
Pertemuan Antara kedua sahabat pun telah Selesai, Arga pergi Meninggalkan Bima bersama Aleka. Bima masih terus Kepikiran dengan adanya Perjodohan Antara Aleka dan anaknya Arga. Apa yang harus ia Katakan pada Aleka. Tapi Ia juga tak Mau melihat Anaknya terus Hidup dengan Kekurangan Seperti ini. Ia ingin Aleka Bisa hidup dengan Kelebihan.
" Ayah Kenapa? Sejak kepergian Bapak Tadi Ayah Melamun lagi. " Tanya Aleka penasaran.
" Tidak Ayah tidak apa Nak. Bagaimana jualan nya sudah Habis? Kalau sudah Mari Kita Pulang, Ayah ingin cepat sampai dan Makan Makanan yang dimasak Ibumu. " Ujar Sang Ayah mengalihkan Pertanyaan anaknya.
" Sudah kok yah, Ayo Kita Pulang, hari ini jualan Kita Laris Manis. Aku seneng deh. " Senyuman terukir Indah diwajah Aleka dan Sang Ayah.
Mereka berjalan menelurusi setiap sisi Jalan, bercanda, hingga Lupa bahwa mereka kelelahan saat sedang mendorong Gerobak. Satu jam perjalanan mereka lalui bersama,sampai tak terasa akhirnya keduanya tiba dirumah tercinta dan disambut oleh Sang Ibu.
" Aleka, Masuk dan bersihkanlah Tubuhmu. Ibu sudah Siapkan Makanan kesukaan mu. " Ujar Sang Ibu.
" Oke Ibu. "
Saat Aleka masuk kedalam Kamar, dan sibuk membersihkan dirinya. Bima Ayah Aleka kembali membuat Raut Wajah Kesedihan.
" Ayah kenapa? " Tanya Sang Istri Bernama Delia.
" Ayah tadi bertemu Arga Bu. Dia sekarang semakin Sukses, Tapi Dia tak pernah melupakan Ayah ternyata. "
" Arga Sahabat Ayah waktu Dikampus?" Dianggukin oleh Sang Ayah.
" Lalu apa yang membuat Ayah Bersedih, Kan Arga tak Melupakan Ayah. " Tanya Sang istri semakin penasaran.
" Ayah sudah membuat Janji dengannya Waktu Berkuliah Dulu, Bahwa Kami Akan menjodohkan Anak Kami. Dan Arga masih Ingat akan Hal Itu, Ayah juga tak Mungkin menolak Permintaan Arga, Arga adalah Orang Baik. " Penjelasan Sang Suami membuat Ibu Aleka merasa bingung. Namun Ia tak bisa menentang Apapun Keputusan Suaminya.
" Terserah Ayah saja, Ibu ikut saja apa kata Ayah. Ibu juga berharap Anak Kita bisa Hidup Bahagia dan meraih Cita-cita nya. Tapi Pasti Aleka tidak Mau dijodohkan dengan Lelaki yang tak pernah Ia lihat. "
" Aleka Harus Mau, Ia Harus Mau menuruti permintaan Ayah. " helaan Nafas Sang Ibu keluar secara Perlahan, Ia tau walaupun Suaminya Sedih harus menjodohkan Anaknya, tapi ia juga tak bisa menolak Permintaan Sahabat nya.
****
__ADS_1
Disisi Lain, Di Perusahaan Arga Herlino..
Ruangan Besar, yang mewah. Terdapat Seorang Lelaki Tua, ya Dia Arga. Yang sangat Sibuk dalam dunia Bisnisnya,Bahkan Perusahaannya Sering Memenangkan tender besar dan membuat perusahaan Lain cemburu Pada peraihan yang Dicapai perusahaan Arga.
Arga Mempunyai Istri yang memiliki Paras Cantik walau Umurnya tak muda lagi, Dan mempunyai Seorang Anakk Laki-laki Yang sekarang sudah Menginjak usia 22 Tahun, Namun Sang Anak Sudah Bisa membangun Bisnis nya.
Arga Masih merenung, dan Berharap Perjodohan Ini berhasil, Pasalnya Ia tau bahwa Putra nya adalah Lelaki yang sangat Sulit untuk Dekat Dengan wanita, sifatnya yang Dingin Hampir menyerupai Arga Ayahnya.
" Papa Kenapa Melamun. Bunda Panggil dari tadi Papa juga tak Merespon sama Sekali, untung Bunda Tidak Berkerak di Depan Pintu Itu." Ujar Sang Istri Bernama Gita yang perlahan Sudah Masuk dan menuju Meja kerja suaminya.
" Ah Bunda, kenapa kemari.? "
" Jadi Papa tak suka Bunda Kemari? Atau Papa Mau main Wanita Lain ya? " Tunjuk Sang Istri.
" Ehhh tidak-tidak. Astaga kenapa Berfikir seperti itu Sih. Pikiran Bunda Terlalu Jauh. Mana Mungkin Papa mengkhianati Bunda yang Cantik Nya sejagat Raya ini. " Candaan Sang Suami Tak sedikit pun mengukir senyum Pada Gita. Ia Yakin pasti ada Hal Lain.
" Jadi, apa yang Membuat Papa melamun? Bunda lihat perusahaan Kita Baik-Baik saja. Anak kita Juga bekerja dengan Baik. "
" Papa ingin menjodohkan Anak kita dengan Sahabat Papa. Dia mempunyai Anak Gadis yang begitu Cantik, Baik, dan Sopan. Tapi Ia tak sesukses Kita, Sahabat Papa Hanyalah seorang Penjual bakso keliling, Tapi Ia mampu Menguliahkan Anaknya, dan berhasil mendapatkan Beasiswa karena prestasinya."
" Bunda Menerima nya?, tapi Sahabat Papa Hanya Seorang Penjual Bakso Keliling. "
" Kenapa harus Malu Punya Besan Tukang Bakso, malah Enak tau, bisa Makan Bakso gratis. Ahhhh Bunda jadi Pingin Makan Bakso. " Pernyataan Istrinya membuat Arga melongo, Dia pikir Istrinya Akan menolak Ini.
" Oke, Nanti kita Bicara dengan Anak Kita. Dia harus menerima Perjodohan ini. " Ujar Arga.
****
" Aleka, Kamu sudah selesai Bersih-bersih? " Tanya Sang Ibu.
" Sudah Bu, Ini sebentar Lagi mau ngerjain Tugas Kampus, Kenapa Bu? "
__ADS_1
" Makan dulu, Ayah Juga ingin bicara dengan Mu." Aleka keluar mengikuti Sang Ibu ke meja Makan. Ntah kenapa Aleka mempunyai Perasaan Canggung berhadapan dengan Ayahnya, tatapan mata Sang Ayah berbeda seperti sedang Menyimpan Sesuatu.
" Makanlah Leka. " Pinta Sang Ayah.
Keluarga kecil itu memulai Makan Mereka,hanya dentingan Sendok Garpu yang sedang beradu. Suap demi Suap masuk kedalam Mulut Masing-masing. Hingga Makan Malam itupun telah Selesai. Aleka yang hendak membantu Sang Ibu membereskan Meja Makan, dihentikan Oleh Sang Ayah.
" Aleka, Biar Ibumu Saja Yang membersihkan Meja ini, Kamu Ikut dengan Ayah Ke RuangTamu, Ayah Ingin bicara dengan Mu. " Ajak Sang Ayah yang dipatuhi Aleka.
" Duduk Sini. " Pinta Sang Ayah menepuk-nepukkan sofa untuk Anaknya segera Duduk didekatnya. Aleka mengikuti Perintah Sang Ayah dan Segera Duduk bersebelahan dengan Ayahnya.
" Ada Apa Yah? Seperti nya Serius sekali." tanya Aleka penasaran.
" Ayah Ingin menepati janji Ayah Pada Sahabat Ayah, Arga Nak, Yang tadi Bertemu Kita Nak. Janji Ayah dengan Nya Adalah Menjodohkan kedua Putra Putri Kami." Penjelasan Sang Ayah membuat Aleka Sangat Terkejut..
" Jadi, Maksudnya Ayah Ayah Ingin menjodohkan ku dengan AnakNya Tuan Arga." jawaban Anggukan Kepala dari Sang Ayah.
" Tapi, Aku Kan Tak pernah bertemu Dengannya, Apalagi mencintai nya. Aku tak bisa, Aku tak Bisa menikah dengan nya, Aku tak Mau. "
" Mau Atau Tidak, Kau harus tetap menikah dengan Anak dari Tuan Arga. Ini sudah keputusan Ayah. " Aleka mulai mengeluarkan Butir Air matanya Yang sudah Sejak Lama Ia bendung.
" Aku Benci Ayah... Aku tak Ingin menikah dengan Orang yang Tak pernah Kutemui Sama Sekali. Aku selalu menuruti Setiap Keinginan Ayah, Tapi untuk Yang Kali Ini cukup berat Bagi ku. " Rengek Aleka dan beralih Menatap untuk mendapatkan Pertolongan dari Sang Ibu, Namun Nihil Ibu Aleka Tak bergeming.
" Kau Harus Menikah Ini sudah Keputusan Ayah. " Aleka tak Tahan menanggapi Sang Ayah, Ia berlari menuju Kamarnya untuk menenangkan Dirinya.
Menangis, Kesal, Meluapkan Semua Emosi nya. Hanya itu yang bisa Ia Lakukan. Ntah dengan Siapa Hidupnya Akan diberikan Oleh Ayahnya. Aleka Yang belum pernah dekat dan Mencintai, sekarang Harus dan Langsung Dijodohkan Dengan lelaki yang tak pernah Ia Tau. " Pikirnya"
Aleka hanya bisa menangis sesenggukan Didalam Kamarnya, Hingga Ia Terlelap dengan semua Mimpinya.
Ayah dan Ibu Aleka tak bisa berbuat Apa-apa. Mereka masih tetap Dengan Keputusan yang sudah dibuat sejak beberapa Tahun Lamanya.
Jangan Lupa Vote nya.
__ADS_1
Dan Tinggal Kan Coment Yang mendukung Authornya ya. 😍😍
Jangan Lupa juga Likenya.