With You Life And Death

With You Life And Death
Episode 24


__ADS_3


Terkejut Susanna Segera mendorong badan Derick , dan melepaskan diri dari pelukan Derick .Derick menatap Susanna yang terkejut karena ciuman .Derick berjalan menlangkah keluar dari kamar Susanna , Susanna langsung mengunci pintu dan rebah di atas kasur , sedangkan Derick masih berdiri ddepan Pintu kamar Susanna , Derick tersenyum sambil menggelus dadanya yang berdebar kencang .


Derick berjalan menuju kekamar yang ada didepan kamar Susanna .


Susanna yang masih rebahan di atas kasurnya , Susanna mengelus-ngelus dada nya yang berdebar kencang , Susanna tidak sangka ciuman pertama nya akan diberikan kepada Derick ."Aku tidak boleh sampai jatuh hati kepada Derick "ucap Susanna dalam hati nya .


Derick yang tengah mandi dan berdiri dibawah shower mengingat kembali apa yang tadi Susanna dan Dia lakukan , ciuman yang sangat lembut dan manis .Tiba-tiba terdengar handphone derick berdering .Derick pun mematikan Air dan berjalan keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk menutupi bagian bawahnya saja .


Derick menggankat telepon dari manager Lee , "Hallo , ada apa ?"jawab Derick .


"Tuan , sudah sampai rumah ?'tanya manger Lee .


"Sudah ada apa ?"tanya Derick kembali .


"Ada dokumen yang mendadak harus di tanda tangani ."ucap Manager Lee.


"Ok , Bawah kerumah saja ?'jawab Derick .

__ADS_1


"Ok "Jawab manager Lee dan menutup telepon .


Derick melanjutkan mandinya . Begitu juga Susanna juga pergi mandi , didepan kaca kamar mandi , Susanna teringat ciuman bersama dengan Derick , terkejut Susanna menggelengkan kepala ..."Tidak boleh legah , itu hanya kecelakaan saja ."ucap Susanna pada diri sendiri .


Susanna Siap-siap keluar dari kamar , kebetulan ketika Susanna membuka pintu kamar , Derick juga kebetulan keluar dari kamar nya .Susanna dan Derick berdiri tepat berhadapan didepan pintu kamar masing-masing .


Susanna terkejut dan merasa malu dengan kejadian tadi , Susanna dengan Segera berjalan turun dan menuju ke dapur melihat apa yang bisa dibantu .


Setelah itu Derick menyusul turun dan masuk keruang kerja .


jantung mereka masih tidak berhenti berdebar kencang ketika berpapasan tadi di depan pintu , Derick mengelus-ngelus dada nya .


"Tidak usah Nona , Nona duduk saja ."jawab Bibi yang menyiapkan makanan .


Susanna pun meninggalkan dapur dan menuju kekamar Papa nya ."tok..tok..Papa.."sahut Susanna .


tapi tidak ada yang menjawab nya , Susanna mencoba membuka pintu kamar , ternyata , Papa nya tidak ada dirumah .Susanna masuk kedalam dan melihat sekeliling kamar Papa nya , dan duduk diatas kasur Papa sambil meraba kasur yang ditidur Papa .


manager Lee sampai dan langsung masuk ke ruang kerja Derick ."Tuan , ini dokumen yang mau ditanda tangani."ucap Manager Lee .

__ADS_1


Derick melihat dokumen tersebut dan mempelajari isi dari dokumen , sedangkan manager Lee sebentar-bentar melirik Derick .Sikap Manager Lee diketahui Derick ."Ada apa ?'Tanya Derick dengan menatap Manager Lee.


"Benar boleh saya tanya kan ? ini tidak ada hubungan dengan kerjaan ."ucap Manager Lee.


Derick berhenti membaca dokumen , dan memandang Manager Lee."Apa yang ingin kamu tanya kan ?"tanya Derick .


"Tadi benar Tuan menyertit sendiri ?"Tanya Manager Lee.


"Kenapa , apa Susanna nya tadi menyetirkan untuk Aku ."Jawab Derick.


"Tuan , Trauma untuk menyetir sudah teratasi ? ."ucap MAnager Lee penasaran .


Derick terdiam , Derick tersadari dari sejak kecelakaan orang tuanya , Sejak itu Derick tidak berani menyetir .Tetapi tidak disangka hari ini Derick menyetir hanya untuk menghibur Susanna .


Derick menggelengkan kepala sambil tersenyum .."ternyata , Dia sudah ada disini sejak pertama kali jumpa ."ucap Derick sambil memegang dadanya dan mengelus-ngelus nya .


'Apa Tuan ?'Tanya manager Lee yang tidak mengerti apa yang dikatakan Derick .


"Tidak ada apa-apa "jawab Derick sambil melanjutkan Membaca dokumen .

__ADS_1


Manager Lee bingung dengan sikap Derick yang tidak biasanya , Biasa derick jaarang sekali tersenyum .sepertinya hari ini Manager Lee melihat Derick banyak tersenyum.


__ADS_2