Want To Be A Lazy Lady

Want To Be A Lazy Lady
episode 6


__ADS_3

'ada apa?' ucapku dengan muka jutek melihat wajahnya, apa apaan ekspresinya itu, pfft tidak cocok menjadi seorang yang membiarkan adiknya terbunuh, dasar sok baik


'kau berubah' ucapnya, kau juga, semenjak bertemu si Nadhira kau jadi ga peduli sama adij sendiri, wajar dong aku seperti ini membalaskan dendam adikmu sendiri


'lalu?' tanya singkatku


'kenapa?' malah balik nanya, sial moodku jelek setelah melihatnya


'oh yang mulia, apakah itu penting untuk anda, mau saya berubah atau tidak, itu tidaklah penting untuk anda bukan? Saya tidak akan mengganggu anda jika anda ingin bersama dengan rakyat jelata itu, itu terserah anda dan saya harap tolong jangan pedulikan saya, seperti sebelumnya.' ucapku, sudahlah tidak berguna bicara dengannya mending bermain dengan Rean


'Rean apa yang kau lakukan?' tanyaku dengan suara yang sedikit keras, aku berdiri dan pergi ke tempat Rean, bila terus bersama si Elvan moodku tambah jelek.


'kakak! lihatlah itu' Rean menujuk seekor ikan cantik di dalam danau, heh? ikan apa itu,


'wah cantik' ucapku sedikit mendekat ke ujung perahu, sial aku kehilangan keseimbangan, bisa bisanya seorang direktur ini ceroboh, bye dunia, aku akan mati dua kali

__ADS_1


'hati hati' ah Elvan menangkapku, bagaimana bisa ia bergerak secepat itu dari ujung sana ke ujung sini


'terimakasih yang mulia, lalu tolong lepaskan tangan anda' ucapku aku sangat berterima kasih tetapi tolong jangan terlalu lama memegang saya


'kakak tidak apa apa?' tanya Rean


'kakak baik baik saja' ucapku sambil mengelus kepala Rean, malu malu malu kenapa aku ceroboh banget si


'berhati hatilah kau bukan anak kecil lagi' ucap Elvan, cih aku tau itu tapi ikan itu tidak ada diduniaku dulu jadi aku penasaran, jiwa direkturku juga ikut keluar, jika ikan itu dijual sepertinya aku akan jadi lebih kaya


Perahu ini digerakkan oleh sihir, jadi otomatis. Gila keren ga si, diduniaku dulu tidak ada sihir. Setelah kita sampai di pinggir danau. Elvan turun dan mengangkat Rean turun. Dia lalu menjulurkan tangannya untuk menolongku. Ini formalitas? Baiklah, aku menerima uluran tangan Elvan dan turun. Karena sudah selesai, bukankah seharusnya aku pulang?


'Re-' sial ucapanku dipotong


'aku akan mengantar kalian' ucap Elvan, sepertinya dia sudah benar benar gila

__ADS_1


'tidak perlu, kami akan pulang dengan kuda yang kami naiki tadi, benarkan Rean?' ucapku


'terserah kak Natha saja' ucap Rean


'ini sudah sore, tidak baik untuk seorang lady' ucap Elvan, tapi ini kan di halaman istana, bukan di luar, terserahlah mari berhenti berdebat aku ingin segera pulang


'baiklah' ucapku


Aku naik di kereta kuda istana, kereta kuda untuk perjalanan di dalam istana. Karena halaman istana tempat tinggal Rean lebih dekat dengan danau, Rean turun terlebih dahulu.


'sampai jumpa di lain waktu kakak kakak' ucap Rean tersenyum, iya besok kakak akan menemuimu kalau tidak ada kakakmu yang itu, sial adikku sangat menggemaskan, oh my tunggu jangan pergi Rean, jangan tinggalkan kakak kakakmu ini


Sekarang aku berada di dalam kereta kuda bersama dengan Elvan saja. Cih moodku jadi tambah buruk, lebih baik aku melihat ke luar jendela.


'kau akan terus menghindariku?' ucap Elvan

__ADS_1


__ADS_2