Wanita Pilihan Daddy'S (Suami Biadab 2)

Wanita Pilihan Daddy'S (Suami Biadab 2)
Sandiwara


__ADS_3

"Kami sudah mendapatkan info tentang kekasih kakak anda dan juga anaknya Tuan," lapor anak buah Dariel.


Dariel menyunggingkan senyumannya, akhirnya kini dia bisa mencairkan uang yang ditinggalkan oleh kakaknya.


Anak buah Dariel menjelaskan kalau kekasih kakak Dariel telah meninggal tapi kini anaknya akan menikah dengan Albert yang merupakan anak musuh Daniel.


"Astaga sempit sekali ini dunia ini," gumam Dariel.


Anak buah Dariel memberikan foto Teresia kekasih Daniel dan juga foto Elizabeth kepada Dariel.


Meski niat awalnya jahat namun saat melihat foto keponakannya entah kenapa ada rasa sayang yang tersirat.


Dia teringat kembali mendiang kakaknya, walaupun Daniel sangat dingin tapi dia sangat menyayangi Dariel.


"Walaupun niat awalku mencari mereka untuk mendapatkan uangmu tapi setelahnya aku janji akan menjaga anak kamu Daniel," gumam Dariel.


Dariel meletakan foto keponakannya kembali kemudian memerintahkan anak buahnya untuk mencari Elizabeth.


"Cari keponakanku," titah Dariel.


"Semua orang tengah mencari nona Elizabeth Tuan karena nona Elizabeth dinyatakan hilang," lapor anak buah Dariel.


Dariel mengeritkan alisnya, bagiamana bisa Elizabeth bisa menghilang padahal dia berada dalam lingkup orang-orang hebat.


"Ternyata kalian tidak becus menjaga keponakanku," gumam Dariel.


Tak ingin terjadi apa-apa dengan Elizabeth, Dariel memerintahkan anak buahnya untuk mencari Elizabeth.


"Kerahkan semua anak buah kita untuk mencari Elizabeth," titah Dariel.


Semua dikerahkan untuk mencari Elizabeth tanpa dia tahu kalau Hans anaknya sendiri yang menculik Elizabeth.


Di sisi lain Hans terus saja membujuk Elisabeth, dirinya yang sudah cinta mati tak peduli dengan perasaan Elizabet karena bagi Hans yang terpenting Elizabeth bersamanya.


"Kenapa kamu tidak mengerti Hans, aku tidak mencintaimu dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah mencintaimu," tegas Elizabeth.


Mendapatkan penolakan tegas dari Elizabeth membuat Hans marah, seketika tangannya mengepal. dia sudah tidak sabar lagi menunggu Elizabeth sampai mau menerimanya.


"Aku tidak pernah sesabar ini dengan wanita, tapi kamu tidak tahu terima kasih jadi kini jangan salahkan aku jika aku memaksamu,"


Tatapan Hans sungguh mengerikan, sehingga membuat Elizabeth ketakutan.


"Kamu mau apa Hans?" tanya Elizabeth dengan takut.


Hans melonggarkan dasinya, kemudian membuang jas yang dipakainya.


Dia segera menarik Elizabeth dan melemparnya ke atas ranjang.


Melihat rok Elizabeth yang sedikit naik ke atas membuat hasrat Hans muncul dirinya sungguh tidak sabar untuk menikmati tubuh Elizabeth.


"Aku tidak suka sebuah penolakan," kata Hans.

__ADS_1


Hans segera naik ke atas tempat tidur, dia memegangi tangan Elizabeth dan menguncinya.


Tanpa basa basi dia mencium Elizabeth dengan paksa, dia tidak memberikan celah sedikitpun pada Elizabeth untuk bicara dan terus saja membungkam mulut Elizabeth dengan mulutnya.


Mata Elizabeth mengeluarkan air matanya, tubuhnya terus meronta meski Hans telah mengunci tubuhnya dengan kuat.


Dengan tenaga yang dimilikinya Elizabeth mendorong tubuh Hans sehingga pautan mereka terurai dan ini adalah kesempatan Elizabeth untuk menyingkir.


"Kamu sudah gila Hans," teriak Elizabeth.


Hans menyunggingkan senyuman lalu menatap Elizabeth dengan tatapan liciknya.


"Kamu benar aku memang sudah gila, ini semua karena cintamu," sahut Hans.


Elizabeth memutar otaknya, jika dia terus bersikeras seperti ini maka Hans akan memaksanya dia tidak mau berakhir di ranjang dengan Hans, bagaimanapun juga dia harus mempertahankan miliknya untuk Albert calon suami yang sangat dicintai.


"Oke fine," sahut Elizabeth pasrah lebih tepatnya pura-pura pasrah.


Elizabeth akan berusaha mencintai Hans dengan syarat, dia meminta waktu kepada Hans agar cintanya bisa tumbuh selain itu dia meminta Hans untuk tidak mengunci pintu kamarnya karena dia ini bebas berkeliaran di dalam rumah.


"Dan lagi jangan pernah memaksa aku lagi Hans aku mohon," pinta Elizabeth.


Hans nampak berpikir namun akhirnya dia setuju akan permintaan Elizabeth meski resikonya sangat besar karena membiarkan Elizabeth berkeliaran di dalam rumah yang sewaktu waktu bisa kabur.


"Baiklah," sahut Hans pasrah.


Rencananya Elizabeth akan mencari celah untuk bisa keluar dari rumah Hans tapi pertama-tama dia ingin membuat Hans percaya dulu kepadanya.


"Aku akan berusaha mencintai kamu Hans beri aku waktu," pinta Elizabeth.


"Baiklah," sahut Hans.


Untuk membuat musuh terkecoh kita memang harus mengikuti alur yang diinginkan musuh setelah mereka lengah baru pelan-pelan keluar alur.


Malam harinya Elizabeth keluar kamar, dia ingin memasak untuk dirinya dan juga Hans.


"Kamu kamu kemana?" tanya Hans.


"Memasak," jawab Elizabeth.


Dia menuju dapur untuk mulai memasak, saat membuka pintu kulkas dirinya melihat banyak daging.


Seketika mata Elizabeth membasah karena dirinya sangat merindukan Albert.


"Aku sangat merindukan kamu Albert," batin Elizabeth dengan air mata yang jatuh.


Dengan segera dia menyeka air matanya lalu mengambil daging, rencananya dia ingin memasak steak.


Saat ingin asik memasak tiba-tiba sebuah tangan melingkar di perutnya tentu hal ini membuatnya kaget dan tak nyaman.


"Perlu bantuan?" tanya Hans.

__ADS_1


Elizabeth menggelengkan kepala berharap Hans meninggalkannya masak sendiri namun yang terjadi justru kebalikannya Hans semakin erat memeluk tubuhnya.


"Tapi aku ingin memasak berdua," ucap Hans.


Elizabeth menghela nafas kemudian membalikkan badannya.


"Ya sudah bantu aku mengupas sayurnya," kata Elizabeth.


Hans segera menurut dia mengambil pisau dan mulai mengupas sayur, dalam proses memasak Hans dan Elizabeth banyak cerita dan bercanda seolah tidak terjadi apa-apa.


"Hmmmm masakan aku enak sekali,"


Elizabeth memuji masakannya sendiri tak hanya itu dia juga mengambil secuil dan menyuapkannya ke Hans.


"Coba Hans," kata Elizabeth.


Saat menerima suapan daging dari Elizabeth bola mata Hans melebar, steak buatan Elizabeth memang enak sekali.


"Enak sekali," puji Hans.


Dia meminta Elizabeth menyuapinya lagi hingga tak terasa Hans sudah makan hampir setengah daging yang ada di piring.


"Astaga lama-lama habis ini," celetuk Elizabeth.


Hans tertawa kemudian mencubit hidung Elizabeth yang menurutnya semakin menggemaskan.


Setelah memindahkan makanan mereka di meja makan, Hans meminta Elizabeth untuk menyuapinya.


"Nggak, kamu kan sudah besar masak iya makan minat disuapi," tolak Elizabeth.


Hans memohon dengan tatapan puppy eyes sehingga membuat Elizabeth tak bisa menolak kemauan Hans.


"Baiklah baiklah,"


Akhrinya Elizabeth menyerah dan menyuapi Hans tanpa terasa steak bagian Hans telah habis.


"Sudah habis Hans," kata Elizabeth.


"Iya kini gantian aku yang menyuapi kamu," sahut Hans.


**********


Tak terasa sudah dua Minggu berlalu, Hans sungguh pintar menyembunyikan Elizabeth tak hanya pihak Albert yang tidak bisa menemukan, anak buah papanya juga sama, tak ada satupun yang mampu menemukan Elizabeth.


"Albert, kamu harus semangat. Jika kamu seperti ini terus bagiamana bisa Elizabeth ditemukan?"


Hans seolah ikut sedih berusaha menyemangati Albert yang mabuk di kamar.


"Bagaiamana aku bisa semangat Hans jika separuh jiwaku hilang," sahut Albert.


"Aku janji akan segera membawa Elizabeth datang padamu," timpal Hans dengan tersenyum licik

__ADS_1


__ADS_2