Woonho Dan Yuna

Woonho Dan Yuna
Eps.6


__ADS_3

Pagi hari yg begitu sangat cerah. Ditemani dengan kicauan burung.


Yuna terbangun dan melihat kejendela yang terlihat diluar sudah terang. Bangkit dari kasur,dan membuka gorden dan jendela kamarnya.


Menghirup udara segar...


"Huh....."


Hembusan nafas yang mengeluarkan asap dingin. Dia memandangi langit sebentar.


"Hari ini begitu cerah... Tapi,kenapa tidak dengan diriku?"tanya Yuna dalam hati.


Setelah itu dia pergi kekamar mandi untuk membersihkan badannya.


Beberapa sesaat kemudian,Yuna akan berangkat kesekolah.


"Nona Yuna"panggil bibi Gayong menghampiri Yuna yang sedang memakai sepatu itu.


"Ya,bi"


"Apa nona sudah sarapan?"


"Maaf,bi. Aku... Belum sarapan. Aku mau sarapan dikantin saja"jawabnya kurang gairah.


"Oh,baiklah"


Tinggal memasukkan kaki sebelah lagi dan selesai.


"Bi,aku pamit ya"


"Ya,nona. Hati-hati"


Dia menaiki mobil dan berangkat kesekolah. Dia diantarkan oleh sopir.


Dirumah Woonho,dia dan keluarganya baru saja selesai sarapan.


"Nak,benar kau ingin sekarang pindah sekolah?"tanya sang ibu.


"Ya,bu. Aku ingin pindah"jawabnya.


"Tapi,memangnya tidak apa-apa?"tanya ibunya lagi.


"Kenapa,bu?"


"Ah... Tidak apa-apa..."


"Mmm... Mungkin ini juga yang terbaik untuk Woonho,bu. Kita juga kan sudah mengurus surat-surat untuk memindahkan sekolah Woonho. Gurunya pun menyetujui kalau dia pindah tadi malam"kata Ayahnya.


Ya,saat malam Woonho meminta pada orang tuanya untuk pindah sekolah. Tapi, tidak hanya malam itu. Hari-hari yang sebelumnya dia selalu meminta itu.


Ibunya mau kalau Woonho tetap sekolah disana. Tapi,gara-gara gosip tentang anaknya itu. Ibunya pun menyetujui keputusan itu.


Kenapa ibunya ingin Woonho tetap disana? Karena,hanya beberapa tahun lagi dia akan lulus dari sana.


Tapi,ya... Bagaimana lagi?


"Huh... Baiklah. Nanti ibu dan ayah akan mengantarkanmu untuk mendaftar kesekolah barumu itu. Tapi,lumayan tidak jauh kan dari sekolah dulumu?"tanya ibu.


"Ya,bu. Lebih baik aku sekolah disana"


Ibunya merasa sedih melihat anaknya menderita waktu itu.


Disekolah...


Yuna sudah sampai disekolah. Dia masuk kekelas dengan wajah yang agak muram.


"Ah... Aku tidak boleh seperti ini. Aku kuat merasakan kerinduan ini. Ya,aku tidak boleh lemah"kata Yuna.


Kring... Kring... Kring...


Bel masuk berbunyi.


Seorang guru olahraga datang bersama seseorang dibelakangnya.


Yuna tidak memperhatikan itu dan hanya terdiam mencoret-coret bukunya. Entah dia sedang menggambar apa. Yang pasti tidak jelas.


"Pagi anak-anak"sapa guru itu.


"Pagi..."jawab mereka serentak.


Yuna sekarang duduk tegap dan pandangan mengarah ke gurunya. Karena tidak sopan kalau seseorang berbicara didepan dan tidak memperhatikannya. Pasti rasanya sakit. 😢


Dan pandangan Yuna mengarah ke pria yang ada disebelahnya.


"Huh? W-woonho...?" tanya Yuna dalam hati.


Woonho juga memperhatikan Yuna dan memberinya senyuman. Yuna pun jadi salah tingkah dan membalas senyumannya.


"Anak-anak... Hari ini kita kedatangan murid baru... Silahkan perkenalkan diri"


"Halo,semua. Namaku Park Woonho. Pindahan dari SMA *****. Salam kenal semua. Terima kasih"


"Ok,Woonho. Silahkan duduk dibangku samping Yuna disebelah sana"kata guru itu menunjuk.


"Baik"


Woonho pun berjalan ke arah bangku itu.


Yuna saat itu jadi salah tingkah. Woonho pun duduk disebelah Yuna. Jadi,sekarang Yuna duduk sebangku dengan Woonho.


"Ah... Perasaan ini lagi... Akan kah cerita lamaku terjadi lagi? Ah,tidak mungkin. Lihat saja sekarang. Dia semakin tampan. Dan aku? Dia pasti akan disukai banyak gadis disini. Aku mungkin jagi figuran saja" kata hati Yuna.


Anehnya,wajah Yuna yg begitu muram. Sekarang setelah melihat Woonho. Seperti bunga baru mekar dan disiram dengan air.


Yuna selalu gugup kalau duduk dengan seorang pria. Apalagi pria yang disukainya.


Terdengar bisik-bisik para gadis dibangku sebelahnya.

__ADS_1


"Wah... Tampan sekali..."


"Ya... Aku jadi jatuh cinta..."


Mereka pun memulai pelajarannya.


Pelajaran pertama selesai. Woonho memulai pembicaraan dengan Yuna dengan menyapanya.


"Hi"


"Halo"jawab Yuna yg gugup itu.


"Kau masih bekerja divilla pamanku?"


"Mmm... Entahlah. Mungkin sekarang aku akan berhenti saja"


"Memangnya kenapa?"


"Mmm... Tidak apa-apa"jawabnya sambil tersenyum.


"Hmm..."


Yuna masih saja gugup. Tapi,setelah mereka mengobrol. Perasaan gugup Yuna jadi menghilang.


"Yuna,mmm... Nanti boleh temani aku untuk keliling sekolah ini? Soalnya aku tidak mengenal siapa-siapa kecuali dirimu"


"Mmm... Boleh. Nanti kita akan pergi dengan dua sahabatku. Bolehkan?"


"Ya,tentu saja. Nanti aku juga akan berkenalan dengan mereka"


"Baik"


Yuna berpikir sejenak.


"Kalau nanti mereka tahu Woonho setampan ini. Pasti mereka menertawakanku. Dan mungkin aku akan... Ah... Mampus aku..." kata Yuna sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya.


Sang guru datang dan langsung memberi materi. Sedikit pembahasan dan melirik kearah Woonho.


"Siapa yang disana?"


Woonho melihat ke guru itu dan bertanya.


"Saya pak?"


"Ya,siapa namamu?"


"Namaku Woonho. Saya murid pindahan dari SMA *****"


"Ouh... Iya. Terima kasih atas perkenalannya"


Mereka meneruskan pembelajarannya lagi.


Istirahat...


Seperti biasa,Chorim dan Eunbi sudah menunggu diambang pintu.


Dan mereka melihat Yuna berjalan ke arah mereka dengan seorang pria.


"Entah"jawab Chorim.


Yuna dan Woonho menghampiri mereka berdua.


"Ehm... Siapa dia Yuna?"tanya Eunbi menggoda.


"Ah... Ini murid baru disini"


"Halo,perkenalkan,namaku Park Woonho" Woonho mengulurkan tangannya.


Mereka berjabat tangan.


"Hai,namaku Chorim. Temannya Yuna"


"Ya,aku juga. Namaku Eunbi"


"Senang bertemu dengan kalian"


"Ya"


"Mmm... Ayo kita ke kantin. Aku sudah lapar. Kau juga boleh bergabung dengan kami,Woonho"kata Eunbi.


"Baiklah,terima kasih"


Mereka pun pergi ke kantin.


Dilorong kelas menuju kantin. Yuna terus memperhatikan Woonho yang ada didepannya dari belakang. Chorim dan Eunbi sedang mengobrol berdua dipaling depan.


"Ah... Kenapa aku selalu merasa gugup seperti ini. Ini tidak boleh dibiarkan. Nanti mereka curiga kalau aku berperilaku seperti ini. Dan untung saja mereka tidak tahu dia adalah Woonho yg aku sukai"


Sesampainya dikantin. Mereka duduk dibangku yg tersedia disana. Yuna dan Woonho duduk berdekatan. Rasa gugup Yuna mulai lagi.


"Oh ya. Kita mau makan apa?"tanya Chorim.


"Mm... Kita sama kan saja makanannya" usul Eunbi.


"Boleh. Kita akan makan... Mie beras pedas. Mau?"tanya Chorim.


Mereka hanya mengangguk. Chorim memesankan makanannya. Dan minumannya juga disamakan. Jus jeruk dengan air mineral.


Mereka menunggu pesanannya datang.


Agar tidak terus gugup. Yuna mengambil ponselnya dan melihat MV nya Stray Kids 'Mixtape: On Track'.


Tidak sengaja Woonho juga melihatnya.


Chorim dan Eunbi melihat ke arah mereka berdua.


Eunbi mengirim kode. Chorim mengangguk.

__ADS_1


Chorim mengambil ponselnya dan memotret mereka berdua.


Ckrek!


"Berhasil"bisik Chorim.


"Ok👍"kata Eunbi memberikan jempolnya.


Mereka pun tertawa kecil.


"Hihihi....."


Yuna merasa terganggu dan melihat ke arah mereka yang sedang tertawa.


Woonho kembali duduk biasa dan mengambil ponselnya.


"Ada apa dengan mereka?" tanya Yuna dalam hati.


Makanannya pun sampai dan mereka mulai memakannya.


"Woonho namamu bukan?"tanya Eunbi pada Woonho.


Woonho mengangguk.


"Yuna juga dulu pernah menyukai seorang pria bernama Woonho. Iya kan Yuna?"


Degh!


Hati Yuna berdebar kencang.


"I-iya..."


Woonho tersenyum.


"Euh.... Mengapa Eunbi menanyakan itu?"


"Ya. Dan pada saat itu Woonho menanyakan 'Apakah kau mencintaiku?' Tapi tidak dijawab oleh Yuna. Jahat kau Yuna"Chorim meledek.


Yuna saat itu semakin salah tingkah saja. Dan pipinya mulai memerah. 😳


"Ya. Padahal pria itu mencintainya"tambah Eunbi.


"Tapi,dia tak tahu dulu perasaan Woonho. Yang dia tahu kalau Woonho itu seperti marah. Iya kan Yuna?"tanya Chorim.


"Mm... Iya. Karena orang yang sangat cintai bukan aku. Tapi,Mina temanku. Jadi,dia marah"jawab Yuna dengan penuh emosi.


Woonho yang tadinya tersenyum-senyum menjadi dingin.


Yuna mengeluarkan kata-katanya itu karena tidak sanggup untuk menahannya.


"Ouh... Jadi,begitu ya... Kenapa kau tidak berterus terang saja Yuna?"tanya Chorim lagi.


"Mmm....."


Woonho menunggu jawaban itu. Yuna melirik Woonho sebentar.


Yuna berdiri dan pergi dari sana.


"Mmm... Dari pada kalian menanyakan itu terus. Aku lebih baik pergi dari sini"kata Yuna.


Yuna pun pergi.


"Wah... Yuna jadi marah"kata Chorim.


"Kita yang salah menanyakan itu terus"


"Iya"


"Tenang saja. Dia pasti akan kembali lagi kesini"


"Iya"


Woonho pun berdiri.


"Maaf,aku pergi sebentar ya. Mau ke toilet"


"Oh,ok..."


Woonho pun pergi dari sana. Setelah pergi dari sana. Woonho mencari keberadaan Yuna.


"Chorim,apa kita cari Yuna?"


"Sudahlah Eunbi. Biarkan saja. Dia mungkin malu saja karena kita menanyakan itu didepan murid baru tadi. Kau juga pernahkan waktu itu?"


"Mmm... Iya... Hehehe..."


"Jadi,biarkan saja dia. Nanti juga dia akan kembali"


Sekarang,Yuna sedang ada di Rooftoop. Merasakan angin segar yang menerpa wajahnya.


"Ah... Segar sekali... Huh... Kenapa mereka menanyakan itu didepan Woonho. Mereka tidak tahu kalau yang sedang mereka bicarakan ada didepannya"


Woonho yg sedang mencari keberadaan Yuna menayakan kepada murid-murid disana yang dia melewatinya.


Yuna masih berdiri disana dekat pagar Rooftoop. Dan diberjalan mondar-mandir disana.


Dia melamun berdiri melihat langit.


"Yuna"


Merasa yang memanggilnya. Yuna berbalik.


"Woonho?"


Mereka berdua saling menatap dingin.


...*****...

__ADS_1


Halo semuanya... 😄 Ceritanya kurang seru ya... 😯😟 Makasih ya sudah nyempetin waktunya disini... 💕 Bye...


......Woonho dan Yuna......


__ADS_2