Wanita Dingin Itu Adalah Istriku

Wanita Dingin Itu Adalah Istriku
~Perjodohan Part 2~


__ADS_3

Di Kediaman Arga Herlino, Rumah Megah yang memiliki Banyak Pelayan dan Bodiguard. Arga Dan Gita yang sedang duduk Di ruang Tengah sambil menunggu Sang Anak Pulang dari Kantornya. Walaupun kedua Pasangan itu tidaklah muda Lagi, Namun mereka selalu menunjukkan Keromantisannya.


Adipati Herlino, Dia adalah Anak dari Arga Herlino dan Gita Anindya. Adi sudah diajarkan Berbisnis Sejak Masih Duduk diBangku SMA, walau tidak Secara spesifik. Tapi dengan Kepintaran yang Dimiliki Adipati Ia mampu memahami setiap Apa yang dikatakan Kedua Orang Tuanya.


Selang Dalam Waktu Satu Jam kedua orang Tua itu menunggu, Akhirnya Adipati pulang dengan Wajah yang cukup Melelahkan. Bagaimana tidak, ia harus merangkap menjadi Mahasiswa Juga Seorang Pengusahawan Muda.


" Malam Pa, Bun.. Adi Pulang. Adi Mau kekamar dulu ya, Lelah sekali rasanya. " Saat Hendak melangkah kan Kaki menuju Tangga, Arga menghentikan Langkah Adi.


" Kemari sebentar, papa mau membicarakan sesuatu Padamu. " Ujar Arga.


" Apalagi Pa, Aku sangat Lelah. Berkuliah sambil mengurus Perusahaan Papa. Soal perusahaan semua Masih Aman. Papa tenang Saja. " Jawab Adi menjelaskan.


" Ini bukan Soal Perusahaan, Ini soal kehidupan Kamu kedepannya, Papa Ingin kamu menikah. Menikah dengan Wanita Yang Papa pilihkan. " Ujar Arga dengan Tegas membuat Wajah Adi kesal..


" Apa lagi ini, Adi selalu menuruti kemauan Papa, belajar tentang Bisnis dari Usia Muda. Membuat perusahaan Semakin Maju. Disaat Semua teman-temanku bisa bermain kesana Kemari, Aku malah harus mengurus Ini semua, dan sekarang perihal Jodoh ku Papa juga yang akan Mengaturnya? Aku bisa menentukan Siapa Pasangan Hidup ku Pa. " Pernyataan Adipati membuat Gita tak menyangka, pasalnya Anaknya selama ini tak pernah sekalipun bersikap semarah Ini.


" Nak, ini Sudah jalannya, Kamu harus menikah dengan Wanita Pilihan Papa. Wanita itu sangat Baik." Ujar Gita.


" Bunda selalu begitu, tak pernah memikirkan Adi, selalu Mengikuti semua keinginan Papa. Aku ini Anak Kalian, bukan Bahan percobaan Kalian. Aku sudah dewasa." Plakkk... Tamparan Keras mendarat di Pipi Adi.


" Beraninya Kamu Menbentak Bundamu, Ini keputusan Papa, Kamu harus menikah dengan Wanita Pilihan Papa. Kamu anak yang Baik, Papa Yakin Kamu bisa menjalankan Amanah dari Papa dan Bunda. " walau dengan Sekuat Apapun Adi menentang Arga Papanya, Ia pasti selalu menuruti setiap Perkataan Arga.


" Oke Baiklah kalau Itu Mau Kalian. Aku lelah Aku mau beristirahat. " Ujar Adi mulai Melangkah Kan kakinya.


" Pernikahan Akan Dilaksanakan seminggu Lagi, jadi Bersiap-siaplah." Ucap Arga yang menghentikan Langkah Adi.


" Terserah Kalian." Adi berlalu menuju Kamarnya.


" Pa, Bagaimana ini, Adi baru pertama Kalinya marah seperti itu. " Gita tak tenang Melihat Sikap Anaknya.


" Tenang Bun, Papa yakin Dia Akan Baik-Baik saja. Papa Akan menghubungi Bima dan mengabarkan Soal Pernikahan Ini." Arga Berlalu pergi Meninggalkan Istrinya yang masih mematung Di Ruang Tengah.


Gita Menghampiri Adi Kekamar nya. Ia ingin melihat kondisi Putranya setelah mendengar Kabar Soal Perjodohan ini.


" Adi... Buka Pintunya Nak ini Bunda." Gita terus mengetuk Pintu Kamar Anaknya, akhirnya Adi Keluar dengan wajah yang masih memerah meredam Amarah.


" Ada apa Bunda Bukankah Adi sudah mengikuti semua Keinginan Papa dan Bunda, Jadi sudah tidak Ada lagi yang harus dibicarakan. " Adi berusaha Menutup Pintu Kamarnya, Namun Gita menahan nya.


" Bunda Boleh Masuk? " Dengan Berat Hati Adi kembali membuka Pintunya. Gita pun Masuk dan duduk di pinggir Ranjang Adi.

__ADS_1


" Bunda dan Papa melakukan Ini semua demi Kamu Adi. Semenjak Kamu Putus dari Pacar Kamu waktu Kamu Masih sekolah dulu, Kamu tidak Lagi dekat dengan Wanita siapapun, bahkan Sampai Kamu sudah mempunyai Usaha dan Menjadi lelaki Muda Yang Mapan, apalagi yang Kamu cari, Kamu sudah Bunda Izinkan untuk Menikah. Papa mencarikan Mu wanita yang Baik, tidak Sembarangan Meskipun wanita itu tidak Lah sederajat dengan Kita, tapi Bunda tidak Mau Kamu melihat nya dari Segi Ekonomi nya, tapi dari Hatinya. " Ujar Gita yang cukup Panjang.


" Bagaimana Kalau Dia Hanya Mengincar Harta Kita, Bagaimana Kalau Dia tidak Akan pernah mencintai Adi, dulu saja Pacar Adi hanya ingin Mengincar Harta Kita. "


" Percayalah, Bunda dan Papa tidak Akan Memasukkan Mu kedalam Lubang Buaya, Kami ingin mencarikanmu Kebahagiaan Yang tepat Adi. Bunda Mohon Kamu harus Percaya. " Senyuman Gita yang penuh permohonan pada Putranya Untuk menerima Semuanya. Hanya Helaan Nafas yang Keluar dari Adi.


" Baiklah Bun, terserah Kalian saja. Adi mau Istirahat dulu. "


" Baiklah Nak, Bunda Keluar Ya. " Gita Pun keluar dari Kamar Adipati dengan Rasa yang tak Bisa Diartikan.


****


" Bu.. Dimana Aleka? Ayah Ingin menyampaikan Pesan dari Arga. " Ujar Bima Pada Delia Istrinya.


" Aleka dikamar Yah. Mungkin Lagi ngerjain Tugasnya. "


~ Beberapa Menit Sebelumnya ~


" Hallo Bim, Aku mau menyampaikan Bahwa AnakKu sudah setuju dengan Perjodohan Ini dan Pernikahan Akan dilangsungkan Seminggu kedepan. Besok akan Ada istri dan Asisten Kami yang menjemput Anakmu mengurusi Pernikahan. " Ujar Arga mengawali Pembicaraan melalui Telepon.


" Owh Oke Arga, Nanti Aku sampaikan Pada Putriku. Terima Kasih Informasi. "


" Sama-sama, Baiklah Aku tutup dulu telpon Nya ya. " Argapun Menutup Panggilannya.


Bima Pun mendatangi Kamar Aleka. Mengetuknya Secara Perlahan.


" Aleka Ini Ayah Nak, Buka pintunya Ayah mau bicara Denganmu." Aleka pun membukakan Pintu kamarnya, dan kembali duduk Di pinggir Kasurnya.


" Ada apa Ayah Kekamar Leka. ?"


" Ayah sudah mendapatkan Kabar dari Tuan Arga, Bahwa Pernikahan Kamu dengan Anaknya Akan diadakan Seminggu lagi. "


" Apa Seminggu lagi, Bagaimana Bisa secepat itu Yah? Aleka Belum siap. "


" Kamu harus Siap Leka. Besok akan ada Yang menjemput mu untuk Mengurusi Pernikahan mu. " Bima Keluar setelah Menyampaikan Pesan nya.


Hey, bagaimana Ini, Aku harus menikah dengan Lelaki yang tak pernah Kulihat,Ah ini sungguh Neraka Baru Bagiku. Gumam Aleka.


Aleka Membaringkan BadanNya diatas Kasur, dan terlelap untuk menyambut Mimpi Indahnya.

__ADS_1


****


Tok.. .tokk... .Suara Ketukan Pintu pun terdengar di Kamar Aleka.


Huaaaaaa...Aleka Membungkam Mulutnya.


" Apasih Ibu, masih Pagi gini harus Ngebangunin Aku. " Gumam nya.


" Alekaa.. ..Bangun Cepat..." Ujar Sang Ibu yang terus Mengetuk Pintu Kamar Leka.


" Ada Apa Ibu, ini masih Pagi Buta Loh. Aleka Masih Ngantuk. "


" Pagi??? ini sudah siang Leka, sudah Jam 10 Kamu Bilang Masih Pagi buta? " Delia Menepuk Jidat Leka.


" Aw Sakit Bu."


" Ya sudah cepet siap-siap, setelah Itu langsung Makan, Nanti Calon Ibu mertuamu Akan Menjemput mu. " UjarSang Ibu sambil Meninggalkan Aleka sendirian Dikamarnya.


~Beberapa Menit Kemudian ~


" Ayah..Ibu.. Tante Ini siapa? " Tanya Aleka secara Tiba-tiba.


" Ini Calon Ibu Mertuamu Leka dan Itu Asisten Suami Mu." Ujar Delia memperkenalkan Gita dan Asisten Adipati.


wihhh.. Asisten Nya serem Amat ya, Baju hitam Kayak Mau ngelayat gitu. Gumam Aleka dalam Hatinya sambil Terkikik Geli.


" Hay Nak. mulai Sekarang Kamu Harus Manggil Tante dengan Sebutan Bunda Ya. " membangun Lamunan Aleka.


" Eh Iya Tan.. eh Bunda Maksudnya. "


Sebuah keluarga Itupun memulai Makannya. Berdiam Tanpa suara sedikit pun... Dengan suasana Seperti Ini, membuat Aleka Nyaman, sampai Ia Lupa Akan Perjodohan Yang Akan terjadi seminggu kedepannya.


Bahkan sampai detik Inipun, Aleka dan Adipati tak mengetahui Siapa Calon mereka Masing-masing. Aleka tak mengetahui Jika Adi lah yang akan menjadi Suaminya, begitupun Sebaliknya....


Hay Teman-teman Semua..


Mohon dukungannya, Vote dan Coment yanv bermanfaat untuk membangun Semangat Authornya. ☺☺🀩🀩


jangan Lupa Like nya ya..

__ADS_1


Maaf kalau Up nya Terlalu Lama.


soalnya Lagi mau Buat Novel untuk diterbitkan Juga 😁😁


__ADS_2