
Saat Nay sudah merebahkan badannya di ranjang, Nay berpikir untuk berbagi tempat tidur dengan Jimin, karena di atas kasur ada 4 bantal dan bisa di gunakan sebagai penyekat.. Nay turun dari ranjang, dan berniat untuk bicara pada Jimin, namun pada saat melihat ke arah kursi terlihat Jimin sudah memejamkan matanya dan tertidur..
Jim, Jimin bangun.. " Nay mengoyangkan badan Jimin "
Hmm, ada apa Nay, sahut Jimin dengan suara berat nya
Ayo bangun, Pindah ke ranjang saja, aku tidak tega lihat orang patah hati tidur seperti ini ucap Nay..
Tanpa menunggu lama mata Jimin langsung terbuka dan menatap Nay dengan tajam.. Bukan karena ucapan patah hati yang Nay ucapkan yang membuat Jimin terkejut, akan tetapi kata kata Nay yang mengajak Jimin untuk satu ranjang dengan Nay..
Hey kau tidak salah mengajak laki laki normal kaya aku tidur seranjang dengan mu Nay,kau tidak takut?
Tidak, aku tahu kau orang baik, kau pasti menjaga ku iya kan Jim, tanya Nay?
Hmm hanya itu yang Jimin bisa ucap kan.. jangan salah kan bila aku khilaf Nay batin jimin
Saat Jimin berdiri, Nay berniat untuk melihat ke jendela suasana di luar sana, akan tetapi tiba tiba kilat dan gemuruh petir yang sangat besar terdengar.. Darrrr.. Reflek Nay memeluk Jimin karena kaget dan Nay baru baru ini memiliki trauma dengan suara ledakan, namun Nay tidak tahu dari mana dan sejak kapan rasa trauma ini ada pada dirinya, karena setahu Nay, Nay tidak takut Suara keras.. Hupp Nay memeluk Jimin..
Nay kau tidak apa apa? hmm ucap Jimin sambil membalas pelukan nay
Iya Jim, maaf aku reflek aku hanya takut dengan suara ledakan seperti itu..
Tidak apa apa, ada Aku disini, sepertinya akan turun hujan malam ini Nay..
Iya Jim, maaf sekali lagi ya, aku selalu tiba tiba memeluk mu hehehe, hari ini aku sudah dua kali memeluk mu ucap Nay
Hehe tak apa apa Nay, mau setiap saat pun kamu meluk aku boleh ko, ucap jimin..
Kenapa boleh Jim? Ga lagi lagi Jim, kasian kekasih mu nanti, dan aku juga tidak mau aku atau kamu salah paham..
Karena kau Istimewa Nay.. ucap Jimin dalam diam nya
Nay, mau setiap detik pun kau memeluk ku saat ini besok atau kapan pun aku bersedia Nay, aku bahagia sayang batin Jimin
Kenapa aku selalu saja ceroboh memeluk Jimin, dan aneh nya aku seakan nyaman dalam dekapan kamu Jim, kamu siapa? dan kenapa kamu tidak marah atau menolak? tapi kamu malah membalas..Nay pun bermonolog dalam hati..
__ADS_1
Tiga bulan telah Nay lalui, Jimin dan Nay semakin akrab namun tetap ada jarak antara mereka karena Nay tetap tidak ingat siapa Jimin ada hubungan apa dirinya dengan Jimin dan satu hal yang pasti Jimin sudah memiliki kekasih setahu Nay.. Namun Nay merasa perlakuan Jimin terlalu berlebihan pada nya, secara Nay hanya sebagai dokter pribadi Jimin member BTS..
Nay saat ini sedang berada di apartemen nya..
Ini cincin nikah ayah dan ibu, lebih baik aku pakai saja biar Kai tidak terus mengejar ku, dan aku bisa beralasan kalo aku sudah memiliki tunangan, Nay kau cerdas sekali hahahah.. " Nay berbicara sendiri "
Kring kring kring, telepon Nay berbunyi.. " Nay sudah membeli handphone"
Halo..
Nay ini aku Jimin, kau sedang sibuk?
Tidak Jim, hanya sedang memandang gelang dan cincin saja Jim, kenapa kau menelepon ku?, kau sakit Jim?
Tidak, aku hanya ingin menelepon mu, hanya sebatas ingin ngobrol aja..
Baiklah, kau mau bahas apa dengan ku?
Kenapa bahas, aku hanya ingin ngobrol..
Apa barusan kamu memanggil ku hah?..
Iya oppa, Mian..
dan mereka tertawa bersama..
Pagi pun tiba, Nay sudah bersiap untuk berangkat ke rumah sakit .. Tidak lupa Nay memakai cincin nikah ibu nya..
Nay sudah tiba di rumah sakit di mana Nay bekerja, akan tetapi tiba tiba tangan Nay di tarik oleh seseorang..
Nay tunggu.. " laki laki itu adalah Kai "
Ada apa lagi kai, ini masih pagi, kenapa kamu mengganggu mood ku saja si.. " Jauh dari Nay dan kai ada sepasang mata sedang memperhatikan pertengkaran mereka, ya dia adalah Park Jimin, tadi nya Jimin akan memberikan sarapan untuk Nay, tadi pagi pagi sekali dia membuatkan sarapan untuk pujaan hati nya.. "
Namun saat tangan Kai sedang memegang tangan Nay, Kai melihat ada sebuah cincin melingkar di jari manis Nay, seperti cincin tunangan atau cincin nikah batin kai..
__ADS_1
Ini apa Nay? Kau benar benar membuat aku sakit hati Nay..
Ini, tunjuk Nay pada cincin di jari manis nya,, ini cincin dari tunangan ku, semalam dia melamar ku dan memberikannya untuk ku, dan kau mulai hari ini stop untuk menggangguku..
Nay siapa tunangan mu? beri tahu aku teriak kai..
" ini yang Nay tidak suka pada kai, dia tidak bisa mengontrol emosi nya, dia sering membentak atau bersikap kasar pada Nay di mana pun, tidak melihat kalo ini di tempat umum.."
Siapapun tunangan ku bukan urusan mu, dan stop berharap pada ku..
Nay langsung pergi dan tak menghiraukan kai saat itu
Namun di tempat lain Jimin melihat pertengkaran itu seakan sepasang kekasih sedang bertengkar dan menujukan cincin di jari manis Nay..
Hmmm Jimin menghela napas..
Apa aku harus merelakan mu Nay? Kau sekarang sudah milik orang lain Nay .. ucap Jimin..
Siang itu pihak BigHit menelepon Nay dan tim dokter yang lain bahwa akan ada acara RUN BTS di luar kota, tidak terlalu jauh, perjalanan nya hanya memakan waktu 2 jam saja..
Nay, kau bisa untuk ikut acara RUN BTS hari ini, tanya Menejer min?..
Bisa ka, kapan berangkat dan berapa hari?
Malam hari ini Nay kita akan berangkat, dan berangkat nya dari kantor BigHit ya, kau bisa kan? dan acaranya hanya 3 hari, bisa?
Bisa ka, baiklah kalo seperti itu nanti dari rumah sakit aku langsung packing ka..
Oke Nay, see you..
See you ka , bye..
Setelah selesai praktek dari rumah sakit Nay segera bergegas pulang ke apartemen nya untuk packing karena nanti malam dia akan pergi bersama member BTS untuk shooting Run BTS..
Nay telah sampai di kantor BigHit, dan Nay melihat ada raut wajah tidak biasa pada Jimin, terlihat kalo Jimin lebih murung dan tidak seperti biasa yang ceria, Jimin terlihat lebih diam baik pada Nay atau pun member BTS..
__ADS_1
Ada apa dengan Jimin ?