
This is not just a love story, but this is a story where everything comes together, going and leaving will happen in this story, not just a love story that has problems and ends but here we will also tell how loyalty is, also tell what love is like
...****************...
athar terlihat tak senang dengan senyuman manis xira yang di berikan untuk orang lain
athar menarik tangan xira, ia menyeret xira untuk pergi ke ruangan pribadi yang ada di gudang
"ada apa?" xira bingung, ia beberapa kali memegang sesuatu untuk menghentikan langkah athar, tapi selalu saja kembali terseret
yang membuat tangannya memiliki luka gores, xira bingung dengan athar yang tiba tiba agresif
tak jauh dari langkah mereka, terlihat ada pintu yang besar, sepertinya itu adalah tujuan athar
langkah athar semakin lebar, sedangkan xira semakin ingin lepas
satu tangan athar yang bebas membuka pintu dengan lebar, lalu menghempaskan xira untuk masuk
karena tubuhnya di hempaskan, xira terjatuh di samping sofa besar berwarna hitam yang ada di ruangan tersebut
athar mengunci kamar tersebut, xira bangkit dan berjalan ke arah pintu
tapi lebih dulu tubuh xira di tahan oleh athar, penampilan xira sudah berantakan
"lepas athar!" xira memerintah
" athar rakhan diaskara!! lepaskan aku!!" suaranya meninggi satu oktav
lagi lagi xira di hempaskan, kali ini tubuh xira terkena meja kaca, yang membuat meja kaca itu retak
tangan kanan xira kini mengeluarkan darah, xira memegangi tangannya yang sedikit panas
"apakah kau harus tersenyum?!" athar mengeluarkan emosinya ketika xira sudah mulai tak memberontak
"apa kau harus hormat kepada rakyat jelata?!" athar berteriak
"KAU GILA YA ATHAR?! MAU SEMISKIN DAN SERENDAH APAPUN SESEORANG KITA ITU SAMA!! HANYA BERBEDA KASTA!" xira tak menyukai perkataan athar yang meremehkan seseorang
"ya ******! kau membelanya?! kau suka padanya?!" athar mengumpat
"kau....benar benar tak punya akal athar!" xira lebih memilih diam dan bangkit, xira berjalan ke kamar mandi
ia membersihkan luka di lengan kanannya, setelah darahnya tak keluar, xira menutupnya dengan kain yang ia ikat pita
xira memperbaiki penampilannya,
__ADS_1
...****************...
kini xira dan athar sudah berada di satu restoran yang mewah, mereka akan makan siang
"kau ingin makan apa?" tanya athar
"mau makan beef deh keknya" xira to the point soal makanan
karena tak mendapatkan suara dari athar, xira langsung menatap athar. pandangannya ke tertuju pada wanita seksi yang duduk tak jauh dari mereka
xira kembali meluruskan pandangannya, ia membuka penutup bajunya, memperlihatkan bahu mulus yang di hiasi satu tali untuk pengait bajunya
xira dengan kakinya menghentakkan sepatunya kasar, membuat athar melihat ke arah xira
"k...kau... tutup tubuhmu!" athar memerintah tapi tak di indahkan oleh xira
...****************...
malam ini xira menghadiri pesta para bangsawan, ia harus sedikit terlambat karena ada masalah kerjaan
semua orang tidak berkedip ketika xira berjalan turun dari mobil mewahnya
(ilustrasi xira elzaina ghisella)
xira memberhentikan langkahnya ketika berhadapan dengan athar yang juga mengikuti pesta tersebut
xira membungkukkan badannya sedikit memberi hormat, sama halnya seperti athar yang melakukan hal serupa
athar memberikan tangannya yang di terima oleh xira untuk di gandeng
bisik bisik mulai terdengar,
'mereka sangat cocok'
'bukannya itu mantan pacar alkala?'
'dia anaknya ghisella dan rakhsan bukan?'
'anaknya ghisella sangat mengikuti ghisella'
'benar benar emas keluarga'
'aku begitu iri dengannya'
__ADS_1
tapi sebisa mungkin xira hanya tersenyum walau dirinya sedikit kurang nyaman
xira dan athar memiliki tempat duduknya sendiri, karena mereka adalah bangsawan kalangan atas
berbeda dengan yang lain, akan duduk menyatu satu dan lainnya, xira dan athar akan duduk di mejanya masing masing karena memang itu khusus untuk mereka
acara di mulai dengan megah, baik xira dan athar mereka sama sama menunjukkan ekspresi lelah dan tidak nyaman
athar berdiri, musik segera berhenti, xira juga berdiri
"maafkan kami semuanya, kami akan meninggalkan pesta" xira mulai berbicara yang di angguki oleh athar
mereka jalan beriringan, beberapa bangsawan ada yang sedikit kecewa atas tindakan keduanya
...****************...
xira baru saja menyelesaikan mandinya, berjalan menuju tempat tidur karena kelelahan, ia melihat tanggal di ponselnya
satu minggu lagi acara pernikahan xira dan athar akan terlaksana
xira harus belajar, setidaknya ia masih bisa membuat athar kenyang nantinya
ponselnya berdering yang membuat xira tersadar dari lamunannya, xira melihat siapa yang menghubungi dirinya
xira tersenyum melihat teks yang di berikan oleh alkala, ia segera mematikan ponselnya, lalu kembali mencari posisi nyaman untuk tidur
...****************...
alkala menitikkan air matanya, ia tersenyum di antara tangis
"andai kau tau xira....aku masih mencintaimu" alkala berucap
"senang bisa mengenal dirimu, bahagia rasanya ketika kamu menemukan seseorang yang tepat, people come and go, aku datang gak untuk bermain main di kehidupan kamu xir, tapi aku datang untuk menjaga pahatan dunia yang paling indah. tapi aku juga harus pergi untuk meninggalkan dirimu, aku gak tau harus gimana nahan semua ini, but I believe you stronger than I think," alkala melanjutkan perkataannya
mengetahui bahwa dirinya memiliki penyakit jantung, membuat alkala enggan hidup, membuat alkala menjadi stress
alkala kembali menangis, ia tak mau perpisahan, tapi ia tak mungkin bertahan, awal cerita yang membahagiakan akan berakhir sebagai cerita hidupnya yang paling menyedihkan
...****************...
This is not just a love story, but this is a story where everything comes together, going and leaving will happen in this story, not just a love story that has problems and ends but here we will also tell how loyalty is, also tell what love is like
TikTok: @aerisgfjennie
__ADS_1
Instagram: @aeriswere
telegram: @bumantaradanjumantara & @bumantaraatma