
" Jimin tiba di apartemen sudah cukup larut, ternyata dia dan Bryan membahas urusan wanita-wanita aneh itu cukup lama, saat ini sudah hampir pukul dua belas malam, Jimin masuk kedalam apartemen dan langsung menuju kamar nya, terlihat wanita cantik yang ia cintai sedang tertidur lelap, Jimin pun menghampiri Nay, dan mengusap lembut rambut Nay, maafkan aku sayang, karena aku kamu menjadi incaran wanita-wanita yang menyukaiku dan hampir menyelakaimu, aku berjanji akan selalu menjaga mu batin Jimin, dan usapan itu membuat Nay terbangun "..
Maaf aku membangun kan mu sayang? " tanya Jimin pada istrinya "..
Kau sudah pulang, sudah lama? " tanya Nay kembali ", maaf aku tidak menunggu mu, aku tadi sangat mengantuk, dan kau tidak membangunkan ku, aku haus ingin minum " ucap Nay "..
Oh, ya sudah kau tunggu saja di sini, biar aku ambilkan air minum nya " ucap Jimin "..
Tidak usah, kau pasti lelah juga kan, lebih baik kau bersih-bersih dulu sayang, biar bisa cepat istirahat, dan aku akan mengambil air minum dulu " ucap Nay lalu beranjak dari ranjang dan menuju dapur "..
" Jimin pun langsung mengambil celana pendek dan baju untuk tidur lalu masuk ke dalam kamar mandi "..
" Selang sepuluh menit Jimin sudah keluar kamar mandi dengan celana pendek tanpa baju, rambutnya basah, membuat sisi maskulin Jimin terlihat, dada bidang yang terekspos jelas di depan mata Nay "..
Kenapa tidak di pakai langsung baju nya " tanya Nay "..
Rambut ku basah, nanti baju ku ikut basah kena tetesan air, sudah kamu tidur saja duluan, aku mw mengeringkan rambut dulu, kalo basah-basah tidur nanti aku pusing " ucap Jimin "..
Ya sudah sini biar aku bantu keringkan rambut nya ya " ucap nay "..
Kamu tidak mengantuk atau lelah memang nya? hmm " tanya Jimin "..
Tadi kan aku sudah tidur jd tidak mengantuk lagi " ucap Nay "..
" Nay pun membantu Jimin untuk mengeringkan rambutnya dengan hairdryer, Nay menghadap wajah Jimin, sedangkan Jimin duduk di bangku rias Nay, tentunya itu ujian untuk Jimin, di depan matanya tentu pemandangan indah istrinya terekspos disana, dalaman warna merah marun terlihat dari kain tipis kemeja Jimin warna putih yang dikenakan Nay saat ini "..
" Ya Tuhan godaan apa ini, aku sudah berjanji tidak akan menyentuh nya bila istriku belum siap batin Jimin, lalu Jimin memeluk Nay, seakan Jimin mencoba mengalihkan hasratnya dengan memeluk Nay "..
" Nay paham akan kondisi Jimin, seorang dokter bohong bila tidak paham tentang ****, kasian kamu sayang, kamu pasti tersiksa dengan kondisi kamu sekarang batin Nay "..
Kamu kenapa Jim? " tanya Nay "..
__ADS_1
" Jimin hanya terdiam dan semakin mengeratkan pelukannya "..
Hei, aku mengerti dengan kondisimu saat ini, dan aku paham apa yang sekarang kamu rasakan " ucap Nay sambil membelai lembut rambut Jimin "..
" Jimin melihat istrinya dengan tatapan sulit di artikan "..
Kamu paham mau ku saat ini Nay ? " tanya Jimin dengan tatapan sedikit sendu, ya dia sedih, satu sisi dia ingin menepati janjinya untuk menunggu Nay siap namun satu sisi lain nya hasrat tidak bisa berbohong kalo Jimin pun menginginkan kehangatan istrinya "..
Iya, lakukanlah " ucap Nay dengan tersenyum "..
" Jimin seakan mendapatkan lampu hijau dari istrinya langsung berdiri dan memeluk Nay dengan deru napas yang menggebu-gebu, Jimin mengecup leher Nay, membuat Nay merasa badannya tidak bertulang, tak lama Jimin mulai mencium bibir Nay dengan lembut dan penuh gairah, tangan Jimin menyentuh area sensitif Nay, ciuman pun berubah menjadi *******, semakin dalam dan terus dalam, satu persatu kancing kemeja Nay dibuka oleh Jimin, dan Jimin pun mengendong Nay ke ranjang, ******* demi ******* dari kedua insan yang sedang menyatukan cinta mereka terdengar "..
Sayang, kau yakin akan melakukan ini sekarang " tanya Jimin seakan meminta ijin pada Nay "..
" Hanya anggukan kecil yang Nay lakukan "..
Aku akan melakukannya dengan lembut, namun tahan sedikit ya, kata orang-orang sakit, aku tidak tahu benar atau tidak " ucap Jimin dan Nay hanya mengangguk "..
Sayang, apa benar sakit? " tanya Jimin, karena melihat Nay mengeluarkan air mata saat awal penyatuan mereka "..
Iya, tapi tidak apa-apa, itu memang biasa terjadi bila awal melakukan hubungan intim " ucap Nay "..
Maafkan aku ya dan terimakasih sudah menjaga nya untuk aku " ucap Jimin lalu mengecup kening Nay dan menarik nay kedalam pelukannya, mereka merasakan sentuhan kulit mereka berpelukan tanpa kain penghalang "..
" Nay pun memeluk suami yang dia cintai dengan erat "..
" Saat pagi menjelang, Nay ingin kekamar mandi namun ada yang nyeri di bagian sensitif nya "..
Aw ," teriak Nay yang akhirnya membangun kan tidur Jimin ".. maaf sayang aku membangun kan mu ya " ucap Nay "..
Kenapa? kamu mau kemana? ini masih pagi " tanya Jimin dengan suara serak nya "..
__ADS_1
Aku ingin kekamar mandi tapi.. " Nay malu untuk bilang kalo area sensitif nya sakit, namun jimin paham maksud nya "..
Sakit ya sayang, maaf ya, sini aku bantu tapi tunggu sebentar ya " Jimin mengambil pakaian nya dan memakainya, Jimin pun memakaikan kemeja yang di gunakan Nay, lalu Jimin menggendong Nay ke kamar mandi ".. mau apa kamu mandi atau..? " tanya Jimin "..
aku mau buang air kecil, terus mandi, badan ku lengket sekali sayang" ucap Nay "..
Ya sudah sekarang kau buang air kecil dulu, aku akan siapkan air hangat untuk mu ya " ucap Jimin "..
Kamu tidak keluar kamar mandi saja, aku malu " ucap Nay "..
Kenapa harus malu, aku sudah melihat semua nya bahkan sudah aku cicipi juga, bagian tubuh mu yang mana yang belum aku lihat dan aku nikmati " ucap nya vulgar "..
Ishhh, ternyata selain kau protect kau mesum " ucap Nay "..
Aku mesum hanya dengan mu saja, buktinya dengan wanita yang berjejer mengejarku, aku tidak napsu, semalam kamu baru mengeringkan rambut ku saja aku sudah gila " jawab Jimin pada Nay "..
" Air hangat pun sudah siap dan Jimin mengendong kembali Nay, memasukan Nay kedalam bathtub dengan air hangat dan aroma terapi yang membuat nyaman "..
Sekarang buka bajumu " ucap Jimin "..
Ya sudah kau keluar dulu sana " ucap Nay "..
Aku tidak akan keluar " Jimin malah membuka bajunya dan masuk kedalam bathtub lalu mandi bersama Nay, tidak ada ritual hubungan intim, Karena Jimin tahu Nay masih kesakitan ".. Aku tidak akan melakukan nya sekarang sayang, aku tahu kamu masih sakit kan " bisik Jimin pada Nay "..
Maaf ya sayang " ucap Nay seakan merasa bersalah "..
Hei kenapa kamu minta maaf, kamu tidak salah, aku yang harus nya minta maaf, seharu nya aku tunggu kamu siap dulu, maaf aku mengingkari janji ku ya " ucap Jimin sambil memeluk Nay dari belakang "..
" Saat mereka menyelesaikan ritual mandi nya Nay, membereskan ranjang yang sangat berantakan, Jimin pun melihat ada bercak darah di seprei putih nya, terimakasih sayang untuk semalam batin Jimin "..
🤭😍
__ADS_1