Wanita Pilihan Daddy'S (Suami Biadab 2)

Wanita Pilihan Daddy'S (Suami Biadab 2)
Dari Siapa?


__ADS_3

Sedari tadi Paman David melihati foto yang dikirim oleh anak buahnya, dirinya sungguh tak menyangka tapi inilah kenyataannya.


"Apa aku bilang saja kepada mereka?"


"Tapi kalau aku bilang, kasihan Elizabeth. Dia tidak tau apa atas dosa yang telah dilakukan oleh Daniel, dia dan ibunya hanya korban disini, buktinya Theresia, ibu Elizabeth tidak mengambil sedikitpun uang peninggalan Daniel." Paman David bermonolog dengan dirinya sendiri.


Akhirnya Paman David memutuskan untuk merahasiakan masalah ini dari Uncle Sean dan juga Daddy Daffa serta Albert, mengingat kini Albert sudah mulai terpapar virus cinta Elizabeth.


"Perjodohan ini harus tetap dilakukan, Elizabeth sudah berupaya sejauh ini apalagi kini dia hanya hidup sebatang kara, siapa lagi keluarganya kalau bukan kita," gumam paman David.


Paman David berharap apa yang dilakukannya adalah yang terbaik, bukan dia tidak membenci Daniel tapi kekasih dan anaknya tidak tahu apa-apa atas kejahatan yang dia lakukan.


Keesokan harinya, Paman David dan uncle Sean meeting di ruang kerja, mereka membahas kelanjutan pencarian anak buah Paman David mengenai kekasih Daniel dan juga anaknya.


"Anak buah kita mengalami kebuntuan Tuan, terakhir mereka hanya mendapatkan info jika kekasih Daniel bekerja di sebuah klub malam," jawab paman David.


"Apa tidak ada info lainnya seperti foto atau tempat kerja baru atau apalah yang bisa kita gunakan sebagai petunjuk," tukas Uncle Sean.


Paman David terlihat memucat, dia tidak ingin memberitahu informasi foto yang dia dapat dari anak buahnya.


"Tidak ada Tuan, semua hilang begitu saja kelihatannya memang kekasih Daniel menghapus jejaknya agar mereka berdua aman," sahut Paman David.


Paman Sean sangat kecewa karena dia tidak bisa mendapatkan info mengenai anak dan kekasih Daniel, tapi uncle sayang juga tidak bisa berbuat apa-apa mengingat usianya yang sudah semakin tua.


"Ya sudah David, mungkin Tuhan tidak mempertemukan kita dengan kekasih dan juga anak Daniel," pungkas Uncle Sean.


Paman David nampak tersenyum lega, ternyata Uncle Sean tidak mencari info lebih mengenai kekasih anak dan kekasih Daniel.


Di kantor, Albert ada meeting dengan Hardan seusai meeting Hardan meminta izin pada Albert untuk mengajak Elizabeth makan siang.


"Tidak bisa," sahut Albert.


Hardan mengurutkan alisnya, kenapa Albert tidak mengizinkan Elizabeth untuk makan siang dengannya, bukankah waktu itu Albert sendiri yang bilang, stroberi duku tomat.


"Kenapa? bukankah kamu nggak minat?" tanya Hardan.


Albert nampak kebingungan, dia tidak tahu harus menjawab apa karena cinta memang sudah hinggap di hatinya.

__ADS_1


"Aku hanya tidak enak dengan para Daddy, meski aku tidak minat tapi dia tetap calon istriku, apa jadinya jika Dedi bertemu dengan kalian."


Albert sungguh pintar sekali membuat alasan, Tapi kelihatannya Hardan tak kalah pintar.


"kalau masalah itu kamu tenang saja, karena aku akan mengajak Elizabeth makan siang di kantorku."


Sontak Albert menatap Hardan dengan tatapan kesal, kali ini dia bingung harus alasan apalagi.


Untung saat bersamaan Elizabeth menghubunginya, dalam sambungan telponnya dia bilang kalau dia sudah ada di loby.


"Maaf Hardan, kelihatannya dia tidak bisa makan siang bersamamu, karena dia mendapatkan tugas dari para Daddy untuk makan siang bersamaku, dan kamu tahu kan aku tidak bisa menolak keinginan Daddy," kata Albert.


Hardan sebenarnya mulai curiga, dia merasa kalau Albert memiliki perasaan terhadap Elizabeth, tapi dia akan tetap bersikeras untuk mendapatkan Elizabeth kembali, baginya sebelum ada janji sakral maka Elizabeth masih milik semua orang.


"Ya sudah Hardan aku keluar dulu, kalau kamu masih ingin di sini silakan," kata Albert lalu dirinya keluar meninggalkan Hardan sendiri di ruangannya.


Albert bergegas pergi ke loby, sebenarnya Elizabeth tidak mendapatkan tugas dari para Daddy untuk makan siang bersama dirinya. Elizabeth hanya mengantar makanan untuk Albert.


"Ini Albert makanan kamu." Elizabeth menyodorkan kotak makanan kepada Albert.


"Ayo kita makan di luar," ajak Albert.


"Tumben kamu ngajakin aku makan diluar, ada apa?" tanya Elizabeth.


"Pengen aja makan diluar bersama kamu," jawab Albert.


Elizabeth sangat senang karena Albert mengajaknya makan diluar begitu pula sebaliknya.


setelah makan Albert mengantar Elizabeth ke apartemennya, awalnya Albert bersikeras agar Elizabeth pulang ke rumahnya, tapi Elisabeth menolak kemauan Albert karena dia harus bersih-bersih apartemennya.


Beberapa saat, setelah Albert pergi Hardan menghubungi Elizabeth, dia ingin bertemu karena ada hal yang harus dibicarakan.


Sebenarnya itu hanya akal-akalan Hardan saja agar Elizabeth mau menemuinya, karena malas keluar akhirnya Elizabeth meminta Hardan datang ke apartemennya.


Dengan senang hati Hardan akan datang ke apartemen Elizabeth, Hardan yang pada dasarnya menyukai bunga, dia pun membawakan bunga yang indah untuk Elizabeth.


"Ah Hardan, kamu repot sekali, ngapain coba bawa bunga segala," kata Elizabeth.

__ADS_1


"Nggak repot kok Elizabeth, apalah arti bunga ini," sahut Hardan.


"Tapi daripada bunga ini aku lebih suka bunga uang," goda Elizabeth dengan tertawa.


Keduanya asyik mengobrol, memang tak bisa dipungkiri daripada Albert Elizabeth lebih bebas mengobrol dengan Hardan, mereka berdua seakan nyambung, topik sedikit sudah menjadi pembicaraan yang panjang dan lebar.


"Oh ya harganya ada yang ingin kamu bicarakan?" tanya Elizabeth


"Bukankah sedari tadi kita sudah bicara," jawab Hardan.


Hardan akhirnya mengungkapkan tujuannya menemui Elizabeth, sebenarnya tidak ada pembicaraan khusus yang ia ingin bicarakan, dirinya hanya rindu bertemu dengan Elizabeth itu saja.


"Apakah kamu tidak merindukan aku?" tanya Hardan.


Elizabeth nampak kikuk, rasa cinta terhadap Hardan masih ada tapi posisi Albert lebih unggul darinya.


"Jelas rindu dong, rindu ngobrol asik bersama kamu," jawab Elizabeth.


Hardan tersenyum tipis, dia paham kalau Elizabeth lebih condong ke Albert tapi sesuai mottonya, sebelum terucap janji sakral pernikahan maka Elizabeth masih menjadi milik umum.


Mereka berdoa asyik mengobrol hingga tak terasa waktu telah cepat berlalu, waktu sudah menunjukkan pukul 04.00 sore yang artinya dia harus pergi ke rumah Albert.


"Ya sudah aku pulang dulu," pamit Hardan.


Setelah kepulangan Hardan Elizabeth bergegas pergi ke rumah Albert dan saat hendak mengunci pintu, terlihat Albert yang berjalan menuju unit apartemennya.


"Untung aku ke sini dulu," kata Albert.


Sebelum pulang Albert menghubungi Paman David untuk konfirmasi apa Elizabeth sudah disana karena jika belum dia akan menjemputnya.


"ini aku mau kesana," sahut Elizabeth.


"Kita pulang bersama, Tapi sebelumnya aku ingin ke toilet sebentar," timpal Albert.


Elizabeth membuka kembali pintu apartemennya, dia mempersilakan Albert untuk masuk ke dalam.


Saat masuk, bola matanya menangkap sebuah buket bunga mawar yang besar.

__ADS_1


"Ini bunga dari siapa?"


__ADS_2