
'tolong buatkan teh' ucapku
'baik nona' ucapnya
Martha datang dan membawakan pena serta kertas. Tak lama Ami pun datang membawa teh. Aku mengambil pena serta kertas dan menulis. Hm apa ya yang harus ku tulis untuk Nadhira.
Hallo Nadhira,
Maafkan aku selalu mengganggumu, aku sangat meminta maaf karena sudah beberapa kali menyakitimu. Kali ini aku serius meminta maaf. Baru baru ini aku merasa kalau aku sudah dewasa, tidak sepantasnya tuan putri dewasa sepertiku bertingkah seperti anak kecil dan kekanakan. Mulai saat ini aku tidak akan mengganggumu dan semua lelakimu. Aku akan bersembunyi dan tidak mengganggu kalian.
Hormatku,
Nathalie De Laurel
Sepertinya segitu sudah cukup, sopan yakan? Lagian dia juga cuma rakyat biasa, bukan bangsawan. Kurasa ini sudah cukup sopan. Aku meminum teh yang dibawakan Ami. Hm?
'ini enak' ucapku, ini adalah teh paling enak yang pernah kucoba selama hidupku
'b-benarkah nona? saya belajar membuat teh yang enak karena sepertinya nona menyukai teh' ucap Ami, kurasa dia sudah tidak segugup sebelumnya
'kerja bagus Ami' ucapku
'iyaa nonaa!!' ucapnya, kurasa dia sudah tidak takut padaku lagi, anak yang menarik
'oh, Martha! kirimkan ini kepada Nadhira' ucapku
'baik nona' ucap Martha dan pergi keluar kamar
__ADS_1
'nona, apakah nona akan memberi pelajaran kepada Nadhira itu?' ucap Ami
'tidak, aku tidak akan lagi memberi pelajaran kepada Nadhira' ucapku
'kenapa nona?!! orang itu sudah berani merebut kasih sayang putra mahkota dan yang mulia duke, dia pantas menerima hukuman!' ucap Ami
'tidak perlu, aku sudah tidak mengharapkan kasih sayang mereka lagi' ucapku
'nona..' ucap Ami sepertinya dia kasihan kepadaku,
Tapi aku memang tidak mengharapkan kasih sayang lagi, aku bahkan berharap mereka tidak menyadari kalau aku masih hidup. Aku mengambil kertas lagi dan kembali menulis.
'nona masih ingin menulis surat?' tanya Ami
'iya' jawab singkatku
'Duke Reykaz Alterio Savian' ucapku
'apakah nona akan mengundangnya kemari?' tanya Ami
'tidak' jawab singkatku
'lalu?' tanya Ami kembali
'aku akan membatalkan pertunangan dengannya' ucapku
'kenapa nona?' tanya Ami
__ADS_1
'aku sudah tidak mencintainya lagi' ucapku
'ah! iya benar! pria yang tidak perhatian dengan nona kami yang cantik ini tidak pantas untuk dicintai, nona layak mendapatkan pria yang lebih baik lagi' ucapnya, benar benar anak yang menarik
'benar' ucapku
Kepada yang terhormat,
Duke Reykaz Alterio Savian,
Hari ini cuaca di sini sangat bagus, cerah dan sangat menyejukkan, apakah ditempat duke juga cerah? Bukahkah itu sangat bagus bila KITA MEMBATALKAN PERTUNANGAN? Saya yakin duke juga setuju, dikarenakan anda memiliki seseorang dihati anda, jadi saya sudah tidak diperlukan. Alangkah baiknya kita membatalkan pertunangan, saya tunggu kabar baik dari anda, tuan duke.
Hormat saya,
Nathalie De Laurel
Kurasa ini adalah surat yang bagus, benarkan? Aku juga yakin Reykaz juga akan menyetujui pembatalan pertunangan ini. Jadi tidak perlu repot repot memikirkannya,
'Ami kirimkan surat ini ke kediaman Duke Savian' ucapku
'baik nona' ucap Ami, hoaam apakah lebih baik aku tidur saja
'nona? apa yang akan anda lakukan?' ucap Ami, ah dia belum keluar?
'tidur' ucapku
'apa?! bukankah seharusnya anda menghadap Kaisar, dan membicarakan mengenai pembatalan pertunangan' ucap Ami, ah iya aku adalah tuan putri, dan aku masih memiliki ayah, huft sangat merepotkan
__ADS_1