
This is not just a love story, but this is a story where everything comes together, going and leaving will happen in this story, not just a love story that has problems and ends but here we will also tell how loyalty is, also tell what love is like
...****************...
setelah melihat ibunya terlelap, xira bangkit dari duduknya dengan pelan, ia keluar dari ruangan sang ibu
"ayah, jaga ibuku" xira nampak bersedih dari tatapannya
"nak...dua puluh tiga tahun kau menutup diri, izinkan ayah menjadi pangeran mu, seperti ayah lainnya" sagara mulai mengungkapkan bahwa ia menyayangi xira
"ayah...aku akan selalu menjadi putri mu, tapi belum saatnya" xira menjeda ucapannya
"ada seseorang yang harus aku singkirkan" lanjut xira, lalu pergi tanpa ingin mendengar pertanyaan sang ayah
xira benar benar ingin menangis sekarang. dirinya begitu rapuh.
🎶
xira menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah pribadinya
petir menggelegar di mana mana, xira mencoba untuk mengabaikan petir yang selalu ia takuti
xira tetap melanjutkan perjalanan tanpa memikirkan ketakutannya
🎶
xira sudah sampai di rumah pribadinya, ia masuk ke dalam rumah tersebut
banyak pelayan yang menonton tv di ruang tamu, xira memang memberi fasilitas tersebut, bahkan kartu atm tanpa batasnya ia berikan ke pekerja yang sangat ia percayai
xira tidak menghiraukan mereka, xira naik ke lantai atas dimana kamarnya berada
ia menaiki tangga satu satu, saat ia sudah berada di lantai ke dua
melody keluar dari ruang latihannya
"aku perlu bicara denganmu melodi" ajak xira, melodi hanya bisa mengikuti perintah xira
xira menuntun melodi masuk ke kamarnya yang sangat luas
setelah berada di kamar, xira menutup pintunya, lalu duduk di meja kerjanya yang dekat sekali dengan jendela kamarnya yang besar
"sudah berapa lama kau berpacaran dengan athar?" tanya xira
"s...sudah tiga tahun....." melodi menjawab dengan gugup
"kau tau perjodohan ku dengan athar?" xira kembali bertanya
"tau..." jawab melodi harap harap cemas
"aku disini tidak meminta kalian untuk berpisah, tapi aku mau, izinkan aku menikah dengannya selama dua bulan" xira menarik nafasnya sebentar
"setelah dua bulan, aku akan melepaskan gelar bangsawanku, karena aku akan menceraikannya" lanjut xira sembari mengeluarkan dua tumpukan uang yang bernominal seratus ribu
"ambillah, dan pergi." suruh xira sambil menatap langit malam
melodi melakukan apa yang xira suruh, ia mengambil uang yang di berikan oleh xira lalu pergi dari kamar xira
xira menitikkan air matanya, xira terduduk di lantai, ia menempelkan tangannya pada jendela kamarnya
"kenapa aku begitu rapuh tuhan??" ia mulai bertanya
"apakah diriku memang tidak ditakdirkan bahagia?" ia kembali bertanya
"bahkan saat aku bersama alkala, aku tidak bahagia." lanjutnya lalu matanya terpejam indah saat mendengar petir
-masa lalu xira bersama alkala
xira baru menyelesaikan latihannya, ponselnya berdering sudah puluhan kali
saat di lihat, yang menelponnya adalah alkala kekasihnya,
__ADS_1
xira memutuskan untuk menghubungi alkala kembali, di deringan pertama, alkala sudah menjawabnya
"ada apa sayang?" xira bertanya ketika panggilan sudah terhubung
xira meletakkan ponsel di kupingnya, dengan sanggahan tangan, ia juga menjalankan kakinya agar cepat sampai di mobilnya
"ayo kita ketemuan di taman" ajak alkala kekasihnya
"di taman mana?" tanya xira yang sudah sampai di parkiran
"taman dimana aku mengajakmu untuk berpacaran" jawab alkala
"baiklah aku akan segera kesana" tanpa pikir panjang, xira menyetujuinya
xira masuk ke mobil, dan segera menjalankan mobilnya menuju taman
kini jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, langit sangat gelap
sepertinya sebentar lagi, hujan akan turun, xira mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang
🎶
xira sudah sampai di taman, saat xira turun yang pertama kali ia lihat adalah alkala yang memegang paperbag
xira segera berlari ke arah alkala dengan senyum tulusnya
"ada apa sayang?" tanya xira, secara tiba tiba alkala memberikan paperbag yang ia pegang
"ini semua barang barang yang telah kau berikan" ucapnya sembari memberikan kepada xira
xira menerimanya dengan penuh tanda tanya
"tapi...why?" xira ingin mendapatkan jawaban dari alkala
"aku ingin memutuskan hubungan kita, demi karirmu dan karirku" jawab alkala mantap
"tapi...tidak ada yang tau kan??" xira ingin menahan alkala
saat alkala pergi, xira tetap berdiri di tempatnya
hujan tiba tiba turun begitu saja, udaranya begitu menusuk di kulit putih xira
xira tidak bergerak, ia setia di tempatnya
"kenapa?" xira bertanya, ia basah di guyur hujan
ia mulai menggigil, tapi tidak ingin ia bergerak..
rumahnya sudah pergi, sandarannya sudah tidak ada, pangerannya sudah tidak bersamanya
kebahagiaan tidak memihak kepada xira, cintanya tidak berakhir bahagia, cincinnya tidak berarti apa apa lagi, kini xira sendirian
lenyap sudah mimpinya untuk terus bersama alkala, tapi ia tidak tau
bahwa ada seseorang yang begitu keras mendoakan dirinya agar bersama
air mata xira akhirnya banjir, ia menangis di tengahnya hujan yang mengguyur tubuhnya
"alkala... apapun yang akan terjadi kedepannya, walau kita tidak bersama lagi... percayalah kepadaku alkala, kah akan tetap menjadi tokoh utama di kisah cintaku" ucap xira
lalu pandangannya menjadi gelap, xira pingsan
...****************...
This is not just a love story, but this is a story where everything comes together, going and leaving will happen in this story, not just a love story that has problems and ends but here we will also tell how loyalty is, also tell what love is like
...****************...
Bagaikan sungai yang tak punya malu
Mengalir meskipun terancam surut
__ADS_1
Lalu (hmm), kakimu melangkah ke rumahku
Setengah melirik, mencoba rayu
Apa yang kau inginkan
Dari senyumku, ya tuan?
Gemar sekali kau lukiskan bintang untukku
Sungguh lihai tanganmu menata kembali hati
Yang hampir mati
'Kan ku letakkan hangat di tengah dekap kita
Jangan biarkan ku pulang
Ke rumah yang bukan engkau
Bicarakan tentang seisi dunia
Perlahan mendekat, bisikkan cinta
Membuatku terlena
Ke dalam pesona sukma yang begitu indah
Apa yang kau inginkan
Dari senyumku, ya tuan?
Ohh
Gemar sekali kau lukiskan bintang untukku
Sungguh lihai tanganmu menata kembali hati
Yang hampir mati
'Kan ku letakkan hangat di tengah dekap kita
Jangan biarkan ku pulang
Ke rumah yang bukan engkau
Jika mampu ku menjelajahi langit
'Kan ku petik pelangi 'tuk warnai harimu
Jangan khawatir, masih ada aku
Jangan khawatir, masih ada aku
Gemas sekali kau lukiskan bintang untukku
Sungguh lihai tanganmu menata kembali hati
Yang hampir mati
'Kan ku letakkan hangat di tengah dekap kita
'Kan aku persilahkan kau menetap di sini
...****************...
TikTok: @aerisgfjennie
instagram: @aeriswere
bertanda tangan: otak gw
__ADS_1
nama lagu di atas: kau rumahku