
" Derick apa yang harus aku lakukan ? Untuk kebaikan Kita berdua ..." Susan menatap Derick yang masih belum sadar .
" vincent , Bagaimana keadaan kamu ?" Susan menelepon Vincent .
" Sudah baikkan , Kamu sendiri ?" tanya Vincent .
" Vincent , Aku ingin kembali ke Italy ." ucap Susan Dengan nada sedih di telepon .
Vincent terkejut , " Apa yang terjadi ?" tanya Vincent .
" Tidak ada apa-apa , Aku cuman pikir Sepertinya waktu yang Sudah memisahkan Aku denga Derick membuat aku sudah tidak Ada perasaan lagi dengam Derick ." jelas SUsan .
Dari Suara Susan , Vincent sudah tahu kalau Susan Bohongan Dengan Dia .
" Dalam 2 hari Kita jumpa Di Cafe yang lagi itu kita Jumpa ." ucap Vincent .
Saat ini Vincent Sudah kembali kekeluarganya , Sebab selama ini ada hal yang janggal . Selama ini Jenifer selalu berbohong dengan Semua orang , Jenifer Selalu berbohong kepada Orang Tua nya kalau Vincent adalah anak yang Susah di atur dan hanya bersenang-senang .
tetapi disisi Vincent Jenifer berbohong kalau orang tua mereka tidak menyukai Vincent karena orang yang tidak berguna dan lemah .
Vincent menyadari kalau Jenifer selalu berbohong selama ini , Vincent sengaja kembali ingin membuka Semua kedok Jenifer yang selama ini .
tetapi kalau Susan ingin kembali , Apakah Vincent kembali kesemula hidup di italy , Vincent juga mulai Bingung .
__ADS_1
MAna yang harus Vincent pilih , Pergi bersama Susan atau kembali kepada keluarganya dan mengambil alih perusaan yang selama ini diambil alih oleh Jenifer .
Susan memikirkan untuk meninggalkan Derick itu yang terbaik untuk semua nya , tidak ada saling menyakiti satu sama lain .
Susan mempersiapkan Semua untuk kembali italy bersama dengan Vincent .
Tiba-tiba Susan mendapat telepon dari manager Lee , kalau Derick sudah sadar dan Derick mencari Susan , Susan senang ,Susan Setelah pulang kerja akan kesana untuk menjengguk Derick .
Susan mengatakan kepada Manager Lee .
Setelah Jam pulang kerja , Susan pergi kerumah sakit dimana Derick di rawat , Sebelum Susan masuk kekamar Derick , Susan berdiri Didepan Kamar Derick , Susan berusaha menenangkan Diri nya .karena Hati susan sangat sedih , Susan harus meninggalkan Derick tidak lama lagi .
Susan mempersiapkan Senyum yang terbaik , Susan membuka Pintu .Dilihat nya Derick sedang duduk di atas ranjangnya .
" Bagaimana . Sudah lebih baik ?" tanya Susan kepada Derick .
" Aku tanya kamu , kenapa kembali tanya aku ?" ucap Susan bercanda dengan Derick .
" Aku baik-baik saja , sebaliknya kamu yang ..." Susan tiba-tiba berhenti berbicara menahan Air mata .
" Aku tidak apa-apa " Derick manarik tangan Susan dan memeluk Susan .
Susan berusaha menahan air mata , tidak mau sampai Derick curiga , " Sudah , aku tidak apa-apa ." ucap Susan menenangkan Derick .
" Aku kupas apel ya ." ucap Susan melepaskan pelukan Derick .
__ADS_1
Derick mengangguk kepala .
" Dokter bilang apa ?" tanya Susan sambil mengupas Apel untuk Derick .
" Dokter bilang Besok sudah bisa pulang ." ucap Derick manatap Susan dengan Tersenyum .
Sedangkan Susan Tidak berani selalu menatap Derick , kalau memikirkan Susan akan meninggalkan Derick .Rasanya HAti Susan sangat Sesak .
Keesokan hari Susan minta Izin dari kantor untuk tidak masuk , Susan membantu Derick untuk mengurus pulang dari Rumah sakit .
Susan begitu memperhatikan Derick , Sampai Dirumah Susan merawat Derick .
Susan Merawat dengan Penuh dengan kasih sayang .Derick begitu bahagia melihat Susan yang sangat memperhatikan Derick .
" Susan ,Aku senang kalau kamu selalu seperti ini ." ucap Derick kepada Susan .
Susan hanya tersenyu, , Susan langsung pergi dengan alasan mau mengambil buah . Susan sampai di Dapur . Susan menetes kan air mata . Susan berusaha menahan perasaan yang hancur . karena Susan segera meninggalkan Derick .
Keesokan Hari Susan Masuk kekamar Derick , Susan melihat kalau Derick sedang bersiap-siap untuk kekantor ,
" MAu kemana ?" tanya Susan .
" Kekantor kenapa ." Derick menghampiri Susan dan memeluk Susan .
Susan Terkejut , karena Sikap Derick begitu tiba-tiba Susan tidak sempat menghindar dari Derick .
__ADS_1
Derick menjatuhkan Tubuh Susan kemeja yang ada Dikamar Derick . Derick dengan Pelan -pelan mencium Susan .
Susan tidak menghindar ciuman Derick , Susan berpikir untuk terakhir kali , Susan mau merasakan kebahagiaan meskipun ini semua akan pergi .