Wanita Pilihan Daddy'S (Suami Biadab 2)

Wanita Pilihan Daddy'S (Suami Biadab 2)
Hilang


__ADS_3

Semua nampak karena apa dan Elizabeth sudah baikan. Dalam suatu hubungan pertengkaran adalah hal yang lumrah, karena pertengkaran itulah yang membuat suatu hubungan lebih erat.


Baik Albert maupun Elizabeth saling meminta maaf atas kesalahan yang telah mereka lakukan, Albert berjanji tidak akan membuat malu Elizabeth di depan umum begitu juga sebaliknya tidak akan dekat dengan pria lain.


"Tapi boleh kok dekat dengan Daddy Daddy aku," sahut Albert.


Elizabeth tertawa kemudian mencubit perut Albert.


"Auwwww sakit," pekik Albert.


mendengar teriakan sakit dari Albert membuat para Daddy segera berlari mendekati Albert dan Elizabeth.


"Ada apa?" tanya para Daddy.


"Ini aku dianiaya calon mantu kalian," jawab Albert dengan terkekeh.


"Astaga aku kira ada apa," sahut Daddy Daffa.


Tak ingin diganggu para Daddy Albert dan Elizabeth memutuskan pindah ke kamar, mereka ingin bicara dari hati ke hati dan juga melepas rindu karena seharian tak saling bertegur sapa.


Keesokannya Hans datang lagi ke kantor Albert terkait kerja sama mereka, sebenarnya Albert masih kesal dengan Hans tapi untuk menjaga keprofesionalan dalam pekerjaan dia mengabaikan rasa kesalnya.


"Setelah aku dan calon istriku menikah, kita akan mengunjungi pembangunan resort kita," kata Albert.


Hans sangat cemburu tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena memang Elizabeth bukan miliknya.


"Oh ya maaf untuk kejadian kemarin karena gara-gara aku kalian bertengkar," ucap Hans.


"Nggak papa, kami sekarang juga sudah baikan," sahut Albert.


Mengetahui Albert dan Elizabeth baikan membuat Hans lagi-lagi kesal, padahal dia berharap hubungan Albert dan Elizabeth renggang.


"Syukurlah kalau begitu," timpal Hans.


Sepulang dari kantor Albert, Hans bingung memikirkan cara untuk memisahkan Elizabeth dari Albert, dia ingin memiliki Elizabeth untuk dirinya.


"Aku harus bisa mendapatkan Elizabeth," gumam Hans.


Hans mondar-mandir memikirkan cara untuk mendapatkan Elizabeth, karena kalau dia tidak segera bertindak maka Elizabeth akan menjadi milik Albert selamanya.


Beberapa waktu kemudian bibirnya menyunggingkan senyuman, iya sudah tahu bagaimana cara untuk mendapatkan Elizabeth.


"Aku rasa tidak ada cara lain selain cara ini." Hans bermonolog dengan dirinya sendiri.


********

__ADS_1


Sebelum melancarkan aksinya, Hans berpura-pura datang ke unit apartemen Elizabeth untuk meminjam penggorengan.


Elizabeth yang mendengar kalau Hans ingin meminjam penggorengan pun nampak tertawa, menurutnya sangat lucu melihat seorang lelaki meminjam penggorengan pada tetangganya.


"Kamu mau masak apa?" tanya Elizabeth dengan menahan tawa.


"Kenapa sih, lucu ya kalau cowok memasak," sahut Hans dengan kesal.


"Nggak juga sih, tapi kan kamu seorang pebisnis besar Hans, kenapa nggak meminta Koki memasak untuk kamu," timpal Elizabeth.


Hans menggelengkan kepala, dirinya lebih senang memasak sendiri daripada meminta bantuan koki.


"Ya sudah nanti aku cicipi," tukas Hans lalu pergi dengan membawa penggorengan yang baru dipinjamnya dari Elizabeth.


Tak berselang lama harus menghubungi Elizabeth dan memintanya untuk makan bersama di samping kolam renang.


Awalnya Elizabeth menolak tapi Hans terus memaksa sehingga mau nggak mau Elizabet mengikuti keinginan Hans.


"Kamu masak apa?" tanya Elizabeth.


"Sesuatu yang enak," jawab Hans.


Elizabeth nampak makan dengan banyak karena memang masakan Hans sangat enak.


"Astaga Hans aku nggak menyangka ternyata masakan kamu sangat enak," puji Elizabeth.


Hans nampak tersenyum dengan pujian Elizabeth.


Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam, Albert yang baru pulang dari kantor langsung menuju apartemen Elizabeth.


Saat Albert masuk apartemen nampak sepi, berkali-kali dia memanggil Elizabet tapi tak ada sahutan, Albert mengurutkan alisnya dan bingung hingga akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke kamar.


Saat masuk kamar lagi-lagi potong hidung Elizabeth tidak nampak, Albert berpikiran mungkin Elizabeth di dalam kamar mandi namun beberapa saat menunggu tak ada suara apapun dari kamar mandi.


Rasa khawatir mulai muncul yang dibarengi dengan rasa kesal.


"Kemana sih, tau kalau aku akan pulang kenapa malah keluyuran," gerutu Albert.


Albert berusaha menghubungi Elizabeth tapi nomor Elizabeth tidak aktif.


Meski rasa khawatir mengejarnya habis-habisan, iya berusaha untuk tenang.


"Mungkin ada di rumah," gumam Albert.


Albert mencoba menghubungi para Daddy, tapi mereka bilang kalau Elizabeth tidak datang ke rumah.

__ADS_1


Seketika darah Albert berdesir, tak biasanya Elizabeth bersikap seperti ini apalagi mereka tidak ada masalah apapun.


Tanpa pikir panjang Albert meminta anak buahnya untuk mencari Elizabeth, sedangkan dirinya meminta pihak apartemen untuk menunjukkan CCTV.


Tanpa diduga CCTV hari ini mengalami gangguan, semua rekaman nampak gelap gulita tidak ada gambar yang bisa dilihat.


Dengan keadaan yang sangat panik Albert mencoba menghubungi Paman David hanya dialah yang saat ini bisa diandalkan.


"Tenangkan dirimu, jangan panik dan berpikir positif," pesan paman David.


Melihat anaknya dalam masalah para Daddy bergegas datang ke apartemen.


Uncle Sean meminta paman David untuk mencari keberadaan Elizabeth.


Semua anak buah Albert dan paman David dikerahkan untuk mencari Elizabeth, Albert juga menghubungi semua teman Elizabeth tapi nihil tak ada satupun yang mengetahui keberadaan Elizabeth.


"Kalau CCTV tidak bisa dilihat, berarti memang ada yang menyabotasenya," ucap Paman David.


"Sepemikiran aku," sahut Uncle Sean.


Semalaman mereka semua mencari Elizabeth tapi tak satupun yang berhasil menemukannya.


Albert salah sedih karena tak ada yang tahu dimana Elizabeth berada.


"Kamu ingat-ingat lagi Albert, apakah kamu memiliki musuh?" tanya Daddy Daffa.


Daddy Daffa khawatir hal serupa terjadi, dulu mommy Rara juga dibunuh oleh musuh Uncle Sean.


"Selama ini Albert tidak pernah memiliki musuh Dad, kalau rival bisnis banyak," jawab Albert.


Hingga keesokan harinya Elizabeth tak kunjung ditemukan, akhirnya mereka semua meminta bantuan pihak berwajib bahkan mereka berani membayar orang untuk membantu mencari Elizabeth.


Orang-orang yang dibayar untuk mencari Elizabeth menempel foto-foto Elizabeth di setiap tempat umum, Albert juga akan membayar banyak pada orang yang bisa menemukan Elizabeth.


Tiga hari telah berlalu tapi tak ada satupun yang mampu menemukan keberadaan Elizabeth, hal ini benar-benar membuat Albert tak berdaya.


Hardan yang mendengar berita hilangnya Elizabeth juga nampak panik begitu pula dengan Hans, mereka menawarkan bantuan untuk ikut mencari Elizabeth.


"Terima kasih," kata Albert.


"Aku akan membantu semaksimal mungkin Albert," sahut Hans.


"Aku juga Albert," tambah Hardan.


Albert sangat berterima kasih kepada partner bisnisnya, dia tidak menyangka kalau mereka ikut serta dalam mencari Elizabeth.

__ADS_1


Hilangnya Elizabeth berapa hari terakhir ini membuat Albert tak karu-karuan, makan tak kenyang, mandi tak basah dan tidur tak nyenyak, persis seperti kata Atuk dalang dalam serial U dan I saat kehilangan ayam kesayangannya.


"Kamu harus kuat Albert, kita semua sedih disini tapi jangan menyiksa diri seperti ini," pesan Daddy Daffa.


__ADS_2