Wanita Pilihan Daddy'S (Suami Biadab 2)

Wanita Pilihan Daddy'S (Suami Biadab 2)
Daddy Daffa, Paman David VS Uncle Sean


__ADS_3

Sebuah foto yang dikirim ke email paman David mendapat perhatian khusus dari uncle Sean, seorang wanita paras cantik dalam keadaan hamil, disana bertuliskan nama Teresia, kekasih Daniel.


Uncle Sean tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, foto wanita ini jelas tidak asing karena foto ini pernah dilihatnya saat pemakaman ibu Elizabeth.


Sekujur tubuhnya mengeluarkan keringat dingin, tangannya mengepal, dia tidak menyangka kalau dia dan juga David serta Daffa yang membawa anak pembunuh mommy Rara masuk ke dalam rumahnya.


Uncle David mengusap rambutnya dengan kasar, meski tidak ingin ada dendam namun hatinya tidak terima jika anak dari pembunuh wanita yang dia cintai menjadi menantunya.


"Bagaiamana mungkin, anak pembunuh Rara menjadi menantuku?" gumam uncle Sean.


Beberapa saat kemudian Paman David datang, melihat Uncle Sean duduk di depan laptop miliknya membuatnya ketar-ketir, wajahnya sudah memucat.


Beliau menghela nafas kemudian berjalan perlahan mendekati uncle Sean.


"Apa yang anda cari Tuan?" tanya Paman David.


Uncle Sean menjawab pertanyaan Paman David dengan tatapan tajam, hatinya mulia tak karuan, satu yang dipikirkan paman David yaitu foto ibu Elizabeth.


"Kenapa kamu tidak bilang padaku mengenai foto ini."


Aura dingin mulai menyelimuti pembicaraan mereka berdua, alasan utama paman David tidak memberitahukan perihal foto tersebut kepada uncle Sean karena berdampak pada hubungan Albert dan juga Elizabeth, yang mana merekalah yang memaksa Albert maupun Elizabeth untuk berhubungan.


"Sekarang aku akan bertanya balik," sahut Paman David.


"Setelah anda tahu kalau kekasih Daniel adalah ibu Elizabeth, apakah anda masih berniat untuk menjodohkan mereka?" tanya Paman David.


Ini gantian uncle Sean yang terdiam, tak bisa dipungkiri setelah tahu Elizabeth adalah anak Daniel, dia memang berniat untuk menyudahi perjodohan ini, toh sedari awal Albert


juga tidak menyetujuinya begitu pula dengan Elizabeth.


"Kita sudahi saja perjodohan gila ini, bukankah baik Albert maupun Elizabeth tidak saling cinta?" jawab Uncle Sean.


Nah inilah yang membuat Paman David tidak memberitahu perihal foto kekasih Daniel kepada uncle Sean. Sudah pasti Uncle Sean akan membatalkan perjodohan ini.

__ADS_1


"Inilah alasannya Tuan," sahut Paman David.


"Jadi menurutmu aku tetap harus menjodohkan anakku dengan anak orang yang telah membunuh mommy nya?" timpal uncle Sean dengan penuh penekanan.


Paman David juga merasa bingung, jika dia berada di posisi uncle Sean yang merupakan ayah kandung Albert mungkin dia juga akan sama membatalkan perjodohan ini.


Tanpa bicara apa-apa uncle Sean pergi meninggalkan Paman David, dia pergi ke ruang kerjanya tak lupa dia memanggil Daffa untuk diajak berunding.


"Ada apa anda memanggil saya Tuan Sean?" tanya Daddy Daffa setelah Daddy Daffa masuk ke dalam ruang kerja uncle Sean.


Uncle Sean memerintahkan Daddy Daffa untuk duduk.


"Bagaimana menurutmu, jika gadis yang kita jodohkan dengan Albert adalah anak dari pembunuh Rara,"


Ucapan uncle Sean bak petir di siang hari bagi Daddy Daffa, dia masih merasa ambigu dengan ucapan sahabat serta mantan majikannya tersebut.


"Apa maksud anda?" tanya Daddy Daffa.


Uncle Sean menjelaskan semuanya, mulai informasi yang dia dapat dari surat kabar hingga dia memerintahkan anak buahnya untuk mencari kekasih dan anak Daniel.


"Lalu apa rencana Anda?" tanya Daddy Daffa.


"Tentu aku tidak ingin memiliki menantu anak dari pembunuh istriku," jawab Uncle Sean.


"Tapi bagaimana dengan Albert Tuan, dia dan Elizabeth sudah menunjukkan tanda-tanda kalau mereka saling mencintai," ungkap Daddy Daffa.


"Sebelum cinta mereka semakin dalam, kita pisahkan mereka," kata Uncle Sean.


Daddy Daffa menghela, meskipun dia juga sangat mencintai Rara tapi dia tidak akan egois, menurutnya Elisabeth tidak mengerti apa-apa, tentu tidak adil jika perjodohan Ini dibatalkan begitu saja, mengingat dulu merekalah yang bersikeras untuk menjodohkan mereka.


"Saya tidak setuju Tuan," ucap Daddy Daffa.


Uncle Sean menatap Daddy Daffa dengan tajam, dia sangat kesel sekali pada Daddy Daffa yang tidak mendukungnya.

__ADS_1


"Apa maksud kamu Daffa?" tanya Uncle Sean.


"Saya sudah kehilangan Rara, dan saya tidak ingin kehilangan Albert, dialah anak satu-satunya yang saya miliki, saya tidak mau hanya karena dendam dan egois saya kehilangannya," jawab Daddy Daffa.


Apa yang dilakukan Daddy Daffa bukan berarti tidak ada alasannya, sudah jelas kalau Albert mencintai Elizabeth, jika nekat Untuk membatalkan perjodohan ini, maka Albert akan bersedih dan hal yang parah adalah dia bisa saja keluar dari rumah.


"Kamu dan David sama saja," maki Uncle Sean.


Memang Daddy Daffa dan paman David bukanlah pilihan mommy Rara, namun mereka sangat bijak daripada uncle Sean.


"Kami hanya tidak mau merusak apapun Tuan, kemarin kita yang bersikeras menjodohkan mereka, jika kita tiba-tiba membatalkan perjodohan ini, bagaiamana dengan perasaan mereka?" jelas Daddy Daffa


"Tapi dia anak dari Daniel." Uncle Sean tetap bersikeras.


Daddy Daffa yang tidak tahu harus bilang apa lagi pun meninggalkan uncle Sean di ruang kerjanya, meski Elizabeth adalah benih dari Daniel tapi dia memiliki kepribadian yang baik, dia juga gadis yang penurut.


Kejadian itu sudah berpuluh tahun yang lalu, untuk apa masih mereka sudah bahagia dengan Albert meski tanpa kehadiran mommy Rara.


Daddy Daffa pergi menemui paman Sean, dia meminta solusi atas apa yang telah terjadi saat ini.


"Aku lega setidaknya aku memiliki teman," ungkap Daddy Daffa.


"Aku menyayangkan sikap Tuan Sean Daffa, kalau sampai dia membatalkan perjodohan ini, aku takut jika Albert patah hati," sahut Paman David.


"Dia sudah kehilangan cinta pertamanya, aku tidak mau saat dia sudah memulai move on dan menerima cinta lain papanya sendiri lah yang menghancurkannya,"


Paman David sangat takut jika hal itu akan terjadi, meski Albert bukanlah anak kandungnya tapi dia sangat menyayangi Albert.


"Kita tidak bisa membatalkan perjodohan ini, baru kali ini aku bisa melihat cinta di mata Albert, jangan sampai karena keegoisan Sean dia menderita lagi seperti dulu," sahut Daddy Daffa.


Kedua pria paruh baya ini memikirkan cara agar perjodohan anaknya tetap berlanjut.


"Kita harus berjuang keras mempertahankan kebahagiaan Albert, meski Tuan Sean akan menjadi lawan kita," timpal Paman David.

__ADS_1


"Dari kecil akulah yang merawat Albert jadi tidak akan aku biarkan dia merenggut kebahagiaan Albert meski dia adalah ayah kandungnya," sambung Daddy Daffa.


Paman David maupun Daddy Daffa akan terus memperjuangkan kebahagiaan anaknya walaupun papa Sean akan menentangnya.


__ADS_2