Wanita Pilihan Daddy'S (Suami Biadab 2)

Wanita Pilihan Daddy'S (Suami Biadab 2)
Bertengkar


__ADS_3

"Katakan kenapa kamu telat sayang," bisik Albert.


Elizabeth tertawa sambil mengangkat telunjuk dan jari tengahnya, dia tentu tidak bilang alasan kenapa telat mengantar makan siang untuk Albert.


"Tidakkah kamu tahu, kalau calon suamimu ini kelaparan dari tadi,"


Elizabeth menggelengkan kepala kemudian membalikkan badannya, dia menatap Albert yang dari tadi menggodanya.


"Mana aku tahu, kalau calon suamiku ini kelaparan," sahut Elizabeth.


"Lihatlah perutku,"


Albert menunjukkan perutnya yang datar, sungguh persis sekali dengan anak kecil yang menunggu jatah makan dari mommy nya.


"Dah ah, nggak sudah lebay lagian cuma telat tiga puluh menit," kata Elizabeth.


Tak ingin banyak drama Elizabeth menarik tangan Albert, dia mengajak Albert duduk karena sudah lelah berdiri.


Elizabeth membuka kotak makan yang dia bawa, baunya sangat harum sehingga membuat Albert tak sabar ingin menyantap makan siangnya.


"Hmmmm, baunya harum sekali,"


Hidung Albert terus mengendus bau makanan yang dibawakan oleh Elizabeth.


"Sudah nggak sabar ingin memakan kamu," goda Albert.


"Sabar dulu Tuan Albert," sahut Elizabeth.


******


hari pertunangan Elizabeth dan Albert telah tiba, Elizabeth sangat cantik dengan gaun simple nan elegan begitu pula dengan setelan jas warna abu-abu.


Kedua pasangan ini tak seperti putri dan juga pangeran negara Inggris, bagaimana tidak pesta pertunangan mereka didatangi tamu-tamu penting dan juga pejabat negara tersebut.


Hardan juga turut serta memeriahkan acara pertunangan Elizabeth dan juga Albert, hatinya sangat hancur melihat wanita yang disayanginya bertunangan dengan temannya.


"Tahu seperti ini dulu aku tidak akan pergi," gumam Hardan.


Penyesalan tinggallah penyesalan, sudah tidak ada kesempatan bagi Hardan untuk kembali kepada Elizabeth, merebut Elizabeth dari Albert sama saja menghancurkan masa depannya.


Hans yang baru mengetahui kalau calon suami Elizabeth adalah Albert nampak menyunggingkan senyuman, sejak dulu dia sangat iri akan keberhasilan Albert di dunia bisnis bahkan dia dan ayahnya ingin membalas dendam akan kematian Daniel.


"Lihatlah dad, Albert musuh kita bertunangan," kata Hans.

__ADS_1


"Iya," sahut Dariel.


"Apa rencana kamu?" tanya Dariel.


"Aku tertarik dengan calon istrinya dan aku ingin...."


Hans tidak melanjutkan ucapannya dan Dariel daddy nya cukup tahu apa yang dipikirkan oleh anaknya.


"Daddy akan mendukungmu, Albert hancur kamu mendapatkan calon istrinya," ucap Dariel dengan tertawa.


Dariel adalah manusia yang kejam dan juga licik berbeda dengan Hans yang memiliki hati cukup cukup baik meski ada beberapa sifat buruk dari Dariel yang menurun kepadanya.


Pesta pertunangan Albert dan Elizabeth sangat meriah bahkan pesta mereka disiarkan secara live di seluruh tv swasta negara Inggris.


Tak hanya Tv swasta, pesta pertunangan mereka juga dimuat di internet seperti aitub, toktok, wajahbook dan juga onsgram. Semua berita tranding memuat pesta pertunangan Albert dan Elizabeth.


"Pesta mereka sungguh meriah," kata Paman David.


"Iya benar, anakku sangat bahagia," sahut Daddy Daffa.


Ketiga Daddy sangat bahagia melihat putra semata wayang mereka bahagia, mereka merasa lega karena Albert telah menemukan cintanya.


Beberapa waktu telah berlalu, Hans Winston ke kantor Albert untuk menawarkan kerjasama, dia menawarkan proyek resort mewah yang terletak di pesisir pantai.


Mendengar presentasi dari Hans yang sangat memukau membuat Albert berminat untuk melakukan kerjasama.


"Bagaimana kamu bisa yakin akan hal itu?" tanya Albert.


"Anda adalah pemilik perusahaan besar, nama anda sudah dikenal banyak orang sedangkan perusahaan kami merupakan perusahaan properti yang cukup terkenal, meski tidak sebesar perusahaan anda tapi banyak hotel resort dan sejenisnya yang telah kami bangun jadi gabungan perusahaan anda dan perusahaan saya tentu akan menjadi sangat terkenal," jelas Hans.


Albert langsung menyetujui kerjasama yang ditawarkan oleh Hans, memang kepiawaian Hans dalam melakukan presentasi patut diacungi jempol, dirinya sangat ahli membuat orang tertarik dengan apa yang dia tawarkan.


Dari kerjasama yang terjalin akan membuat Hans sering datang ke kantor Albert dengan begitu dia akan sering bertemu dengan Elizabeth yang setiap jam makan siang datang ke kantor Albert.


Sebenarnya bisa saja langsung menemui Elizabeth di apartemen apartemen mereka juga sama tapi Hans tidak mau dengan berbagai pertimbangan.


Benar saja keesokan harinya Hans bertemu Elizabeth di loby kantor Albert, sentuh hal ini membuat Elizabeth heran, dirinya bertanya-tanya apa yang dilakukan Hans di kantor calon suaminya?


"Elizabeth," panggil Hans.


"Hans," balas Elizabeth.


"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Hans yang pura-pura tidak tahu jika Albert adalah calon suami Elizabeth.

__ADS_1


"Aku baru saja mengantar makan siang untuk calon suamiku," jawab Elizabeth.


"Memangnya siapa calon suami kamu?" tanya Hans lagi.


"Albert," jawab Elizabeth.


Hans berpura-pura kaget, dia berekspresi syok berat.


"OMG, astaga Elizabeth ternyata tetanggaku adalah calon istri seorang bos besar," puji Hans.


Elizabeth tertawa mendengar pujian Hans, seketika dia salah tingkah, pujian Hans benar-benar tepat sasaran.


"Ih Apaan sih kamu Hans," ucap Elizabeth dengan tersipu malu.


"Oh ya, bagaimana dengan kamu? ada urusan apa sehingga kamu datang ke kantor ini?" tanya Elizabeth kemudian.


"Calon suami kamu adalah partner aku, kami berdua terlibat dalam proyek yang sama yaitu pembangunan resort di pesisir pantai," jawab Hans.


Elizabeth sungguh tak percaya kalau Hans adalah seorang pebisnis juga.


Semenjak hari itu mereka sering bertemu, Hans dan Elizabeth sering mengobrol berdua dari sinilah timbul lah cinta, alih-alih ingin menghancurkan Albert dan meniduri Elizabeth, Hans malah jatuh cinta kepada sepupunya tersebut.


Di suatu hari, Albert tak sengaja melihat Elizabeth dan Hans mengobrol asik di lobby kantornya, mereka yang sudah akrab tentu tidak sungkan lagi hal ini membuat Albert cemburu.


Dengan keras Albert menarik tangan Elizabeth lalu dia menjatuhkan tangannya tepat di pipi Hans.


"Albert apa yang kamu lakukan!" teriak Elizabeth.


"Seharusnya aku yang bertanya, apa yang telah kalian lakukan?" tanya Albert balik.


"Kamu hanya mengobrol," jawab Elizabeth.


"Bohong!" hardik Albert.


Sorot mata Albert mengisyaratkan kecemburuan, dirinya kini benar-benar dikuasai oleh rasa cemburu sehingga membuat Albert tidak bisa berpikir jernih.


Di depan semua staf Albert memarahi Elizabeth tentu hal ini membuat Elizabeth sangat malu, kalaupun Albert sangat marah seharusnya tidak memarahi Elizabeth di depan umum.


"Apa pantas seorang yang sudah memiliki calon suami bercanda seperti itu dengan laki-laki," maki Albert.


"Ok fine, aku minta maaf jika aku salah," sahut Elizabeth. yang langsung meninggalkan lobby kantor.


Elizabeth yang sangat kecewa memutuskan untuk pulang, hatinya sangat sakit karena Albert memarahinya di depan umum.

__ADS_1


Di sisi lain Hans nampak menyunggingkan senyuman, pertengkaran antara Elizabeth dan Albert membuatnya mudah untuk masuk dan memprovokasi Elizabeth.


"Bagus Albert, semakin kamu membuatnya kecewa dan marah aku akan lebih gampang untuk memprovokasinya," batin Hans.


__ADS_2