
Halo,namaku Yuna,Kim Yuna. Aku baru berumur 18 tahun kelas XII. Sebentar lagi aku lulus dari SMA.
Lulus dari SMA aku akan kuliah keluar negeri. Aku akan pergi ke Jepang. Dan aku akan tinggal bersama kakek dan nenekku yg tinggal disana.
Hari ini aku sedang mengerjakan tugas-tugas yg diberikan oleh guru. Dan ini adalah tugas kelompok. Kami berada dibeberapa kelompok.
Dalam pertengahan mengerjakan tugas itu,teman sekelompokku malah membahas tentang percintaan.
Aku hanya terdiam dan mendengarkan apa yg mereka ceritakan. Aku mengerti dan tidak mengerti saat mereka bercerita. Hanya aku disana yg belum mengenal cinta. Mungkin... Maksudnya berpacaran... Hihihi...
Omong-omong soal percintaan. Aku juga pernah menyukai seseorang.
Dulu,saat aku masih kanak-kanak kelas 1 SD,aku pernah berkata pada teman sebangkuku,Hyunji.
"Hyunji... Apa kau suka dengan Woonho?" tanyaku seperti itu.
Kenapa aku bertanya seperti itu? Karena bu guru bilang"Tidak apa-apa kalau kalian saling suka dengan teman sekelas". Katanya seperti itu. Aku pikir itu tidak apa-apa. Dan mereka semua juga mengerti. Mungkin.
"Tidak"jawab Hyunji.
"Kalau aku suka dengannya..."kataku.
Hyunji pun memberi tahu teman sekelas kalau aku ini menyukai Woonho. Aku merasa malu saat itu. Woonho yg masih polos menghampiriku dan menengokku yg sedang menangis menunduk diatas meja. Dia mengusap-ngusap punggungku agar aku berhenti menangis. Ah...
Aku menyesal mengatakan itu pada Hyunji. Tapi,aku tidak marah padanya. Aku hanya malu. Hihihi...
Setelah mengerjakan tugas,bel pun berbunyi menandakan istirahat.
Kring! Kring! Kring!
Semua murid mulai keluar. Tugas kami juga sudah selesai. Kami mengumpulkan tugasnya dan pergi kekantin bersama kedua sahabatku. Chorim dan Eunbi.
Sampai dikantin,kami mulai memesan makanan.
"Kalian ingin makan apa? Biar aku yg pesankan"kata Eunbi.
"Mmm... Aku pesan mie instan saja. Minumannya jus stoberi dan 1 botol air putih"kata Chorim.
"Kalau begitu aku juga pesan yg sama dengan Chorim"kataku.
"Baiklah... Aku juga akan memesan yg sama"kata Eunbi pergi untuk memesan makanan.
Setelah itu kami mulai menunggu makanannya datang. Menunggu makanan datang. Aku teringat lagi pada Woonho.
Woonho adalah pria tampan,pintar dan juga populer disekolahnya. Banyak gadis yg menyukai dirinya. Woonho juga termasuk playboy.
Sekarang apakah dia masih mengingatku? Aku penasaran dengannya. Mungkin,kalau kita bertemu juga tidak akan mengenaliku.
Kelas 2 SD,aku masih menyukai pria yg bernama Woonho itu.
Lanjut,kelas 3 SD,saat itu aku sedang duduk dibangkuku. Kebetulan tempat duduk aku dengan Woonho tidak jauh. Tempat dudukku berada ditempat duduknya.
Masih jam pelajaran,saat itu belum ada guru yg masuk setelah pelajaran pertama selesai. Aku terdiam menunggu guru datang.
Woonho dan Hyunji saat itu sedang surat menyurat. Padahal tempat duduknya tidak jauh. Hyunji saat itu sebangku denganku. Mungkin agar tidak ketahuan oleh orang lain. Termasuk diriku. Hee...
Aku tidak tahu apa yg ditulis Woonho dikertas itu. Tapi,aku melihat sedikit tulisannya. Disana terdapat nama Mina. Mina adalah teman sekelasku juga. Saudaranya Hyunji.
Saat itu hatiku langsung tahu saja.
Dheg!
Aku tahu kalau Woonho itu sedang mengejar-ngejar Mina. Pasti Woonho akan mengungkapkan isi hatinya pada Mina melalu Hyunji. Mungkin itu juga.
Hatiku merasa tertekan. Mana mungkin dia menyukaiku. Huh...
Aku yg awalnya cerah seperti matahari terbit. Menjadi seperti awan gelap muncul dan akan mengundang hujan. Mukaku jadi muram.
Bakkk!
__ADS_1
Chorim mengejutkanku dengan cara menepuk punggungku pelan.
"Huh?"aku tersadar.
"Yuna,kenapa kau melamun?"tanya Chorim.
"Ah,hahah... Tidak. Aku hanya sedang menunggu makanan datang"jawabku.
"Ouh... Kau sudah lapar ya?"tanya Eunbi.
"He... Iya..."jawabku berbohong.
Tak lama kemudian,makanannya pun datang. Seorang wanita berbadan gemuk datang dan menyajikan makanan dan minuman yg kami pesan. Dia menaruhnya diatas meja.
"Ini pesanannya..."kata pelayan kantin itu.
"Terima kasih..."kata kami bertiga.
Kami pun mulai makan.
Makan siang itu,mereka berbicara tentang hubungan mereka masing-masing. Aku hanya menyimaknya. Nah, bicara tentang percintaan lagi. Tadi saat mengerjakan tugas dikelas juga sama.
"Yuna,apa kau sudah mempunyai seorang kekasih?"tanya Eunbi.
"Uhukk!"
Pertanyaan itu membuat diriku batuk.
"Eh,kau ini Eunbi. Kalau dia mempunyai seorang kekasih,pasti Yuna memberi tahu pada kita"kata Chorim sambil memakan mie instan itu.
"Hahaha... Iya,benar kata Chorim"kataku.
"Mmm... Kalau begitu,apa kau pernah menyukai seseorang?"tanya Eunbi lagi.
"Euh....."aku mulai berpikir.
Lagi-lagi teringat akan dirinya.
Aku tiba-tiba termenung. Aku menoleh kearah belakang untuk tidak melihat wajah Woonho yg membuat hatiku berdetak kencang.
Tapi,rasanya tidak enak aku duduk mengarah kebelakang. Aku pun berbalik lagi kedepan dan duduk dengan menyandarkan kepalaku kemeja.
Woonho pun berbalik kebelakang.
"Yuna"panggil Woonho.
Aku bangkit dan melihatnya.
"Ya,ada apa?"tanyaku.
"Mmm... Apa kau mencintaiku?"tanya Woonho tiba-tiba.
Dan itu membuat pipiku jadi memerah. Aku tidak bisa menjawabnya. Perasaanku jadi campur aduk.
"Mmm....."
Dan aku teringat dengan surat yang tadi. Disana terdapat nama Mina. Aku memalingkan wajah dan tidak menjawab pertanyaannya itu.
Woonho pun kembali menghadap kedepan. Dan dia merasa kalau aku tidak mencintainya.
"Aku minta maaf..."kataku dalam hati.
Istirahat,wajah Woonho penuh dengan kemarahan dan kekecewaan. Mungkin karena aku tidak menjawab pertanyaannya. Hee...
Dan mungkin juga saat itu dia marah karena dia ditolak oleh Mina. Pantas saja Mina menolaknya. Mina saat itu sedang menjalin hubungan dengan Choi.
Aduh,baru saja kelas 3 SD sudah mengerti soal percintaan. Hi...
Aku tersenyum-senyum sendiri. Eunbi dan Chorim sedang menunggu jawaban dariku.
__ADS_1
"Yuna,kau kenapa tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila saja?"tanya Eunbi kesal karena aku belum menjawab pertanyaannya.
"Oh,maaf... Soal itu,mmm... Aku pernah menyukai seseorang waktu SD"jawabku.
"Siapa namanya?"tanya Eunbi penasaran.
"Mmm... Namanya... Woonho"jawabku malu-malu.
"Seperti apa dia?"tanya Chorim penasaran juga.
"Dia... Tampan,pintar dan populer"jawabku.
"Ouh....."
Mereka berdua mengangguk dan tidak bertanya apapun lagi padaku. Kami kembali mneruskan makan siang yg belum habis.
Setelah makan siang aku pergi mengantarkan Eunbi dan Chorim untuk mengikuti kegiatannya diruang musik. Mereka mengikuti kegiatan menyanyi. Kenapa aku tidak ikut bersama mereka? Karena aku tidak bisa bernyanyi. Hi...
Setelah mengantarkan mereka aku pergi ketaman untuk mencari udara segar. Sampai ditaman halaman sekolah,aku duduk dibangku dibawah pohon. Rasanya sejuk sekali.
Beberapa jam kemudian.
Kring! Kring! Kring!
Bel menandakan waktu pelajaran selesai.
Kami pun bersiap-siap untuk pulang. Dijalan,aku dan kedua sahabatku berpisah dipertigaan. Karena dipertigaan itu arah jalan kami berbeda. Jadi, sekarang aku pulang sendiri.
Dijalan,aku menghampiri sebuah toko buku. Aku pikir aku ingin membeli buku diary disana. Toko buku itu adalah toko langgananku. Aku masuk kedalam toko itu.
Aku mulai mencari buku diary dilemari buku itu. Akhirnya aku menemukannya. Dan aku mengambil buku diary berwarna merah dan gambarnya itu gambar cinta.
"Wah,ini bagus juga"kataku.
Setelah itu aku menuju kasir dan membayar buku yg aku akan membelinya.
Seorang pemilik toko itu bernama tuan Jinwoo. Tuan Jinwoo adalah pemilik villa juga. Aku juga bekerja disana.
Aku bekerja disana karena aku menambah-nambah penghasilan. Uang aku juga suka ditransfer oleh ibuku. Tapi, ini untuk menambah-nambah saja. Aku bekerja paruh waktu disana. Pulang sekolah aku suka langsung pergi kevilla itu.
"Selamat sore tuan"sapaku.
Tuan Jinwoo melihatku dan menyapaku juga.
"Sore juga,Yuna"jawabnya tersenyum.
"Tuan,aku membeli buku diary merah ini" kataku.
"Ya,baiklah. Harganya masih sama" katanya.
"Baiklah"
Aku mengambil uangku dari aku dan aku membayarnya.
"Terima kasih sudah berkunjung kesini" kata tuan Jinwoo.
"Iya,tuan"kataku sambil sedikit membungkukkan badan.
Setelah itu aku pergi dari toko itu. Keluar dari toko aku berpas-pasan dengan seorang murid pria yg masuk ketoko itu diambang pintu.
Aku tidak melihatnya karena aku sedang memasukkan buku diaryku kedalam tas.
Pria itu masuk dan duduk dikursi yang ada disana.
"Paman,sekarang aku ingin menginap divillamu"kata pria itu yang duduk menyilangkan kakinya.
"Tumben sekali kau,keponakanku"kata tuan Jinwoo.
Ternyata tuan Jinwoo adalah pamannya. Tuan Jinwoo menghampiri pria itu. Dan ternyata itu adalah Woonho.
__ADS_1
...*****...