
This is not just a love story, but this is a story where everything comes together, going and leaving will happen in this story, not just a love story that has problems and ends but here we will also tell how loyalty is, also tell what love is like
...****************...
sesuai janji xira, pada pagi hari xira sudah berada di bandara indonesia
ia berjalan sendiri, ia tidak membawa koper dan barang barang berat, ia hanya membawa ranselnya saja
ia berjalan dengan anggun dan penuh senyuman, tidak ada yang tau jika senyuman itu untuk menutupi luka.
jalan xira santai, tidak seperti beberapa idol yang berusaha menyembunyikan wajahnya jika di bandara
tidak banyak yang menyadari jika itu xira elzaina ghisella seorang soloist
xira sudah berada di mobil mewahnya, ia mengendarai mobilnya sendiri
dengan kecepatan sedang ia berjalan di jalanan yang ramai
ponsel xira berdering, xira segera mengangkat panggilan yang ia anggap tidak penting. tapi terkadang penting
"ada apa?" tanya xira ketika panggilan sudah ia jawab
"nona elza...ibu anda di lukai oleh athaya" seseorang di telpon berbicara dengan cemas
"dimana ibuku sekarang?!" xira mulai meningkatkan kecepatan mobilnya
"di rumah sakit kasih ibu " jawabnya
"lima menit aku akan kesana!" ucap xira, segera mematikan panggilan
xira benar benar terbalut emosi, yang ingin dia lihat pertama kali saat di rumah sakit adalah ibunya
maka setelah ibunya telah ia lihat, misi keduanya adalah menghabisi nyawa athaya di depan ibunya ghisella
dua jam di perjalanan membuat xira hampir mengamuk pada polisi
untungnya xira sudah sampai, saat ia tiba di rumah sakit, kondisi ibunya baik baik saja
lukanya pun tidak terlalu dalam
"ibu... ibu kenapa?" tanya xira lembut
"i...ibu di tikam oleh athaya" ghisella menjawab dengan rasa takut
"ibu tunggu disini" ucap xira, segera keluar dari ruangan ibunya
xira menelpon seseorang, ia meminta untuk membawa athaya kehadapannya,
tak menunggu waktu lama, athaya sudah ada di hadapan xira
"selamat bermimpi indah nona athaya saputri kamila andini" setelah mengatakan itu, pemukul baseball sudah mendarat di kepala athaya
athaya jatuh ke lantai karena tidak ada yang menahan beban tubuhnya
"suruh dokter untuk menyuntiknya dan pasangkan beberapa alat yang sebenarnya tidak ia butuhkan" ucap xira menatap tubuh athaya yang sudah terjatuh
"kenapa kau melakukannya xira?!" seseorang bertanya kepada xira dengan suara kaget
xira melihat ke belakang, dan benar saja
__ADS_1
itu ayahnya sagara yang sangat ingin hubungan antara xira dan athaya terjalin dengan baik
"aku melakukannya karena dia berani melukai ibuku!" jawab xira tegas, xira berlalu masuk ke ruangan ibunya
"ibu..." panggil xira menatap ibunya yang sangat lemah
"ya sayang?" sahut sang ibu ghisella, xira berjalan mendekat ke arah ibunya
"apakah keadaan mu baik baik saja?" tanya xira khawatir
"ibu baik baik saja sayang....tenanglah" ghisella menjawab dengan suara lemahnya
"kau sangat kuat..." xira berucap seperti itu, lalu memeluk ibunya dan menangis di dalam pelukan sang ibu
"apakah anak seorang ghisella gemar menangis sekarang?" tanya ghisella ingin membuat tangisan sang anak berhenti
xira melepaskan pelukannya dan menghapus air mata bodohnya
"aku tidak menangis!" xira tidak mau mengaku
"baiklah, lalu kenapa matamu merah?" tanya ghisella
"aku akan di jodohkan" jawab xira murung
"kau kan memang sudah tua!" ucap ghisella
"patut di jodohkan" lanjut sang ibu
"ibu!!!!" xira tidak suka di ledek tua
"sama siapa kamu di jodohin?" tanya ghisella
"sama...akhan? entahlah siapa namanya lupa" ucap xira tak yakin dengan jawabannya
skipp ya permata πΆβ
xira sedang manggung di negara tempat ia lahir, benar benar sangat cantik
dia berusaha tersenyum dan dance dengan senyuman, balutan kain warna hijau mint polos begitu cantik di kulitnya yang putih
apalagi sepatu haknya yang bewarna mint juga, jangan lupakan aksesoris xira yang berasal dari brand ternama
ternyata athar menonton xira dari ruang tunggu
xira benar benar menjadi sosok yang berbeda,
di dalam panggung dia akan ceria dan aktif, sedangkan di luar panggung dia akan terlihat tegas dan dingin
ππ
xira menyelesaikan konsernya, ia turun dari panggung di bantu beberapa bodyguard, karena tinggi panggung yang lebih tinggi dari lantai bawah
xira berjalan ke ruang ganti, dress-nya yang selutut membuat beberapa bodyguard tergoda dengan paha mulus milik xira
..
xira sudah berada di ruang ganti, manusia pertama yang ia lihat adalah athar
"konsermu bagus nona elza" puji athar yang membuat xira tersenyum lembut
__ADS_1
setelah melepas mic dan aksesorisnya, xira duduk di samping athar dan membuka sepatunya
"ada apa kau kesini?" tanya xira
"bagaimana dengan perjodohan kita?" tanya athar
"hm....jika kita menikah, bolehkah kita tinggal bersama ibu kandungku?" tanya xira memastikan
"kau boleh kok" athar mengijinkannya, setelah tau ibu kandung xira seperti apa
"terimakasih!" ucap xira sambil tersenyum
"mari kita makan di luar" ajak athar
"aku tidak bisa, aku masih punya kerjaan lain" tolak xira lalu kembali memakai sepatunya, xira segera pergi dari ruang ganti
"apa karena aku bilang aku sudah punya kekasih tempo hari??" tanya athar kepada dirinya sendiri
ππ
xira duduk di studionya, belajar nada baru yang akan dia nyanyikan
"kau harus melepaskan suaramu dengan bebas" ucap pelatih xira
xira berdiri, ia berdiri di tengah tengah orang yang akan mengangkatnya
saat lagu di nyanyikan xira mulai di angkat ke atas,
xira kehilangan keseimbangan yang membuat dia terjatuh
"a!! melody!" teriak xira saat ia terjatuh dan di tahan oleh perempuan yang ia panggil melody
xira di turunkan secara perlahan ke bawah, xira memeluk melody sebentar untuk menenangkan diri
"kau harus belajar tidak berteriak saat di turunkan dari pada belajar untuk tetap tenang" sang pelatih meng olok olok xira
dan semuanya tertawa saat mendengar ejekan dari pelatih, xira juga ikut tertawa sama seperti yang lainnya
setelah merasa siap, xira kembali di angkat ke atas oleh beberapa orang
xira lebih tenang, musik di mainkan, dan xira bernyanyi di atas sana
setelah di naikkan beberapa menit, xira diturunkan dengan cara di lempar,
"aaa!!! melody!!!" xira kembali berteriak saat di lempar
melody dengan cepat menangkap xira yang akan terpeleset ke bawah dan menyebabkan kakinya yang cedera
"xira membuat kuping kita sakit" pelatih xira kembali mengejek
akhirnya xira berlatih, dia akan di angkat dan di lempar saat dia bernyanyi, kestabilan suara juga di perlukan oleh xira elzaina ghisella
xira mulai membayangkan betapa kerasnya sang ibu dulu saat menjadi idol
setalah tiga jam
akhirnya xira berhasil melewati masa latihannya yang ekstrim, suaranya juga tetap stabil saat di lempar
bahkan xira tidak lagi berteriak saat di lempar dan tetap tenang
__ADS_1
...****************...
This is not just a love story, but this is a story where everything comes together, going and leaving will happen in this story, not just a love story that has problems and ends but here we will also tell how loyalty is, also tell what love is like