Wanita Kecilku Adalah Idol Bangsawan

Wanita Kecilku Adalah Idol Bangsawan
malam dan hujan yang bersahabat


__ADS_3

This is not just a love story, but this is a story where everything comes together, going and leaving will happen in this story, not just a love story that has problems and ends but here we will also tell how loyalty is, also tell what love is like


...****************...


setelah melihat ibunya terlelap, xira bangkit dari duduknya dengan pelan, ia keluar dari ruangan sang ibu


"ayah, jaga ibuku" xira nampak bersedih dari tatapannya


"nak...dua puluh tiga tahun kau menutup diri, izinkan ayah menjadi pangeran mu, seperti ayah lainnya" sagara mulai mengungkapkan bahwa ia menyayangi xira


"ayah...aku akan selalu menjadi putri mu, tapi belum saatnya" xira menjeda ucapannya


"ada seseorang yang harus aku singkirkan" lanjut xira, lalu pergi tanpa ingin mendengar pertanyaan sang ayah


xira benar benar ingin menangis sekarang. dirinya begitu rapuh.


🎶


xira menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah pribadinya


petir menggelegar di mana mana, xira mencoba untuk mengabaikan petir yang selalu ia takuti


xira tetap melanjutkan perjalanan tanpa memikirkan ketakutannya


🎶


xira sudah sampai di rumah pribadinya, ia masuk ke dalam rumah tersebut


banyak pelayan yang menonton tv di ruang tamu, xira memang memberi fasilitas tersebut, bahkan kartu atm tanpa batasnya ia berikan ke pekerja yang sangat ia percayai


xira tidak menghiraukan mereka, xira naik ke lantai atas dimana kamarnya berada


ia menaiki tangga satu satu, saat ia sudah berada di lantai ke dua


melody keluar dari ruang latihannya


"aku perlu bicara denganmu melodi" ajak xira, melodi hanya bisa mengikuti perintah xira


xira menuntun melodi masuk ke kamarnya yang sangat luas


setelah berada di kamar, xira menutup pintunya, lalu duduk di meja kerjanya yang dekat sekali dengan jendela kamarnya yang besar


"sudah berapa lama kau berpacaran dengan athar?" tanya xira


"s...sudah tiga tahun....." melodi menjawab dengan gugup


"kau tau perjodohan ku dengan athar?" xira kembali bertanya


"tau..." jawab melodi harap harap cemas


"aku disini tidak meminta kalian untuk berpisah, tapi aku mau, izinkan aku menikah dengannya selama dua bulan" xira menarik nafasnya sebentar


"setelah dua bulan, aku akan melepaskan gelar bangsawanku, karena aku akan menceraikannya" lanjut xira sembari mengeluarkan dua tumpukan uang yang bernominal seratus ribu


"ambillah, dan pergi." suruh xira sambil menatap langit malam


melodi melakukan apa yang xira suruh, ia mengambil uang yang di berikan oleh xira lalu pergi dari kamar xira


xira menitikkan air matanya, xira terduduk di lantai, ia menempelkan tangannya pada jendela kamarnya


"kenapa aku begitu rapuh tuhan??" ia mulai bertanya


"apakah diriku memang tidak ditakdirkan bahagia?" ia kembali bertanya


"bahkan saat aku bersama alkala, aku tidak bahagia." lanjutnya lalu matanya terpejam indah saat mendengar petir


-masa lalu xira bersama alkala


xira baru menyelesaikan latihannya, ponselnya berdering sudah puluhan kali


saat di lihat, yang menelponnya adalah alkala kekasihnya,

__ADS_1


xira memutuskan untuk menghubungi alkala kembali, di deringan pertama, alkala sudah menjawabnya


"ada apa sayang?" xira bertanya ketika panggilan sudah terhubung


xira meletakkan ponsel di kupingnya, dengan sanggahan tangan, ia juga menjalankan kakinya agar cepat sampai di mobilnya


"ayo kita ketemuan di taman" ajak alkala kekasihnya


"di taman mana?" tanya xira yang sudah sampai di parkiran


"taman dimana aku mengajakmu untuk berpacaran" jawab alkala


"baiklah aku akan segera kesana" tanpa pikir panjang, xira menyetujuinya


xira masuk ke mobil, dan segera menjalankan mobilnya menuju taman


kini jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, langit sangat gelap


sepertinya sebentar lagi, hujan akan turun, xira mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang


🎶


xira sudah sampai di taman, saat xira turun yang pertama kali ia lihat adalah alkala yang memegang paperbag


xira segera berlari ke arah alkala dengan senyum tulusnya


"ada apa sayang?" tanya xira, secara tiba tiba alkala memberikan paperbag yang ia pegang


"ini semua barang barang yang telah kau berikan" ucapnya sembari memberikan kepada xira


xira menerimanya dengan penuh tanda tanya


"tapi...why?" xira ingin mendapatkan jawaban dari alkala


"aku ingin memutuskan hubungan kita, demi karirmu dan karirku" jawab alkala mantap


"tapi...tidak ada yang tau kan??" xira ingin menahan alkala


saat alkala pergi, xira tetap berdiri di tempatnya


hujan tiba tiba turun begitu saja, udaranya begitu menusuk di kulit putih xira


xira tidak bergerak, ia setia di tempatnya


"kenapa?" xira bertanya, ia basah di guyur hujan


ia mulai menggigil, tapi tidak ingin ia bergerak..


rumahnya sudah pergi, sandarannya sudah tidak ada, pangerannya sudah tidak bersamanya


kebahagiaan tidak memihak kepada xira, cintanya tidak berakhir bahagia, cincinnya tidak berarti apa apa lagi, kini xira sendirian


lenyap sudah mimpinya untuk terus bersama alkala, tapi ia tidak tau


bahwa ada seseorang yang begitu keras mendoakan dirinya agar bersama


air mata xira akhirnya banjir, ia menangis di tengahnya hujan yang mengguyur tubuhnya


"alkala... apapun yang akan terjadi kedepannya, walau kita tidak bersama lagi... percayalah kepadaku alkala, kah akan tetap menjadi tokoh utama di kisah cintaku" ucap xira


lalu pandangannya menjadi gelap, xira pingsan


...****************...


This is not just a love story, but this is a story where everything comes together, going and leaving will happen in this story, not just a love story that has problems and ends but here we will also tell how loyalty is, also tell what love is like


...****************...


Bagaikan sungai yang tak punya malu


Mengalir meskipun terancam surut

__ADS_1


Lalu (hmm), kakimu melangkah ke rumahku


Setengah melirik, mencoba rayu


Apa yang kau inginkan


Dari senyumku, ya tuan?


Gemar sekali kau lukiskan bintang untukku


Sungguh lihai tanganmu menata kembali hati


Yang hampir mati


'Kan ku letakkan hangat di tengah dekap kita


Jangan biarkan ku pulang


Ke rumah yang bukan engkau


Bicarakan tentang seisi dunia


Perlahan mendekat, bisikkan cinta


Membuatku terlena


Ke dalam pesona sukma yang begitu indah


Apa yang kau inginkan


Dari senyumku, ya tuan?


Ohh


Gemar sekali kau lukiskan bintang untukku


Sungguh lihai tanganmu menata kembali hati


Yang hampir mati


'Kan ku letakkan hangat di tengah dekap kita


Jangan biarkan ku pulang


Ke rumah yang bukan engkau


Jika mampu ku menjelajahi langit


'Kan ku petik pelangi 'tuk warnai harimu


Jangan khawatir, masih ada aku


Jangan khawatir, masih ada aku


Gemas sekali kau lukiskan bintang untukku


Sungguh lihai tanganmu menata kembali hati


Yang hampir mati


'Kan ku letakkan hangat di tengah dekap kita


'Kan aku persilahkan kau menetap di sini


...****************...


TikTok: @aerisgfjennie


instagram: @aeriswere


bertanda tangan: otak gw

__ADS_1


nama lagu di atas: kau rumahku


__ADS_2