
Akhirnya, misi kali ini pun selesai.
Clara mulai merasa, tubuhnya saat ini mulai membaik. Dan ini insting yang entah. Clara bingung untuk mengucapkan.
Disaat malam ini, bulan terang benderang. Penyampaian kasus kali ini berakibat, semua kekuatannya mulai kembali.
Ini tanda, ayah sudah memaafkannya. Tapi tidak bagi Clara.
Ia bingung, harus berkata apa pada Gebi. Terlebih bos nya Alexia, yang sedikit banyak telah membantunya, selama di bumi ini.
Ia harus kembali, dan harus mengucapkan salam perpisahan.
Tapi bagaimana, cara menjelaskan semua, kepada mereka.
Dan kini, tiba-tiba Gebi muncul dari belakangnya. Datang dan membawakannya selembar selimut. Lalu menyelimutinya, dari dingin malam ini.
Clara mencoba berkata, dan mengingatkan Gebi. Bagaimana saat mereka, pertama kali bertemu.
Banyak hal yang memalukan, terjadi pada mereka.
Gebi ingin mengungkapkan perasaan nya kini.
Tapi Clara mengalihkan dengan berkata, "Bagaimana, kalau kita berpisah saat ini !
Gebi bingung dan tertawa renyah. Lalu berkata dengan enggan, "Kau saat ini sedang bercanda kan.
Ah...iya, aku hanya bercanda. Tapi bila benar aku pergi dan tak akan kembali.
Apa yang akan kau lakukan ?
Aku akan mati, bila tampa diri mu. Dengan sedikit candaan, ia juga mulai berkata, kau kenapa jadi berbicara seperti ini.
Besok kita masih libur bekerja.
Apa kau mau pergi berjalan-jalan dengan ku.
Berjalan-jalan !
Mungkin iya. Lebih baik kita berjalan-jalan saja, sembari sebagai salam perpisahan.
Kau ini berbicara apa Clara !
Sepertinya, sedari tadi, kau selalu melantur, dalam berbicara.
Apakah, kau memang, sudah terlalu mengantuk. Kalau kau mengantuk, ayo kita masuk saja.
Kita sebaiknya cepat tidur dan bangun pagi.
Agar bisa, besok kita pergi berjalan-jalan.
Ah...baiklah ! Ayo kita masuk saja. Dan kini mereka sudah masuk, serta sebelumnya mereka menggosok gigi terlebih dahulu, dan kembali ketempat tidur masing-masing.
Dengan enggan ia memasuki kamar Gebi, dan Gebi pun mulai membaringkan tubuhnya di sofa.
Clara yang pusing memikirkan saat ia kembali, dan bagaimana dengan Gebi.
Jujur...!
Ia sudah mulai, ada perasaan terhadap Gebi.
Tapi mereka dari dunia yang berbeda. Jadi tidaklah mungkin, bagi mereka, untuk dapat bersama.
Ia yang tak dapat tidur, hingga hanya membolak-balik saja.
__ADS_1
Sampai Gebi terbangun karena haus. Dan melihat Clara yang belum tidur.
Lalu berucap, "Kenapa kau belum tidur ?
Entahlah ! Mungkin karena petualangan kita kemarin.
Ohhh...tidak usah di pikirkan. Sebaiknya kamu cepat tidur, atau kau akan sakit nanti. Sambil berbicara, kini Gebi telah mengambil air minum nya, dan segerah, meminumnya.
Sebenarnya Gebi juga terpikir akan Clara.
Perasaannya, akan bersama selama ini. Dan ia juga tak ingin lama memendamnya.
Ingin sekaki ia mengungkap kan. Dan terpikir, akan memberinya kejutan besok. Serta memberanikan diri, untuk menyatakannya.
Lalu... mereka berdua pun tertidur. Hingga keesokan pagi.
Ternyata mereka berdua, bangun kesiangan. Mereka berdua sibuk mondar.
Teringat akan bekerja, hingga mereka tersadar, dan melihat diri mereka yang acak-acakan.
Membuat mereka berdua tertawa serempak dan terbahak-bahak.
Mereka berdua pun akhirnya, bersikap santai. Mulai dari menggosok gigi bersama, karena kamar mandi yang cuma ada satu.
Lalu bergantian mandi, dan saling membantu menyiap kan sarapan pagi. Hingga membersihkan rumah.
Kini mereka telah bersiap untuk segerah keluar, dan berjalan-jalan.
Walau harus keluar dengan diawasi Intel, karena masih dalam perlindungan.
Kini mereka mulai .enim.ati hidup, dan mulai dengan pergi ke sebuah bioskop.
Yang tampa mereka sadari. Ternyata benar. Kini mereka sedang di buntuti.
Dan mereka kini sedang dalam pengintaian, akan di bunuh.
Dan kini. Tiba Saat mereka yang sedang asik dan fokus menonton serta memakan popkron nya.
Mereka hendak ditembak. Tapi Clara, cepat menyadari. Serta kini, kekuatannya, yang sudah mulai kembali.
Membuat hanya dengan memejam kan mata saja.
Maka senjata tersebut, berbalik kepadanya, dan dorrr ...
Suara tembakan pun terdengar. Hingga membuat intel melihat dari arah suara.
Serta tak percaya, dengan yang ia lihat. Kenapa bisa.
Bukankah orang ini, ingin melenyapkan kedua wartawan itu.
Tapi kini, kenapa jadi, ia menembak dirinya sendiri.
Ini sungguh aneh. Tapi nyata. Yang mana, ia sedari tadi, tak lepas dari pengawasannya. Dan tak melihat, melaku kan apapun, selain menatap layar saja.
Kini Gedung Bioskop tersebut menjadi heboh. Kerena kejadian ini. Acara menontonnya menjadi gagal.
Karena gedung tersebut, sedang dalam masa tempat pengambilan bukti.
Gebu dan Clara oun memutuskan akan ke cafe saja.
Duduk santai, sambil menikmati udara bebas.
Mereka mulai bercanda dan tertawa. Dan tampak dari jauh, juga terlihat nona Alexia yang tak sengaja, melintas, serta melihat mereka kini.
__ADS_1
Ia mulai mendekat, dan ikut bergabung.
Gebi merasa gagal lagi, untuk mengungkapkan.
Sang Bis berkata, ia kebetulan lewat. Karena mendapat kabar, disekitar sini tadi. Telah terjadi penembakan.
Dengan segerah, memerintah, karyawannya. Karena kedua karyawannya ini. Sedang masa cuti.
Ia mencoba menanyakan, sedang apa, kalian berada disini ?
Lalu, dengan kompak, mereka berdua berkata, "Mereka, sedang menikmati masa cuti.
Bos nya pun mendengar, jadi tertawa renyah. Lalu berucap, "Apakah, aku mengganggu masa cuti kalian ?
Tidak Bok ! Mana ada kau mengganggu, ucap Clara, yang membuat suasana, agar tidak terlihat canggung.
Lalu mereka bertiga pun, kini mulai bercerita dan bercanda.
Tampa mereka sadari kini. Kalau Clara ingin menangis, karena membayangkan, akan segerah pergi, dan segerah meninggalkan mereka.
Serta, karena perasaan kini. Clara pun, tak fokus mendeteksi, musuh yang masih belum puas.
Karena belum bisa, melenyap kam mereka.
Dan....kembali terdengar tembakan dari jauh.
Serta kini, mengenai Clara.
Clara tumbang dengan wajah pucat.
Gebi dan sang Bos pun panik, serta langsung menelpon ambulan.
Dan kini kabar tersebut sampai ke Negri Unicorn.
Sang ibunda, langsung pingsan. Setelah mendengar kabarnya.
Ayah yang mendapat kabar pun panik. Serta tunangan yang disiapkan kini pun, ikut panik.
Karena saat ini, sang Ayah sudah mempersiapkan kepulangan sang putri.
Beserta dengan itu, ia juga mempersiapkan tunangannya.
Yang kini, sedang mengadakan kesepakatan.
Dan dirumah sakit. Semua Dokter kebingungan.
Nona Clara, Tidak terlihat tertembak. Bahkan kini tak ada darah yang keluar sedikit pun.
Kuka itu, seakan sembuh dengan sendirinya. Membuat semua dokter bingung. Dan tak bisa berkata apa-apa.
Hanya saja, kesadaran Clara yang belum pulih. saat ini, ia seakan merasakan sedang tidur panjang, yang kapan saja bisa terbangun.
Mereka gendak menyelidiki. Tapi sedetik kemudian Clara terbangun dan tersenyum.
Lalu berdiri dan berucap, "kenapa ia bisa tertidur disini.
Sang dokter pun saling pandang. Tapi beruntung jini sang Ayah turun dan membantunya.
Serta membuat semua Dokter terpingsan atau tak sadar. Serta melupakan semua kejadian ini.
Dan akan dengan segerah mengajaknya pulang.
Tapi...Clara saat ini menolaknya. Ia meminta waktu sedikit lagi.
__ADS_1
Karena ia merasa, belum mengucapkan perpisahan dan terimakasih ke pada Gebi dan teman lainya.
Sampai akhirnya, sang Ayah pun, menyetujuinya, dan segerah kembali ke Negri Unicorn, tampa membawa kembali sang putri.