Want To Be A Lazy Lady

Want To Be A Lazy Lady
episode 10


__ADS_3

'kakak? Apa yang kamu lakukan disini? Dan apa apaan dengan bajumu itu' ucapku


'kakak memutuskan untuk ikut denganmu melihat festival' ucapnya


'kenapa? bukankah tugas pangeran mahkota sangat banyak?' ucapku


'kebetulan sekarang senggang' ucapnya


'bukankah seharusnya kamu menemui pacarmu kak' ucapku, kau seharusnya bersama Nadhira ngapain kau disini


'sekali kali bermain bersama keluarga bukankah lebih baik' ucapku


'hah? kakak aneh' ucapku, di novel Elvan sangat menempel dengan Nadhira, sampai sampai tidak bersama dengan anggota keluarganya, dia terlalu berfokus sama Nadhira dan tidak peduli dengan Rean, dan akhirnya Rean mati.


'karena kakak sudah disini, tidak baik kalau kamu mengusir kakak' ucap Elvan


'baiklah kakak boleh ikut' ucapku, apa dia mau memantauku?


'bagus' ucapnya, raut wajahnya terlihat senang


'tapi kau datang terlalu cepat dari waktunya kak' ucapku


'benarkah?' tanyanya


tok tok tok


hm? siapa lagi ini

__ADS_1


'masuk' ucapku


'kak Natha~' ah ini Rean


'eh ada kak Elvan juga?' ucap Rean


'Rean!' ucapku


'hallo adik kecil' ucap Elvan


'duduklah disini' ucapku menepuk sofa yang sedang ku duduki, Rean berjalan dan duduk disampingku


'kak Elvan juga ikut?' tanya Rean


Elvan tersenyum lalu mengangguk, lalu Rean melihatku


'iya, kelihatannya sih seperti itu' ucapku, sambil mengangkat kedua bahuku


'tapi kak, kenapa kakak belum bersiap siap?' ucap Rean


'bukannya masih lama?' tanyaku, aku kan baru saja rebahan dan kalian tiba tiba datang


'tapi sekarang mataharinya sudah hampir ga kelihatan tuh' ucap Elvan


'hah? kenapa cepat sekali, bye aku mau siap siap' ucapku, berdiri dan berlari naik ke tangga


'ahaahahah hati hati kak' ucap Rean, aku menoleh kebelakang dan melihat Rean tertawa keras dan Elvan? Hah kau menahan tawamu kan, dasar kalian

__ADS_1


Sekitar setengah jam aku bersiap siap, aku melihat diriku di cermin. Natha sangat cantik, rambut pirang keemasan yang menandakan kalau dirinya keluarga kerajaan juga sangat cantik. Oh iya bukankah tadi Elvan sama Rean mengubah warna rambut mereka? Jadi warna hitam? Apakah aku wajib mengubah warna rambutku?


'nona, ini pengubah warna rambut anda' ucap ami menyerahkan alat kecil, hm apakah ini artefak sihir, tunggu bagaimana menggunakannya


'silahkan sentuh artefaknya dan pikirkan rambut yang anda mau nona' ucap Martha, oh begitu? Martha kamu sangat peka sekali


Rambut apa yang harus aku pakai, hm? Karena bola mata Natha berwarna biru, bagaimana-


'nona! Yang Mulia Duke sudah datang!!' ucap Martha


Huft masa bodoh dengan rambut, baiklah aku ambil warna hitam seperti yang lainnya saja. Aku keluar dari kamarku, dan turun ke ruang tamu. Aku melihat Rean, Elvan juga Reykaz, kenapa hidupku jadi semakin merepotkan.


Rey melihatku, lalu dia datang kearahku, dia mengulurkan tangannya. Ini Formalitas Leona, ayo kasih tanganmu. Aku memberikan tanganku, dia mencium punggung tanganku dan menuntunku.


'jadi Natha, apakah kedua pangeran ini akan ikut?' tanyanya sambil melihatku


'mereka ingin pergi ke festival dan ingin pergi bersama kita' ucapku


'benarkah? hufft baiklah' ucapnya murung


'ada apa? kamu sakit?' tanyaku melihatnya


'tumben perhatian' ucapnya tersenyum


'tidak, kalau kamu sakit kita tidak harus pergi' ucapku, lalu aku bisa tidur lagi


'tidak, kita akan pergi' ucapnya

__ADS_1


'haaaah baiklah' ucapku


'kakak kakak, apakah kakak akan menjadi suami kakakku?' tanya Rean pada Reykaz, tunggu tidak sibodoh ini


__ADS_2