Want To Be A Lazy Lady

Want To Be A Lazy Lady
episode 9


__ADS_3

'cih cuma bercanda juga' gumannya


'dan kapan kamu berhenti memanggilku yang mulia! ayah lihatlah adik dia memanggilku yang mulia' ucap Elvan, cih beraninya cuma mengadu pada ayah


'berarti itu yang salah kamu, Elvan, coba kamu pikir kenapa Natha tidak mau memanggil namamu' ucap ayah, nice ayah


'ah, sepertinya benar kata ayah' ucap Elvan, dengan wajah memelas, jangan berakting ya, jangan sok sok an baik


'Natha, kakak minta maaf ya, atas semua yang kakak lakukan, tolong maafkan kakak' ucapnya


'nah bagus, seharusnya seperti i—' ucap ayah


'kenapa saya harus memaafkan anda' ucapku, menatap tajam dirinya


'heeeee?!' ayah kaget ya, maaf ya ayah


'apakah kamu semarah itu pada kakakmu?' ucap Elvan


'tidak tau, sepertinya seperti itu' ucapku


'apakah Natha tidak mau memberikan kakak kesempatan sekali lagi?' ucap Elvan


'seperti yang sudah saya bilang, tolong hiduplah tanpa memerhatikan saya, fokuslah pada tujuan anda' ucapku, itu juga bertujuan agar aku bisa menghindari bendera kematianku

__ADS_1


'a-apa yang sebenarnya Elvan lakukan, kenapa Natha tidak mau memaafkannya?' ucap ayah, ah dia syok sepertinya


'baiklah demi ayah saya akan memaafkan anda, tetapi jika anda melakukan sesuatu yang membuat saya marah atau dipermalukan, saya akan selamanya mengabaikan anda, kakak.' ucapku


'tentu! kakak tidak akan melakukan kesalahan lagi, kakak akan melindungimu' ucapnya, ha? kalau kau ingin melindungiku, menjaulah dariku


'saya tidak perlu anda lindungi' ucapku


'ah.., tapi bolehkah Natha berbicara informal saja pada kakak?' ucapnya, aku mengernyitkan dahiku, tidak ada pilihan lain, perutku sudah sangat lapar karena berdebat dengannya, mari akhiri perdebatan ini dan makan.


'baik kakak' ucapku, aku menutup mataku dan melanjutkan makanku secara elegan


'nah begitu dong, hubungan antara anak ayah harus baik baik saja' ucap ayah senang


'kak, kak' ucap Rean menarik bajuku, ah jantungku terpanah, terlalu lucu aku tidak tahan


'hm? ada apa Rean?' tanyaku


'kakak Natha tadi mengatakan festival, apakah Rean juga boleh ikut?' ucap Rean,


'jangan Rean, Natha akan berkencan, kamu nanti mengganggunya' ucap Elvan


'kencan?' tanya Rean

__ADS_1


'tidak, kakak juga tidak mau cuma bersama Rey, jadi Rean boleh ikut dengan kakak' ucapku


'yeay' ucap Rean senang


'jadi kapan kak ke festivalnya?' tanya Rean


'nanti malam, Rean nanti ke istana kakak ya?' tanyaku


'baiklah kak' ucap Rean


'Natha, hati hati sama dunia luar, banyak orang jahat' ucap ayah


'baik ayah, Natha akan berhati hati' ucapku


'selalu dekat dengan duke Savian, dia bisa melindungimu karena dia sudah menjadi swordmaster' ucap ayah


'baik ayah' ucapku, bukankah swordmaster itu adalah pengguna pedang aura yang terkuat? ah iya di novel kan cuma ada 3 swordmaster dan diantaranya Rey adalah yang terkuat,


'bagus' ucap ayah senang


Kami menyelesaikan makan kami yang sempat terhenti karena pembicaraan. Tapi bukankah makan diselingi berbicara di etiket bangsawan itu tidak sopan. Ah mungkin karena ini adalah keluarga dekat dan jarang bertemu ya. Setelah makan selesai, kami memberi hormat ada ayah dan kembali ke istana masing masing. Aku membantingkan diri di sofa nyamanku sambil menikmati teh dan membaca buku. Surga! bukankah menyenangkan bermalas malasan seperti ini. Lalu tak lama, ada yang mengetuk pintu kamarku,


'masuk' ucapku

__ADS_1


'hallo Natha' aku yang sebelumnya membaca buku sambil memakan cookies, kaget, what?!!


__ADS_2