Want To Be A Lazy Lady

Want To Be A Lazy Lady
episode 8


__ADS_3

G-gila! gila juga si Natha, benar benar menyalahgunakan kekuasaan, dan sekarang yang menanggung semua itu aku? Yang benar saja!


'sepertinya aku sangat kekanak kanakan dulu, bagaimana aku menebus dosaku tentang itu semua' ucapku


'kau benar benar akan menebus dosamu?' ucapnya


'ya aku janji' ucapku melihatnya


'hmm, pertama jangan batalkan pertunangan' ucapnya


'hah?? Apakah tidak ada yang lain?' ucapku, dia menatapku tajam


'huft baiklah aku tidak akan membatalkan pertunangan' ucapku,


'lalu jangan bersikap kasar dan dingin kepadaku tapi jangan terlalu menempel kepadaku' ucap nya


'baiklah baiklah, lalu?' ucapku


'hentikan kata kau dan gantilah dengan kata kamu itu lebih sopan' ucapnya, bukankah kau yang memulainya duke


'baiklah' ucapku

__ADS_1


'dan panggilah aku seperti biasa' ucapnya


'siapa? Rey? bukankah yang lainnya memanggilmu Reykaz' ucapku


'panggillah aku Rey sepeti biasa saja' ucapnya


'baiklah, dan panggillah aku Natha' ucapku


'baiklah' ucapnya


'mohon kerjasamanya Rey' ucapku tersenyum manis sambil memikirkan hal lain


'tentu saja Natha' ucapnya sambil sedikit tersenyum, itu tersenyum kan?


Pada akhirnya Rey kembali kekediamannya, dan aku bisa menikmati waktu senggangku. Aku menghabiskan 4 hari dengan makan tidur mandi dan kegiatan malas lainnya. Banyak surat surat masuk, baik itu dari Rey juga banyak undangan pesta minum teh. Tapi aku terlalu malas untuk menghadiri acara minum teh bangsawan.


Dan juga kenapa Rey mengirimiku banyak surat, tapi karena aku sudah berjanji untuk tidak bertindak kasar dan dingin padanya, aku terpaksa membalas suratnya. Tidak ada didalam memori ingatan Natha yang memperlihatkan Rey mengirim surat yang ada hanya Natha mengirim surat pada Rey tapi tidak pernah ada jawaban. Dasar, seharusnya aku balas dendam untuk tidak membalas suratnya tapi kenapa juga aku harus membuat janji seperti itu. Dasar direktur bodoh ini, ya sudahlah ga penting juga dirinya. Lebih penting kehidupanku sekarang.


Aku sangat menikmati kehidupan malasku, tapi tepat hari ini Ami memberitahuku kalau ayah ingin bertemu. Ami dan Martha meriasku secantik mungkin. Ah tapi tubuh ini, wajah ini, tidak perlu dirias pun sangat cantik. Tuhan memang menciptakan manusia adil, eh tunggu ini kan dunia novel, kenapa aku sampai lupa, disini Tuhannya adalah penulisnya, huft dasar penulis. Aku menemui ayah, ternyata ayah mengajak makan bersama semuanya. Malaikat kecilku ada di sinii, aaa senangnya. Tapi sialnya di ruangan perjamuan itu ada Elvan, cih.


'Nathalie De Laurel menghadap ayah baginda kaisar' ucapku membungkuk hormat.

__ADS_1


'kak Natha!' ucap Rean


Natha! Dasar anak ini sudah ditunggu juga' ucap ayah


'hehe maaf ayah, tadi Natha masi ada sedikit masalah' ucapku


'sudah sudah duduk dulu' ucap ayah, pelayan menarik kursiku di dekat ayah dan di samping Rean.


'baik ayah' aku berjalan lalu duduk dikursi itu


'jadi kamu ada masalah apa nak?' tanya ayah


'bukankah ada festival yang baru diadakan? Rey mengajak Natha untuk melihat lihat festival itu' ucapku


'eh? bukankah kamu sudah membatalkan pertunangan dengannya?' tanya ayah, kau tau ayah, pembatalan itu gagal, hiks


'heh mungkin si Natha merengek pada duke agar pertunangannya tidak jadi' ucap Elvan


'eh benarkah itu?' tanya ayah, apa apaan si Elvan itu


'tidak! Duke yang datang ketempatku dan meminta pertunangannya tidak jadi dibatalkan, kenapa kau mencampuri urusanku yang mulia' ucapku marah

__ADS_1


__ADS_2