Wanita Pilihan Daddy'S (Suami Biadab 2)

Wanita Pilihan Daddy'S (Suami Biadab 2)
Dariel dan Hans Winston


__ADS_3

Uncle Sean mundur selangkah, dia sangat shock mendengar ucapan Albert. Ucapan Albert tepat sasaran, dia tidak mengira kalau anaknya tau semua akan penyiksaan yang dia lakukan terhadap mommy Rara dulu.


Uncle Sean menatap anak kesayangannya tersebut dengan mata yang berkaca.


"Uncle pasti heran bagaiamana Albert bisa tau," ucap Albert.


Uncle Sean tidak merubah pandangannya sedikit pun, dia masih setia menatap anaknya dengan mata yang berkaca.


"Albert tau segalanya Uncle, Albert tau kalau uncle lah ayah biologis Albert bukan Daddy tapi Albert mencoba menyembunyikannya karena menghargai niat kalian yang tidak ingin melihat Albert sedih," ungkap Albert.


Ketika Albert tau segalanya, dia sangat shock karena selama ini Daddy Daffa yang dianggap Daddy nya bukankah ayah biologisnya, Daffa hanya ayah pengganti bagi Albert.


Saat Albert ingin protes tanpa sengaja dia mendengar pembicaraan para Daddy yang mana mereka sepakat untuk tidak membuka identitas ayah kandung Albert karena tidak ingin Albert patah hati.


Albert yang saat itu sudah remaja memutuskan untuk ikut sandiwara para Daddy, dia berpura-pura tidak tahu akan identitas ayah kandungnya yang tak lain adalah Uncle Sean.


"Sebenarnya Albert menyayangkan sikap uncle Sean terhadap mommy yang mana uncle menikahi mommy atas dasar dendam, tidakkah hal itu dibuat pelajaran uncle?" jelas Albert dengan penuh penekanan.


"Jadi please jangan melakukan hal itu pada Albert," pinta Albert.


Sean menggelengkan kepala kemudian mendekati anaknya. Dia menepuk pundak sang anak.


"Apa yang uncle lakukan ini demi kamu Albert," ucapnya.


"Thanks uncle tapi sikap protektif uncle malah membuat Albert kecewa," sahut Albert.


"Uncle nggak mau kan Albert gantung diri di pohon pisang karena patah hati," seloroh Albert yang membuat Uncle Sean menatapnya tajam.


Saat serius seperti bisa-bisanya Albert malah bercanda.


"Pohon salak saja," sahut Uncle Sean.


Albert berharap uncle Sean mengerti dan tidak menghalangi cintanya.


Dia tidak mau hanya karena dendam terhadap ayah Elizabeth, uncle Sean melampiaskannya pada Elizabeth yang tidak tau apa-apa.


Semenjak saat itu, Uncle Sean sangat dilema antara memisahkan atau merestui hubungan Albert dan Elizabeth.


"Anda adalah ayah yang baik, saya yakin jika anda tidak akan membuat anak anda sedih," kata Paman David.


"Kamu benar David, di usiaku yang sudah senja apalagi yang aku cari selain kebahagiaan Albert," sahut Uncle Sean.


Paman David sangat senang karena Uncle Sean tidak mempermasalahkan lagi latar belakang Elizabeth sehingga perjodohan terus dilakukan.

__ADS_1


Tak hanya itu, Uncle Sean meminta paman David membuat acara pertunangan untuk Albert dan Elizabeth karena alangkah baiknya jika pernikahan mereka dipercepat.


Albert yang mengetahui rencananya para Daddy nampak senang, dia bersyukur karena uncle Sean tidak menghalangi cinta mereka lagi.


"Baby, aku punya berita bagus untuk kamu," kata Albert saat dia pulang ke apartemen Elizabeth.


Elizabeth nampak tersenyum melihat Albert yang berbunga-bunga malam ini.


"Wajah kamu nampak seperti langit malam ini tau nggak, cerah dan full senyum," sahut Elizabeth.


"Memangnya apa sih berita bagusnya," sambungnya.


Albert menarik tangan Elizabeth dan mengajaknya duduk.


"Minggu depan kita akan tunangan," bisik Albert yang membuat Elizabeth langsung memeluk kekasihnya tersebut.


Malam ini Albert mengajak Elizabeth ke rumahnya, awalnya Elizabeth menolak tapi Albert terus memaksa hingga Elizabeth mau.


Semenjak masalah dengan Uncle Sean beberapa waktu yang lalu membuat Elizabeth takut datang ke rumah Albert dia cukup sadar diri kalau jika tidak diinginkan.


"Ayo kita turun,"


Albert membuka pintu mobil sisi Elizabeth, dia mengajak Elizabeth untuk turun karena para Daddy sudah menunggu di dalam.


Tak ingin banyak drama Albert langsung menarik tangan Elizabeth dan mengajaknya turun, para Daddy mau membuat acara pertunangan otomatis mereka sudah merestui.


Saat masuk rumah ketiga Daddy sudah menunggu di ruang tamu, Elizabeth memberikan salam dan memeluk satu persatu calon mertuanya.


"Maafkan aku Elizabeth, harap dimaklumi kemarin uncle sedang tidak enak hati," kata Uncle Sean.


"Elizabeth juga minta maaf Tuan," sahut Elizabeth.


*********


"Bodoh! mencari dua orang saja tidak becus, sudah setahun ini aku membayar kalian tapi mana hasilnya!"


Setianya pria paruh baya sedang melakukan panggilan dengan anak buahnya, dia sangat kesal karena keponakan yang selama ini dia cari tak kunjung ditemukan.


Dariel Winston adalah seorang mafia kelas kakap, setahun belakangan ini dia baru tau kalau kakaknya Daniel meninggalkan sejumlah uang untuk anak dan kekasihnya, Dariel mencoba mencairkan paksa namun tidak bisa kemudian dia memutuskan untuk mencari kekasih dan anak kakaknya.


Dariel sendiri memalsukan identitasnya karena bisnis ilegal yang saat ini dia geluti, dia dibantu oleh anaknya yang bernama Hans Winston.


Di suatu pagi yang cerah, Elizabeth ingin pergi ke supermarket untuk belanja namun saat di loby tidak sengaja di menabrak seorang pria yang ternyata pria tersebut adalah Hans yang tak lain adalah sepupu Elizabeth sendiri.

__ADS_1


"Maaf, aku nggak sengaja," kata Elizabeth.


Barang bawaan Hans nampak berceceran, dia pun membantu Hans untuk memunguti barang-barangnya.


"Sekali lagi maafkan aku ya." Elizabeth mengulang permohonan maafnya.


"Its ok, nggak papa," sahut Hans.


Karena insiden tersebut telur yang dibeli Hans pecah semua sehingga dia terpaksa membuangnya, disinilah awal mula Hans dan Elizabeth berteman karena Hans harus ke supermarket kembali untuk kembali telur.


"Hay ketemu lagi," sapa Elizabeth.


"Iya, semua telur aku pecah jadi aku harus membeli lagi," sahut Hans.


Karena tadi kesalahannya, Elizabeth membelikan telur untuk Hans tapi Hans menolaknya dengan alasan dia masih memiliki banyak uang untuk membeli telur.


"Ish kalau begini mirip sekali dengan Albert," batin Elizabeth.


Awalnya hanya tidak sengaja bertemu di supermarket tapi kini mereka malah terlihat belanja bersama.


Hans sangat humble meski terkadang terlihat songong, mereka berdua asik mengobrol tanpa terasa hari semakin panas.


"Astaga aku harus memasak untuk calon suami aku," kata Elizabeth yang pamit pulang terlebih dahulu.


Hans yang sejatinya seorang Casanova tertarik dengan wajah cantik Elizabeth, terbesit keinginan untuk tidur dengan Elizabeth.


"OMG, wanita itu menggemaskan sekali," gumam Hans lalu pulang.


Setibanya di apartemen, Elizabeth langsung memasak karena jam makan siang untuk calon suami sudah dekat.


"Aku harus masak dengan cepat,"


Tanpa banyak drama, Elizabeth segera mengupas kentang, tak lupa dengan sayuran lainnya.


Tepat satu jam kemudian dia telah menyelesaikan acara masak memasaknya. Dan tinggal mengantarnya ke kantor Albert.


Untuk ketiga kalinya, Elizabeth bertemu dengan Hans di loby, Hans yang kebetulan ingin pergi ke hotel miliknya harus berjalan bersama dengan Elizabeth menuju basemen.


"Dalam sehari sudah tiga kali kita bertemu, apa mungkin kita berjodoh," goda Hans.


"Nggak usah aneh-aneh, aku sudah memiliki calon suami," sahut Elizabeth.


"Masih calon belum suami," timpal Hans.

__ADS_1


__ADS_2