
'ya, sesuai keinginan anda' ucapku
'kapan?' tanyanya
'apa?' tanyaku, ada apa dengannya, apa maksudnya itu, tidak jelas.
'kapan aku bilang aku ingin kau menghindariku' ucap Elvan, oh bisakah kau diam?
'terlihat jelas di raut muka anda, yang mulia.' ucapku, kapan sampai nya ini, oh gosh
'ka-' ucapan Elvan dipotong oleh seseorang
'sudah sampai tuan putri, putra mahkota' ucap kusir
'baiklah, sampai jumpa yang mulia' ucapku, lalu pergi keluar,
Aku berjalan lurus ke istana ku tanpa melihat belakang, tanpa melihat kakak busuk Natha itu, baru sekali bertemu saja bikin moodku turun. Ami berlari tergesa gesa menghampiriku, wajahnya terlihat panik.
'nona, tuan putri, nona, nona!' ucapnya sambil berlari menghampiriku
__ADS_1
'ada apa ami? Kenapa kamu tergesa gesa?' tanyaku
'itu hah yang mulia hah duke hah savian hah datang, sekarang dia berada di ruang tamu' ucap Ami sambil mengatur nafasnya yang tidak beraturan
Siapa lagi ini? Hah! Benar benar sial aku hari ini, tadi pemeran utama pria pertama sekarang yang kedua? Oh Tuhan kenapa aku harus menjalani hidup seperti ini, Tuhan apakah dosaku terlalu berat sehingga aku harus menghadapi ujian agar aku bisa bersama denganmu?
Aku berjalan menuju ruang tamu. Dan kulihat pria itu duduk sambil menikmati teh. Bagus sekali, tuan rumahnya tidak ada dan kamu seenaknya berkunjung ya, bolehkah aku membunuhnya Tuhan? Kan dia juga ga hidup Tuhan,
'hallo duke Savian' ucapku lalu duduk didepannya
'tumben kau tidak memanggilku Rey seperti biasa' ucap Duke itu, tiba tiba ingatan Natha waktu memanggil duke itu terbayang,
'hah?' lihatlah si duke kebingungan,
'apa urusanmu' ucapku
'sekarang apa yang kau inginkan dariku, sandiwara apa yang kini kau jalankan' ucapnya, dilihat dari raut mukanya dia terlihat muak denganku, ya sudah sama, aku juga muak dengannya
'sandiwara apa yang kau maksud' ucapku
__ADS_1
'hah! ini seperti kejadian sebelumnya, kau marah dan pura pura membatalkan pertunangan denganku, lalu pada akhirnya kau menempeliku lagi' ucapnya, Natha apa yang kau sukai darinya, memang wajahnya tampan, tapi apakah cuma wajahnya?
'oh maafkan aku untuk yang waktu itu, sekarang aku benar benar ingin membatalkan pertunangan kita, bukankah ini keuntungan bagimu duke' ucapku
'keuntungan?' ucapnya
'kau jadi bisa dekat dengan wanita pujaanmu kan, aku tidak akan menghalangimu untuk dekat dengan wanita pujaanmu itu, bukankah seharusnya kau senang dan segera menandatangani surat pembatalan pertunangan ini duke' ucapku
'wanita pujaan mana yang kau maksud?' ucapnya
'tentu saja Nadhira Revana' ucapku
'hah? sejak kapan aku menyukainya?' ucapnya bingung, oh apakah aku salah? apakah belum waktunya Reykaz menyukai Nadhira?
'maafkan aku bila aku salah, tapi bukankah ini kesempatan untukmu mencari wanita yang lebih baik dariku, opps tentu saja menurutmu pelayan saja lebih baik dariku' ucapku
'apa maksudmu?' tanyanya, apakah dia tidak paham dari tadi aku bicara panjang lebar ini
'huft, aku ingin meminta maaf karena selama ini aku selalu mengganggumu dan membuatmu tidak nyaman, maaf juga telah memaksamu untuk melakukan pertunangan yang tidak kau inginkan ini, lebih baik untuk kita memutuskan pertunangan kita, bukankah itu membuatmu nyaman duke?' ucapku menjelaskannya
__ADS_1
'hah?! memaksa? bukankah lebih tepatnya mengancam? jika kita tidak bertunangan kau bilang kaisar akan menghancurkan keluargaku, dan sekarang kau dengan tenangnya membatalkan pertunangan ini?' ucapnya,