Woonho Dan Yuna

Woonho Dan Yuna
Eps.5


__ADS_3

Pulang kerumah...


Yuna langsung memberi tahu bibi Gayong kalau orang tuanya akan pulang hari ini.


"Bi! Bibi!"panggil Yuna.


Bibi Gayong segera berlari menghampiri nonanya.


"Nona sudah pulang?"tanya bibi.


"Ya,bi. Oh ya. Aku punya kabar gembira"


"Kabar gembira apa?"bibi Gayong mulai penasaran.


"Mm....Orang tuaku akan pulang hari ini"


"Nyonya dan tuan?"


"Ya. Bi,tolong bantu Yuna ya untuk membuatkan makanan yg enak untuk mereka"pinta Yuna yg memegang kedua tangan bibi Gayong.


"Ya. Bibi akan siapkan makana yg enak untuk mereka. Pastinya enak"kata bibi Gayong mengacungkan jempolnya.


"Terima kasih. Bi,aku mau mandi dulu. Nanti setelah mandi kita kepasar untuk membeli bahan-bahannya. Ok kan bi?"


"Ok..."


Yuna pun segera pergi kekamarnya. Dan bibi Gayong juga mulai bersiap-siap.


"Ah... Senangnya aku. Akhirnya aku bisa bertemu dengan orang tuaku lagi. Semoga mereka lebih lama disini"


Yuna pergi kekamar mandi dengan riangnya.


Divilla,biasa,Woonho sedang termenung.


Titttt... Titttt...


Suara klakson mobil.


Woonho pun berdiri dan membuka pintu siapa yang ada disana.


Dari mobil mewah,keluarlah seorang wanita cantik dengan gaya kekinian. Dan juga seorang laki-laki memakai kaca mata hitam berjas rapi. Dan itu adalah....


Ibu Woonho bernama Park Min hee. Dan ayahnya bernama Park Woonwo.


"Ayah?Ibu?"


"Hei,sayang... Ibu sangat merindukanmu" kata ibunya sambil memeluk erat Woonho dan sebuah kecupan dikeningnya.


"Bu,ada apa ibu kemari? Dan ayah juga?"


Mereka pun duduk disofa.


"Mmm... Aku mendengar kabarmu dari paman. Apakau sedang gelisah?"tanya ibu Woonho.


"Iya,kata pamanmu kau melamun terus?"


"Cerita dengan kami apa ada masalah?" Bu Min He bertanya lagi.


Dan pertanyaan itu membuat Woonho terganggu.


Woonho berdiri.


"Kalian sudah tahu kan apa masalahnya?" tanya Woonho yang langsung pergi menaiki anak tangga.


"Am... Sayang. Kau mau kemana,nak?"


"Sudahlah,bu. Dia mungkin membutuhkan waktu sendiri"kata pak Woonwo memegang pundak istrinya.


"Mmm... Aku hanya ingin menghiburnya saja,sayang... Hiks... Hiks..."


Ibu Min He menangis. Ayah Woonwo pun memeluk istrinya dan menenangkannya.


"Sayang,lebih baik kita pergi dari sini. Biarkan dia sendiri dulu. Dia juga tahu,dia tidak akan melakukan hal sekotor itu"


"Benar. Memang benar. Aku tidak melakukan itu"kata Woonho tiba-tiba.


"Woonho? Anakku... Hiks... Hiks..."


Ibu Min He menangis lagi. Dan memeluk erat ananknya itu.


"Ibu minta maaf,sayang. Ibu telah marah padamu waktu itu... Hiks... Hiks..."


Woonho teringat dengan kejadian itu.


"Woonho,apakah benar kau melakukannya?"tanya Ibu Min He.


"Tidak..."jawab Woonho sambil menggelengkan kepala.


"Jawab Woonho!"bentak Ayahnya.


"Aku bilang tidak,ayah"katanya lesu.


"Dia melakukannya,bi. Ini buktinya..."kata Bum Soo memperlihatkan foto Woonho dan Pyori sedang tidur berdua.


"Apa? Tapi,aku tidak melakukan itu. Aku juga baru sadar kalau aku ada disana"


"Ah... Karena mungkin saat itu kau sedang mabuk"


"Aa... Apakah benar aku melakukannya?"


"Sudah cukup Woonho. Ayah sangat kecewa padamu"


Plak!


Satu tamparan dari Ayahnya mengenai pipi Woonho.


"Ah!"


Ibunya terkejut.


"Woonho,kalau memang kau melakukannya. Katakan saja. Tapi,bila kau berbohong. Ibu sangat kecewa padamu"


"Ibu tidak mempercayaiku?"


"Nak,seharusnya kau jangan lakukan ini. Kau sangat keterlaluan. Kau seharusnya menghormati seorang wanita"


"Tapi,bu. Aku tidak melakukannya!"


"Hiks... Hiks... Hiks..."


Suasana menjadi sunyi dan hanya tangisan yang ada.


"Iya,bu. Aku sudah memaafkanmu. Aku juga minta maaf ya,bu. Hiks... Hiks..."


Ayahnya merasa sedih dan memeluk mereka berdua.


"Woonho,ayah juga minta maaf atas perlakuan ayah padamu"


"Tidak apa-apa. Seharusnya aku yg minta maaf. Aku juga minta maaf,ayah"


"Ya"


Beberapa menit kemudian,keluarga Park utuh kembali.


"Nak,mmm... Sebenarnya ibu sudah tahu kau tidak melakukannya"kata ibunya.


"Siapa yg memberi tahu ibu?"

__ADS_1


"Mm... Sebenarnya,ibu yakin kau tidak melakukannya. Dan Pyori juga menjelaskan tidak ada bukti apapun lagi. Hanya ada foto yg ada dalam Handphone milik Bum Soo"


"Terus? Apa yg dia katakan?"


"Mmm... Pamannya kan seorang polisi. Dia sudah menyelesaikan masalah itu. Dan ternyata akhirnya ada yg mengaku"


"Pamannya Pyori mulai mengintrogasi kejadian itu? Kenapa aku tidak diajak kesana?"


"Nak,saat ibu menghubungi. Handphone nya tidak aktif"


"Mmm... Terus,bagaimana cara dia menyelesaikan masalah?"tanya Woonho mulai penasaran.


"Dia meminta semua orang yg ikut dalam pesta malam itu menjadi saksi. Dan disana ada beberapa saksi. Dia mengintrogasi semua yg ada disana. Ada yg mengatakan kalau sedang mabuk dan tertidur disebuah meja. Ada yg mengatakan juga seseorang telah membawamu kesuatu ruangan. Dan saksi itu melihat Bum Soo. Dan banyak lagi. Pyori juga diintrogasi. Bum Soo saat itu juga ada disana. Pamannya Pyori bertanya pada Bum Soo. Mengapa dirinya memotret kalian berdua dan tidak langsung menggertak? Bum Soo menjawabnya. Karena ini adalah sebuah bukti..."


Ibu Woonho terus bercerita.


"Dan akhirnya,kau tidak bersalah. Saat keadaan mabuk,kau tertidur. Dan Bum Soo memerintahkan teman-temannya memindahkanmu kekamar Pyori. Bum Soo melakukan itu karena dia ingin memisahkanmu dengan Pyori"


"Mm... Jadi,seperti itu. Bum Soo mengakuinya?"


"Iya,sayang. Itu hanya fitnah. Mmm... Kau tidak ada masalahkan dengan Pyori? Pyori tidak marahkan? Dia percaya kalau kau tidak melakukannya"


"Ya. Tapi,sekarang aku tidak ada hubungannya lagi dengan Pyori"


Ayah dan ibunya terkejut dan saling menatap satu sama lain.


"Kau sudah berpisah dengan Pyori?"tanya ibunya.


"Ya,bu. Aku yang memutuskan ini. Aku rasa... Aku tidak cocok dengannya dan... Aku tidak menginginkannya lagi. Sekarang mungkin aku tidak akan mempunyai pasangan lagi. Aku akan fokus pada pelajaranku sekarang"


"Nak,mungkin itu yang terbaik untukmu"


"Ya,ayah juga akan selalu mendukungmu. Tapi... Apakah kau yakin bisa hidup tanpa seorang gadis disampingmu? Kau kan ahlinya memikat gadis-gadis..."ledek ayahnya.


"Ayah... Jangan begitu... Mungkin Woonho sedang tidak ingin saja. Mungkin sudah bosan. Hihihi...."tambah ibunya.


"Huh... Mungkin ayah benar....."


"Nah... Ayah selalu benar"


"Sayang,kita pulang ya nak ?"tanya ibunya.


"Ibu kesepian tanpamu....."lanjut ibunya.


"Mmm... Baiklah. Aku akan membereskan barang-barangku dulu"


Woonho pun pergi kekamarnya. Dan dia bertemu bibi Jihye disana.


"Tuan,selamat sore"sapa bibi Jihye.


"Oh iya,bi. Tolong bantu aku beres-beres ya"


"Baik,tuan"


Mereka mulai beres-beres.


"Memangnya tuan hendak kemana?"


"Oh,aku akan pulang bi kerumah"


"Mmm....."


Setelah selesai membereskan barang-barangnya. Dia kembali keruang tamu menemui orang tuanya dengan bibi Jihye.


"Tuan... Nyonya... Perkenalkan nama saya Jihye. Pelayan disini"


"Oh... Ya. Bukannya pelayan villa disini seorang gadis cantik saat kami datang kesini bulan lalu?"


"Oh,saya pelayan baru disini,nyonya"


"Mmm...."ibunya Woonho menganggukkan kepalanya.


"Soal itu... Tidak,ibu hanya ingin berkunjung saja melihat pamanmu. Saat kesini,gadis itu menyapa ibu dengan ramah. Dia sangat baik... Ibu lupa menanyakan namanya..."sambil memegang dagunya berpikir.


"Namanya Yuna,bu"


"Kau tahu,nak?"ibunya terkejut.


"Ya,tentu saja aku tahu. Dia adalah teman masa SD ku dulu"


"Oh....."


"Dia lumayan cantik kan bu...?"kata Ayahnya merayu Woonho.


"Ya..."


"Sudahlah... Itu kan hanya teman"


"Maaf,mengganggu. Mau saya ambilkan minuman?"tanya bibi Jihye yg masih berdiri disana.


"Tidak usah,bi. Kami sekarang mau berangkat"kata Ibunya Woonho.


"Ya. Apakah semua barang sudah ada dalam tasmu,Woonho?"tanya Ayahnya.


"Ya. Sudah semua,ayah"


"Ok. Kalau begitu,kami pamit ya,bi"kata Ibunya pada bibi Jihye.


"Iya,nyonya. Saya akan antarkan sampai depan"


Mereka pun keluar. Woonho menggendong tasnya dan masuk kemobil. Orang tuanya juga.


"Bi,kalau begitu aku pergi ya"kata Woonho.


"Ya,tuan. Hati-hati dijalan"


"Ya..."


Mereka pun berangkat.


Dirumah Yuna...


Disana sedang sibuk mempersiapkan makan malam kejutan untuk orang tuanya Yuna.


Malam pun tiba....


Semuanya sudah selesai tersusun rapi. Yuna pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah itu dia bersiap-siap menunggu kedatangan orang tuanya.


"Ah... Aku tidak sabar lagi..."


Ting... Tung...


Bel pintu berbunyi.


"Apakah itu...?"pikirnya.


Yuna membukakan pintu. Ternyata itu kedua sahabatnya yg diundang tadi.


"Selamat malam Yuna..."sapa Eunbi.


"Malam..."


Yuna mempersilahkan mereka masuk dan duduk disofa.


"Ibumu belum datang,Yuna?"tanya Chorim.


"Belum. Aku sedang menunggunya sekarang. Paling juga nanti sekitar jam 8"

__ADS_1


"Mmmh..."mereka mengangguk-angguk.


Sang bibi Gayong datang membawakan minuman kepada mereka.


"Maaf,menganggu nona-nona..."


Bibi Gayong meletakkan minumannya dimeja.


"Terima kasih bibi Gayong..."ucap Chorim.


"Ya,sama-sama"


"Bi,apa kabar bibi sekarang?"tanya Eunbi.


"Bibi baik-baik saja... Kalau nona Eunbi?"


"Aku juga baik-baik saja,bi"


"Nona Chorim bagaimana kabarnya?"


"Aku juga baik,bi. Sudah lama tidak kesini karena ada banyak tugas"


"Oh..... Kalau begitu... Saya permisi ya..."


Bibi Gayong pergi lagi kedapur. Mereka mulai meminum minuman yg disajikan bibi Gayong.


Pukul 21:19. Orang tua Yuna belum datang juga. Mereka masih duduk diruang tamu.


"Mmmh... Kenapa mereka belum datang juga...?"tanya Yuna dalam hati.


Ttuuuttt..... Ttuuuttt.....


Handphone Yuna bergetar.


"Ibu"


Ibunya menelpon Yuna.


"Halo,nak. Apakau baik-baik saja disana?" tanya Ibunya Yuna dalam telpon.


"Ya,aku baik-baik saja,bu. Apa ibu baik-baik saja disana?"


"Ya,ibu juga baik-baik saja. Mmm... Nak?"


"Ya,bu. Ada apa?"


"Hm... Maaf,ibu tidak jadi pulang sekarang..."


Yuna merasa sedih...


"Ke... Kenapa,bu...?"


"Mmm... Ibu ada urusan... Jadi,ibu tidak bisa pulang sekarang. Ayah dan ibu minta maaf ya..." kata ibunya juga merasa sedih.


"Mmm... Jadi,sekarang... Kalian tidak bisa pulang?"tanyanya agak cemberut.


"Ya... Maafkan ibu ya,nak..."


"Ya,bu. Tidak apa-apa... Jadi,sekarang... Bagaimana dengan kabarnya Ayah?"


"A... Ayah kau... Dia... Sekarang sedang sibuk. Kami berdua sedang dikantor sekarang" jawab Ibunya yg agak gugup.


"Oh,maaf. Mungkin aku mengganggu. Lebih baik ibu menyelesaikan kerjanya lagi"


"Mmm... Maaf,ibu juga mengganggumu nak... Kalau begitu,ibu pamit ya..."


"Ya,bu"


Mata Yuna berkata-kata. Dia menutup telponnya.


"Yuna... Kau kenapa?"tanya Eunbi.


"Ah... Orang tuaku tidak jadi pulang hari ini..."kata Yuna yg mulai meneteskan air mata.


"Mmmh... Sudahlah Yuna... Mungkin orang tuamu sedang sibuk sekarang... Kau yang sabar ya... Ibuku juga belum pulang-pulang juga..."kata Chorim menghibur.


"Hm..."


"Ya,Yuna. Kami kan masih ada. Kau juga bisa menyuruh kami untuk menemani kau dirumah"kata Eunbi menambahkan.


"Benarkah?"


"Ya. Benarkan Chorim?"


"Benar. Kami akan selalu bersama denganmu,Yuna"


"Kalian..."


Mereka berpelukan...


Hadiah untuk kedatangan orang tuanya pun tidak jadi diberikan. Karena orang tuanya tidak jadi datang. Yuna menyuruh sahabatnya,dan pelayannya untuk memakan dan menghabiskan makanan itu.


"Ah... Kenyangnya... Euuuu...."kata Chorim mengusap-ngusap perutnya sambil mengeluarkan nafas kekenyangan. Hihi...


"Jijik sekali kau Chorim..."kata Eunbi menyikutnya.


"Ahahaha......"


Mereka semua tertawa. Sahabat,pelayan dan yg bekerja dirumah Yuna menikmati makanan itu diruang makan. Yuna sangat merasa bahagia. Walau,orang tuanya tidak jadi datang.


Setelah itu,semuanya bubar dan membereskan bekas makan malam tadi.


Chorim dan Eunbi juga pamit pulang.


"Yuna,terima kasih untuk makanannya ya..."ucap Chorim.


"Ya,terima kasih banyak Yuna..."tambah Eunbi.


"Ah... Ya,sama-sama"


"Kalau begitu,kami pulang ya"


"Ya,hati-hati dijalan"


Yuna mengantarkan sahabat-sahabatnya kedepan gerbang.


Dia kembali kedalam rumah. Duduk disofa dan menyalakan televisi. Tidak lama kemudian,dia mematikannya kembali.


Rasanya bosan.


Dia bangkit dari sofa dan pergi keatas. Merebahkan badannya dikasur yg empuk adalah hal yg nyaman.


Dia mengotak-ngatik ponselnya. Setelah itu mematikannya lagi. Menatap langit-langit atap kamar. Rasa kantuk mulai muncul.


Dia menguap"Hoammm....."


Matanya pun perlahan menutup. Tidur dengan nyenyak.


Yuna sangat sedih karena orang tuanya tidak jadi pulang. Yang akhirnya,dia tidak jadi bertemu orang tuanya.


...*****...


Hi... Yang masih stay makasih ya... Maaf ceritanya tidak seru... Nanti nantikan kelanjutannya... Bye...😊😄🙇🙏


......Woonho and Yuna......


___________________ __________________

__ADS_1


...______...


___________________ __________________


__ADS_2