
Keesokkan Hari nya ....
Dikantor Susan , Semua mulai bersikap baik dengan Susan .
Mereka melihat Susan begitu dekat dengan Orang-orang penting .
Susan jadi sangat bingung dengan sikap mereka .
tetapi Susan menikmati apa yang mereka lakukan Terhadap Susan .
Sedangkan Diperusahaan Jenifer terjadi ketegangan ," PApa , kenapa terjadi hal seperti ini tidak diskusikan dulu dengan Jenifer ." Tanya Jenifer .
" Kenapa . semua keputusan itu ada ditangan papa ." PApa Jenifer menggingatkan Jenifer ."
" Papa , Aku tahu tetapi apakah Vincent sanggup , Vincent itu sakit-sakitan ." Jenifer mengatakan dengan Kesal .
" Jenifer jangan coba-coba bicara dengan Papa dengan nada tinggi ." Papa Jenifer mulai marah terhadap Sikap Jenifer .
" jenifer kamu terlalu banyak memberikan Waktu terhadap perusahaan , Papa bersyukur , tetapi saat ini biar Vincent melakukan Bagiannya ." ucap PApa Jenifer .
" Tapi , PApa ." sahut Jenifer dengan nada Suara kecewa .
Vincent masuk kedalam Ruangan Papa dimana Jenifer masih didalam .
" PApa , Jenifer ." Sapa Vincent .
__ADS_1
" Jenifer , hari ini alihkan Semua apa yang mesti dikerjakan Oleh Vincent ." ucap Papa Mereka .
Vincent dengan tegas dan cepat mengatakan ." PApa , aku ingin ambil proyek kita yang bekerja sama dengan Derick ."
Jenifer terkejut dengan apa yang dikatakan Vincent .
" Apa maksud kamu ?" tanya Jenifer .
" Kenapa , Aku ingin banyak belajar dari Derick dari segi perusahaan ." ucap Vincent .
" Bagus , kalau kamu mau belajar dari orang hebat , Jenifer serahkan Proyek tersebut kepada Vincent ." ucap Papa VIncent .
" Papa , yang benar saja , itu buka Proyek yang bisa di buat main-main ." cetus Jenifer kesal .
" Jenifer , aku bukan mau main -main , aku benar mau kerja sama dan aku akan buktikan kalau Proyek tersebut akan membuahkan HAsil yang baik ." jelas VIncent sambil menyakinkan PApa nya .
" Jenifer sudah terlalu banyak kamu urus dalam perusahan , Biarkan Proyek tersebut Vincent yang tangani ." ucap PApa mereka .
" Tapi ,,,," jenifer dengan kecewa .
" Tidak ada tapi-tapian ." ucap papa mereka .
Jenifer menatap Vincent , Jenifer tidak menyangka Vincent tertarik dengan Proyek Dia bersama dengan Derick , Kalau sampai Proyek diambil alih Oleh VIncent tidak ada kesempatan lagi Jenifer untuk menekan Derick dan tarik ulur untuk menyerahkan beberapa lahan yang diajukan Derick .
Jenifer heran , bukan Vincent sedang berebut dengan Derick tentang Susan , kenapa Vincent mau proyek tersebut .
Vincent kembali kedalam Ruangan Kerjanya , Jenifer menghampiri Vincent .
__ADS_1
" Apa yang kamu rencanakan ?" tanya Jenifer .
" Apa maksud kamu merencanakan Apa ?" Vincent dengan Pura-pura menanyakan Jenifer kembali .
" kenapa kamu mau ambil proyek dengan derick ,?" tanya Jenifer.
" Aku tidak mungkin kasih tahu apa rencana aku ." ucap Vincent .
" Kalau sampai kamu menyusahkan Derick tidak akan ku maafkan kamu ." Jenifer mengingatkan Vincent.
Vincent tersenyum melihat Jenifer dan berjalan mendekati jenifer ." Kamu begitu memperdulikan Deirck ." tanya nya .
Jenifer menatap Mata Vincent . " tenang , aku tidak akan mempersulit atau apa ." Vincent menjelaskan kepada Jenifer .
Derick menunggu Susan pulang .
Derick melihat Susan yang berjalan menuju pintu rumah SusanĀ , Derick menghampiri Susan dan memeluk Susan dari belakang .
Susan terkejut tetapi Susan bisa merasakan kalau itu adalah pelukan Derick .
Susan membiarkan Derick memeluknya , Susan merasakan Kerinduan yang dalam dari pelukan Derick
" Susan jangan tinggal kan aku .Aku tidak bisa tanpa kamu ." ucap Derick dengan berbisik ditelinga Susan .
Susan hanya Diam saja .
Rasa rindu hanya Bisa di obati dengan Perjumpaan , Meskipun hanya sebentar , Rindu akan terobati .....
__ADS_1