
Apa pangeran kedua? Bukankah itu berarti Reander De Laurel? Pengeran yang mati karena dibunuh saat usia 5 tahun? Berapa usianya sekarang, baiklah karena sekarang kamu adikku, aku akan melindungimu, hah sekarang jadi berapa orang yang kulindungi.
'Rean baik baik saja kakak' ucapnya, oh gosh kanapa dia lucu sekali, oh my.. jantungku sakit
'Rean, apa yang kamu lakukan disini?' tanyaku
'Rean ingin bermain jadi Rean kabur dari para pelayan, mereka memaksa Rean untuk selalu belajar' ucap Rean
'ah benarkah itu?' tanyaku
'Yang Mulia Reander, mengapa anda kabur dari kami' ucap segerombolan pelayan berlari ke arah kami
'uh kakak..' ucap Rean lalu berlindung kebelakang gaunku
'ah, kami menghadap Yang Mulia Putri' ucap mereka
'hallo kalian, hari ini Rean akan bermain denganku jadi kalian kembalilah' ucapku, kenapa pendidikan anak yang kurang dari 5 tahun sudah sesulit itu, bahkan diduniaku orang orang mulai belajar pada umur 7, bukankah umur 4 tahun harus lebih banyak bermain?
'tapi Yang Mulia Putri, Yang Mulia Pangeran harus belajar' ucap salah satu dari mereka
'lalu?' tanyaku
'Yang Mulia Pangeran harus kembali bersama kami' ucapnya
'Rean akan bermain denganku' ucapku
__ADS_1
'tapi Yang Mu-' aku memotong omongannya saking keselnya
'apakah kau berani menentangku?' ucapku
't-tidak yang mulia, k-kami tidak b-berani' ucap mereka
'kurasa kalian harus didisiplinkan lagi agar paham dengan posisi kalian, berani sekali kalian berargumen denganku?!!' ucapku, ah menyebut posisi memang paling menyenangkan
't-tidak Yang Mulia Putri, k-kami tidak b-berani' ucap mereka
'kembalilah, jangan buat aku mengulangi kata kataku lagi!' ucapku
'b-baik Yang Mulia' ucap mereka lalu pergi
'kalian juga kembalilah' ucapku
'baik nona' ucap Martha dan Ami lalu pergi meninggalkanku dan Rean
'jadi Rean, apakah kamu mau bermain dengan kakak?' tanyaku
'kakak Natha mau bermain dengan Rean?' tanya Rean
'tentu saja mengapa tidak' ucapku
'tapi Rean kira, kakak tidak menyukai Rean, kakak selalu menjauhi Rean dan menatap benci Rean' ucap Rean, ah apakah Nathalie ini membenci banyak orang??!!! bahkan adiknya yang manis ini dibencinya??!!
__ADS_1
'ah maafkan kakak Rean, kakak tidak membenci Rean, pada waktu itu kakak sedang ada urusan penting jadi kakak buru buru, mungkin seperti kakak membenci Rean, tapi sebenarnya kakak mencintai Rean' ucapku
'benarkah?' tanya Rean
'tentu saja, karena urusan kakak sudah selesai, apakah Rean mau bermain dengan kakak?' ucapku
'tentu saja!' jawab Rean dengan bersemangat
'apa yang mau Rean mainkan?' tanyaku
'Rean ingin jalan jalan di sekitar danau' ucap Rean
'hm? Danau? Bukankah itu jauh dari sini?' ucapku
'iya, pakai kuda!' ucap Rean, pakai kuda?
'kuda? baiklah, ayo kita ke kandang kuda' ucapku, tunggu aku kan ga bisa naik kuda, diingatanku juga Natha ga pernah naik kuda, apakah ini akan baik baik saja?
Aku dan Rean pergi ke kadang kuda, sebelum itu tentu saja aku berganti pakaian. Dan meminta satu kuda, huft untung saja setelah dicoba menaiki kuda tidak sulit. Memang direktur ini sangat jenius, apa coba yang tidak bisa dilakukan oleh direktur ini sih. Beda dengan berjalan kaki, tak butuh waktu lama untuk sampai ke danau. Aku turun dan menurunkan Rean lalu mengikat kuda itu agar tidak kabur.
'jadi Rean apa yang akan kita lakukan?' ucapku
'mm' Rean berpikir sambil melihat lihat danau dan sekitarnya
'ah kakak, bukankah itu kakak Elvan?' tanya Rean
__ADS_1