
This is not just a love story, but this is a story where everything comes together, going and leaving will happen in this story, not just a love story that has problems and ends but here we will also tell how loyalty is, also tell what love is like
...****************...
dua hari setelah ghisella pergi, sagara menikahi athaya secara sirih, jujur, sagara belum bisa melupakan ghisella
ada ketidakpercayaan di hatinya ketika ghisella mencelakai xira, tapu itu terjadi di depan matanya sendiri.
sagara terlihat sendu, sedangkan athaya terlihat sangat bahagia, pikirannya tertuju pada rencana jahat untuk menyingkirkan xira dari pewaris tunggal keluarga sagara
tapi tidak akan semudah itu, ghisella sengaja memberikan mata mata di rumah sagara demi menjaga xira
dan itu telah di setujui oleh sagara, tanpa sepengetahuan athaya saat itu
...****************...
athaya memainkan perannya dengan sangat baik, menjaga dan memberikan kasih sayang kepada xira kecil
tepat dua bulan setelah xira elzaina ghisella lahir, pasangan gavin rakhan diaskara dan nadia rakhan liona nadellyn melahirkan seorang putra
putra mereka di beri nama athar rakhan diaskara, athar dan xira lah yang nantinya akan meneruskan perusahaan gavin dan rakhsan ketika besar
...****************...
xira dan athar tumbuh bersama sama, menghabiskan masa kecilnya bersama, tak terasa mereka sudah besar
dengan umur xira yang menginjak usia 3 tahun dan athar juga berusia 3 tahun sama seperti xira
~
xira dan athar sudah bisa berbicara walau tidak terlalu lancar, mereka selalu bermain bersama sama
bahkan mereka seperti perangko yang tidak bisa di lepaskan, tapi kenyataannya sangat pahit bagi kedua anak kecil ini
"maaf ya xira, aku harus pergi..." ucap athar tidak rela
"tidak apa apa, besok bisa bermain lagi..." xira tidak paham maksud dari pergi yang di ucapkan athar
"tapi athar akan pindah ke luar kota...." athar menjelaskan maksud pergi yang ia ucapkan
"tapi kenapa harus pergi?" tanya xira
"athar tidak tau..." athar menjawab dengan sedih
"xira sayang....athar dan uncle juga aunty harus pergi untuk kembali ke negara asalnya uncle gavin" jelas nadia secara perlahan kepada xira
"tapi tharthar disini aja...." nego xira
"tidak bisa xira sayang, grandpa athar sudah menunggu..." tolak nadia halus
"baiklah" xira merelakan athar pergi, walau sebenarnya dia tidak ingin itu terjadi...
setelah melakukan perpisahan singkat, athar, nadia dan gavin meninggalkan perumahan yang sudah lama mereka huni
"hey anak haram!! masih berani bermain kah?!" teriak athaya dari jauh, xira hanya bisa menunduk dan masuk ke dalam rumah
"dasar anak tidak tau di untung!! sudah bagus bagus aku menjagamu selama tiga tahun!! jangan sampai kau aku buang!" umpat athaya
athaya pun ikut masuk ke dalam, athaya menarik tangan xira untuk pergi ke gudang, xira sudah menangis
gudang~
__ADS_1
xira sudah di cambuk oleh athaya lebih dari tiga jam, xira sudah banyak mengeluarkan air mata selama dua tahun terakhir, kali ini xira tidak menangis lagi
ia sudah lelah menangis dan memohon, setelah athaya puas, seperti biasa, athaya akan mengurung xira di gudang, sudah empat bulan rakhsan pergi ke luar kota
maka selama empat bulan juga athaya bebas melukai xira, walau sebenarnya ghisella tau dari mata matanya, tapi ia ingin menunggu waktu yang tepat
~
hujan turun semakin deras. petir terdengar, xira menutup kuping dan matanya,
xira tidak menangis, hanya ketakutan. hal seperti ini sudah bisa terjadi bagi xira
tidak perlu khawatir, xira akan menangis dalam diam, tidak makan tiga hari juga sudah biasa bagi xira
jangan tanya mengapa tubuh xira sangat kurus untuk gelar bangsawan yang ia dapatkan
makan saja tidak di dapatkan oleh athaya, apalagi minum yang jelas jelas gratis, malah xira harus membayarnya
xira sudah mulai menangis, merindukan ibu kandungnya, walau ia hanya melihat ibu kandungan dari selembar kertas
tapi xira percaya bahwa ibu kandungnya lebih baik dari athaya.
~
malam semakin larut, hujan semakin deras, petir menggelegar di mana mana, suara petir itu mampu membuat mata indah xira tertutup
matanya begitu setia tertutup di saat hujan yang deras, tanpa alas sama sekali, tubuh kecilnya meringkuk di atas lantai
~ next is xira yang 23 tahun
mata cantik xira sudah terbuka, ini adalah alarm paginya
setiap hari xira akan bangun pada jam empat pagi, untuk sarapan dan membersihkan tubuhnya
xira menyelesaikan sarapannya pada jam lima pagi, wanita cantik asal indonesia ini sudah lama tidak pulang ke indonesia
saat ayahnya sagara menelpon pun, xira selalu mengabaikannya
bagi xira sagara ingin membuat xira dan athaya menjadi teman, tapi permusuhan selama 23 tahun tidak akan pernah berubah menjadi teman.
ponsel xira berdering ketika xira berada di mobilnya
xira memutuskan untuk menjawab panggilan yang di buat oleh sagara
"ya?" xira mengatakan sekata
"kapan kau pulang dari amerika xira? ayah merindukanmu" tanya sagara kepada putri semata wayangnya
"dua hari lagi aku akan pulang" jawab xira
"tapi jangan harap aku akan bertemu dengan wanita ular yang membuat mama ghisella menjadi sakit!" lanjut xira tegas
"lalu dimana kau akan tidur xira?" tanya sagara
"dimana ghisella zainara tinggal, maka disitu seorang xira elzaina ghisella akan tinggal" jawab xira dengan tegas, lalu mematikan panggilannya
"nona elza, selanjutnya kita akan kemana?" tanya sang supir
"kau tau perusahaan khanunited?" tanya xira pada sang supir
"saya tau nona" jawab sang supir
__ADS_1
"antarkan saya kesana" titah xira
mobil berjalan sesuai arahan xira, sebenarnya itu rencana sagara dan gavin
menyatukan kedua putra dan putrinya atas kesepakatan perusahaan mereka, mau bagaimana pun, xira yang akan melanjutkan bisnis keluarga
dalam dua puluh menit, mobil yang di tumpangi xira berhenti di gedung mewah.
xira turun dari mobil mewahnya, dia jalan dengan langkah anggun dan cantik
ia berjalan menuju lobby, wanita cantik menyapanya
"what can I help you?" tanya wanita tersebut, xira tersenyum lembut
"is your boss here?" tanya kembali xira
"have you made an appointment?" tanya wanita itu kembali
"have" jawab xira, wanita tersebut langsung mengarahkan lift pada xira, xira berjalan ke arah lift setelah berterimakasih kepada wanita tersebut
'dengar dengar, bos disini dari indonesia, pasti mudah untuk bekerja sama" batin xira
xira memasuki lift khusus tamu, ia menekan tombol yang menunjukkan angka dua puluh
sambil menunggu liftnya berhenti, xira menghubungi ayahnya sagara
deringan pertama, panggilannya sudah di angkat
"ada apa nak?" tanya ayahnya
"kerja sama apa yang akan aku lakukan bersama khanunited?" tanya xira to the point
"dia sudah tau, bilang saja anaknya rakhsan sagara" jawab sagara
setelah mendapatkan jawaban yang menurutnya bukan jawaban, xira mematikan panggilannya
tepat dia mematikan panggilan yang ia buat, pintu lift terbuka, xira keluar dengan anggun
semua karyawan terbelalak melihat xira yang begitu cantik
rambut pendek sebahu yang begitu imut, bola mata biru yang jarang di miliki keturunan indonesia dan kulit putih yang terbalut dengan kain panjang selutut berwarna putih dengan motif bunga bunga
membuat semua orang tak berhenti menatapnya, xira berdiri di depan pintu yang sangat mewah
"which one is the secretary?" tanya xira menatap ke sekeliling, salah satu pria mengangkat tangannya
"tell your boss that i am from rakhsan sagara daughter " ucap xira menatap pria yang lebih tinggi beberapa cm darinya.
pria itu mengangguk dan segera masuk ke dalam ruang atasannya
beberapa menit menunggu, pria tersebut kembali keluar, dan xira di izinkan masuk
"welcome miss" sambut atasan dari khanunited
"thanks very much" xira berterimakasih,
"please sit down miss elza" atasan khanunited mempersilahkan xira duduk, xira pun duduk kuris tepat depan atasan khanunited
mereka hanya terhalang oleh meja kerja
...****************...
__ADS_1
This is not just a love story, but this is a story where everything comes together, going and leaving will happen in this story, not just a love story that has problems and ends but here we will also tell how loyalty is, also tell what love is like
...****************...