya Sang Ibu membukakan Pintu Rumah nya.


" Ehh Anak Ibu yang Cantik udah Pulang. Kayaknya Kamu kelihatan Lelah Leka. " Ujar sang Ibu sambil mengelus pundak Aleka.


" Udah Bu, Lagian Ibu Kenapa Sih dipanggilin gak denger, Rumah kita segede Apa Bu."


" Ya Namanya Ibu lagi bantuin Ayah mu didapur, beres-beres untuk Jualan. Ya sudah Kamu istirahat dulu, Ibu sudah siapkan Makanan Untuk Kamu" Jawab Sang Ibu dengan lembut.


Aleka dan Ibu Masuk kedalam Rumah, Ibu kembali kedapur membantu Sang Ayah sedangkan Aleka beralih Kekamarnya dan merebahkan Tubuhnya.


Tak berselang Lama, Ponsel Aleka Berdering dan terdapat Pesan Masuk Dari Sahabat-sahabatnya Dikampus.


" Ping!!! Aleka, Kamu tadi Kemana sih.. Kita nyariin Kamu Loh. " Pesan Singkat dari Liora dan disambut Emotico heran dari Kedua Sahabat Faresya dan Diandra.


" Maaf Guys, tadi Aku tuh ke Perpus, terus gak sengaja jumpa Cowok Beku itu si Adipati. Terus Kita kenak Hukum deh sama Buk Ida gara-gara buat kesalahan." Balas Leka panjang Lebar.


Saling mengirim Pesan Pun terjadi Antara mereka, hingga Sang Ibu mengetuk Pintu Kamar Aleka.


Tok... Tokk..


" Aleka!!! Ini Ibu Nak, buka Pintunya sebentar. " Ujar sang Ibu dari Balik pintu dan Aleka Langsung membukanya.

__ADS_1


" Ada Apa Bu?" Tanya Leka.


" Kamu Katanya Mau Bantuin Ayah jualan, jadi Atau tidak? Kalau Kamu masih lelah Biar Ibu saja yang menggantikan Kamu. "


" Eh tidak Usah Bu, biar Leka saja yang bantuin Ayah. Ibu dirumah saja, lagian Aleka bosen di rumah terus, Ibu siapkan Makanan yang Lezat aja. Oke." Ucap Leka sambil membentuk Huruf O pada Jarinya. Sang Ibupun mengiyakan Kemauan Anaknya dan menghampiri Suaminya.


" Mana Leka Bu?" Tanya Ayah.


" Itu lagi bersiap-siap. Paling sebentar lagi Keluar. "


" Ibu..Ayah Leka sudah Siap. Ayo Kita berangkat Yah. " Ajak Aleka pada Sang Ayah. Dan berpamitan pada Ibunya.


Ayah dan Aleka terus berjalan menelusuri setiap Sisi jalan, mencari pelanggan dengan Cara berteriak dan menggunakan Toak.


Hingga pada suatu tempat yang Menurut Sang Ayah Ramai akhirnya mereka pun berhentilah dan menyusun Bangku-bangku Plastik didepan Gerobak Bakso mereka.


Dalam berjualan keliling memang sangat Susah, harus menahan Rasa lelah Yang luar Biasa, menunggu Pelanggan datang dalam Waktu yang lama atau bisa Jadi hanya mendapatkan Uang dari hasil Jualan yang cukup Untuk Makan sehari-hari.


Rasa Senang Aleka dalam membantu Sang Ayah, membuat Sang Ayah merasa beruntung mempunyai Putri Seperti Aleka.


Disela-sela Perhatian Sang Ayah pada Anak Gadisnya, Ia teringat Akan janjinya Pada sahabat nya dulu Yaitu Agra Herlino. Dia adalah Sahabat Dari Ayah Aleka.


Janji nya pada Sahabat nya dulu yaitu Menikahkan kedua anak mereka. Namun, sejak perjanjian itu Agra Tak pernah lagi datang, ntah mungkin ia Lupa akan Sahabat nya disini, Ntahlah.


" Ayah, Kenapa melamun? Ayah lelah?, biar Aku saja yang gantiin Ayah. Ayah duduk aja. " Ujar Aleka membangunkan Sang Ayah dari Lamunannya.


" Eh tidak Nak, tidak Usah, Ayah tidak apa. Ayo Bekerja Lagi, demi sesuap Nasi. " Ajak sang Ayah dengan kegembiraan dan disambut Aleka dengan jempol yang menandakan Oke.


Disela-sela kesibukan mereka melayani Pelanggan, ada sebuah mobil Mewah berhenti di sebelah Gerobak Bakso Aleka dan Sang Ayah. Keduanya Saling Pandang tanda tak tau siapa yang datang, kalau membeli Bakso tak mungkin orang sekaya itu membeli dipinggir Jalan.


Lelaki Gagah dengan setelan Jas Hitam turun dari Mobil Mewah Berwarna Hitam. Lelaki itu seperti seumuran dengan Ayah Aleka. Ayah Aleka Sangat Terkejut dengan Apa yang Ia Lihat Saat ini. Lelaki itu adalah Agra Herlino, sahabat Waktu Dulu.

__ADS_1


Keduanya bersahabat Saat Duduk dibangku Kuliah. Arga Sukses dengan Usahanya, sedangkan Ayah Aleka harus mengubur Impian nya, karena Kedua orang tuanya tak mampu lagi membayar Kuliah Ayah Aleka. Namun, persahabatan mereka tetap terus terjaga hingga pada akhirnya Arga menghilang saat telah mengucapkan Perjanjian Perjodohan itu.


" Ayah kenapa? Ayah kenal Lelaki Tua itu? " tanya Aleka dengan santai saat menyebut pria yang sedang Berjalan kearah mereka dengan sebutan Lelaki Tua.


" Iiiitu.. Sahabat Ayah waktu Kuliah dulu. Diii dia Arga Herlino. " Ucap Sang Ayah dengan terbata.


Lelaki itu semakin dekat, sangat dekat dan yap, Dia berhenti didepan Ayah Aleka.


" Aaaarga... " Tunjuk Sang Ayah.


" Bima?? Bima Andala, Kau Bima Kan? Sahabat ku? " Ucap Arga merasa tak percaya bahwa didepannya adalah sahabat nya Bima. Ya Bima Andala adalah Ayah dari Aleka.


Keduanya berpelukan, melepas Rindu satu sama lain. Merasa tak percaya, telahh berpisah selama bertahun-tahu. Dan akhirnya berjumpa Lagi.


Arga melirik sekilas Gadis cantik yang berada disebelah Bima.


" Ehh Aku hampir Lupa, Ini AnakKu Ga. Namanya Aleka. Dia sekarang sudah menjadi mahasiswi dengan jalur Beasiswa Ga. Aku berharap Ia berhasil dan tidak menjadi seperti ku. " Ujar Bima memperkenalkan Putrinya dengan Bangga walau dibalut kesedihan.


" Ohh Akhirnya Kau punya Anak Gadis yang cantik Juga. Namanya juga sesuai dengan wajahnya." Arga memuji.


" Kenalkan Om saya Aleka. " Salam Hangat dari Aleka dengan penuh senyuman disambut Arga dengan Senyum Pula.


Kedua Lelaki Paruhbaya itu saling bercengkerama satu sama lain. Bercerita perihal masalalu mereka. Hingga pada satu titik Arga membahas perihal Janji yang mereka Ucapkan di Masalalu.


" Bagaimana dengan Kesepakatan Kita Bim? Aku juga mempunyai seorang Anak Laki-laki, Dia cukup Mandiri, walaupun masih Kuliah Dia sudah memiliki Usahanya sendiri, Dia mempunyai Usaha Batu bara, dan masih Banyak lagi. " Ujar Arga menjelaskan Panjang lebar.


" Aku tak Tau Ga, Aku takut menyakiti Putriku. Aku sudah melarangnya dalam memainkan Musik. Dan sekarang Aku harus membiarkannya menikah dengan Orang yang tak Sama sekali Ia Tau. Aku bingung Ga. " Penjelasan Bima membuat Butir Berlian Hampir saja jatuh dari kedua bola matanya.


" Tenang Bim, Aku berjanji Akan membuat Putri mu Bahagia karena menikah dengan Anakku. Jadi Kita harus menyelesaikan perjanjian ini. Aku tak ingin kepikiran hingga aku Mati Nanti. Aku berharap Kita tak hanya menjadi Sahabat, Namun juga menjadi Besan."


Next Episode ya.

__ADS_1


tinggalkan Coment yang bermanfaat dan Membangun, jangan lupa Vote dan Like nya 🤩🤩😻😻😍😍☺☺☺


__ADS_2