
Setelah itu Yuna pun menutup pintunya dan pergi kekamar mandi untuk membersihkan wajah dan menggosok gigi.
...*****...
Esok harinya.....
Yuna bangun awal. Dia bangkit dari kasur dan mengumpulkan nyawa-nyawanya dulu... Maklum bangun tidur suka agak pusing sedikit....
Dia membuka jendela kamarnya lalu membersihkan diri pergi kekamar mandi.
Setelah itu,Yuna membereskan tempat tidurnya dan pergi kedapur untuk menyiapkan makanan untuk sarapan.
Oh,iya. Divilla itu mempunyai 2 asisten. Yang satu bernama bibi Jihye asisten tetap. Dan yang satunya adalah Yuna.
Bibi Jihye adalah asisten baru juga yang diperbolehkan kerja disana oleh tuan Jinwoo karena untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.
Yuna dan bibi Jihye bertemu didapur.
"Selamat pagi..."sapa bibi Jihye.
"Selamat pagi juga... Bibi ini siapa ya?" tanya Yuna.
"Bibi asisten baru disini. Bibi asisten tetap. Nama bibi adalah Jihye"jawab bibi Jihye.
"Oh,iya. Perkenalkan,namaku Yuna. Aku asisten paruh waktu disini. Senang bertemu denganmu..."kata Yuna.
"Iya... Sepertinya kau masih sekolah ya?" tanya bibi Jihye.
"Mmm... Iya,bi. Aku masih sekolah"jawab Yuna.
"Oh... Kalau begitu bibi pergi dulu ya"kata bibi Jihye.
"Baiklah..."
Saat itu Woonho juga bangun dari tidurnya dan pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Matahari mulai memancarkan sinarnya. Burung juga mulai berkicauan.
Woonho sudah rapi akan berangkat kesekolah.
Dia melihat dan merasakan hawa sejuk dipagi hari. Dia merentangkan kedua tangannya kesamping.
"Ah..... Segar sekali...."kata Woonho memejamkan matanya.
Tuan Jinwoo saat itu sedang lari pagi dipinggir pantai.
"Hah... Huh..."mengatur nafasnya.
Makanan sudah disajikan diatas meja.
Yuna pergi keluar untuk memberi tahu tuan Jinwoo.
"Tuan,sarapannya sudah selesai!"kata Yuna.
Tuan Jinwoo pun menghampiri Yuna.
"Ada apa Yuna?"tanya tuan Jinwoo.
"Itu... Sarapannya sudah aku siapkan" jawabnya.
"Oh,baiklah. Aku ingin mandi dulu. Beri tahu Woonho kalau sarapannya sudah tersaji"kata tuan Jinwoo.
"Baik,tuan"
Tuan Jinwoo pergi untuk membersihkan badan setelah olah raga pagi. Dan Yuna pergi keatas untuk menemui Woonho.
Tok! Tok! Tok!
"Masuk!"kata Woonho yang sedang merapihkan buku pelajarannya.
Yuna pun masuk kedalam kamar Woonho.
"Maaf,tuan. Sarapannya sudah disajikan. Tuna Jinwoo meminta anda untuk segera makan"kata Yuna.
"Baiklah. Aku akan kesana"kata Woonho.
"Baik"
Yuna kembali lagi.
Dan Woonho pun pergi keruang makan untuk sarapan.
Tuan Jinwoo juga sudah ada disana.
Woonho duduk dikursi dan melihat kearah pamannya yang memakai pakaiannya bergitu rapi.
"Kau mau kemana rapih seperti itu?"tanya Woonho.
"Mmm... Oh,iya. Paman hari ini akan Meeting diluar kota"jawab tuan Jinwoo yang sedang memotong roti.
"Ouh... Apa akan lama?"tanya Woonho lagi.
"Mmm... Hanya 4 hari saja"jawab tuan Jinwoo.
Woonho menganggukkan kepalanya.
"4 hari? Katanya tidak akan lama. Mau meeting apa ya?"tanya Woonho dalam hati.
"Ouh iya. Tenang saja Woonho. Kalau kau masih ingin menginap disini. Kau tidak akan sendirian. Aku sudah mencari asisten atau pelayan tetap disini"kata tuan Jinwoo.
"Lalu gadis itu?"tanya Woonho mengarah kearah Yuna yang sedang memasak didapur. Karena dapurnya tidak jauh dari sana.
"Maksudmu Yuna? Dia hanya bekerja paruh waktu saja. Dia juga bisa diandalkan"jawab tuan Jinwoo.
Yuna sudah memasak dan hendak pergi kekamarnya.
Dan Woonho selesai sarapannya dan akan segera berangkat kesekolah.
"Aku pamit"kata Woonho.
Tuan Jinwoo berpikir cepat saat Yuna melewatinya. Dan tuan Jinwoo memanggil Yuna.
"Yuna,kemari!"
Dan tuan Jinwoo juga memanggil Woonho.
Woonho kembali kehadapan pamannya. Yuna juga menghampirinya.
"Ada apa tuan?"tanya Yuna.
"Mmm... Kau akan berangkat kesekolah juga kan nanti?"
"Ya. Tadi aku ingin mengganti pakain dulu"jawab Yuna.
"Mmm... Bagaimana kalau kau ikut bersama Woonho kesekolah memakai motor"kata tuan Jinwoo.
"Apa?!"Woonho terkejut.
"Ahahah.... Tuan tidak perlu. Aku akan berangkat sendiri saja..."kata Yuna.
"Eh,jangan begitu. Kau mau kan Woonho mengantarkan Yuna?"tanya tuan Jinwoo.
"Paman... Aku tidak tahu dimana sekolahnya. Dan aku juga tidak ingin mengantarnya kesekolah. Aku pamit"
Woonho pergi. Tapi,pamannya membuat dia berhenti melangkah.
"Woonho... Apakau melupakan sesuatu?" tanya tuan Jinwoo memperlihatkan kunci motornya.
Woonho berbalik.
"Aa... Kunci motornya....."
"Ya. Kalau kau ingin kunci motor ini. Kau harus mengantarkan Yuna terlebih dahulu"
Woonho tidak tinggal diam. Woonho mendekati pamannya dan mencoba mengambil kuncinya.
"Kembalikan!"
Woonho dan pamaannya seperti kucing dan anjing yang sedang berkelahi saja. Woonho tidak tinggal diam dan pamannya tidak ingin mengalah.
"Paman kembalikan!!!"teriak Woonho.
"Tidak. Sebelum kau mengantarkan Yuna" kata tuan Jinwoo.
Woonho pun berhenti.
"Ah... Lebih baik aku menaiki bis saja"
"Benarkah? Bukankah kau trauma menaiki sebuah bis?"tanya pamannya.
__ADS_1
"Euh..... Huh... Baiklah,aku akan menuruti kemauanmu. Kembalikan kuncinya!"kata Woonho menamprakkan tangannya.
"Benarkah?"tanya pamannya lagi.
"Iya!!!"
Tuan Jinwoo pun memberikan kuncinya.
"Cepat ganti bajumu!!!"kata Woonho pada Yuna.
"Ba... Baik tuan"
Yuna segera pergi kekamarnya dan bersiap-siap.
Woonho pergi keluar.
"Ah... Kenapa dia menyuruhku untuk mengantarkan pelayan itu?"gerutu Woonho.
Woonho menunggu Yuna diluar. Dan Yuna pun menghampirinya.
"Maaf,tuan. Aku lama"
"Cepat naik!"
Yuna pun naik kemotor itu. Dan mereka pun berangkat kesekolah.
Dijalan mereka berbincang-bincang.
"Hei,namamu siapa?"tanya Woonho.
"Apa?! Aku tidak dengar!"
Woonho pun menaikkan suaranya.
"Namamu siapa?!"
"Oh... Namaku Yuna,Kim Yuna. Dan kau?"
"Aku Park Woonho"
"Park Woonho? Apa dia benar-benar Woonho?"tanya Yuna dalam hati.
"Kau sekolah dimana?"
"Di SMA 2 *****"
"Oh... Lumayan dekat dengan sekolahku"
"Lalu,kau sekolah dimana?"
"Di SMA *****"
"Oh,iya. Kapan kau bekerja sebagai pelayan divilla pamanku?"
"Jadi,tuan Jinwoo adalah pamanmu?"
"Ya"
"Mmm... Sudah 3 bulan"
"Mmm....."
Setelah itu tidak ada tanya jawab lagi antara Woonho dan Yuna.
Saat dijalan,Woonho menepi dijalan.
"Turun"kata Woonho.
Yuna pun segera turun.
"Ada apa tuan?"tanya Yuna.
"Hm... Maaf aku menurunkanmu disini. Kalau aku mengantarkanmu sampai sekolah. Pasti melewati sekolahku. Aku takut teman-temanku melihatku. Maaf"
"Ah... Tidak apa-apa. Aku akan menaiki bis setelah ini"
Woonho pun menghidupkan motornya dan pergi.
Yuna memperhatikannya dari belakang. Dan Woonho juga melihatnya dari kaca spion motor.
"Mmm... Jadi,aku harus menunggu bis disini"kata Yuna.
Disekolah Woonho...
Murid-murid lain belum datang saat itu.
Dia masuk kekelasnya.
Seorang gadis bernama Pyori sedang duduk disana. Dan dia melihat kearah Woonho dan langsung menghampirinya.
"Woonho"
Woonho pun duduk dibangkunya. Pyori juga duduk didepan bangku Woonho.
"Selamat pagi,Woonho..."
"Selamat pagi..."
Pyori adalah kekasih Woonho. Dia cantik, rambutnya pendek sebahu dan imut.
"Kau masih memikirkan masalah itu?" tanya Pyori lembut.
"Hm....."
"Aku juga. Tapi,tidak usah dipikirkan kata-kata Bum Soo. Mungkin dia hanya salah lihat"
"Mungkin... Tapi,aku harus segera menyelesaikan masalah ini. Aku tahu Bum Soo sangat mencintaimu. Jadi,dia tidak akan tinggal diam merusak hubungan kita. Aku ingin kau harus menjauhiku sekarang. Aku mohon"
"Woonho... Tapi,kenapa?"
"Aku ingin kau dengan Bum Soo itu bersatu. Aku takut kalau denganku kau akan dapat masalah"
"Jadi,aku harus meninggalkanmu?"
"Ya. Aku rasa hubungan ini selesai hari ini juga. Tapi,aku tidak akan kabur dari tanggung jawabku. Aku akan segera menyelesaikan masalah ini"
"Tapi aku tidak mencintai Bum Soo"
"Maaf. Lebih baik kau dengan Bum Soo sekarang. Aku juga akan berhenti mencintai seseorang. Aku takut masalah ini terjadi lagi"
"Tapi,aku yakin kau tidak melakukannya bukan?"
"Tidak. Tapi,aku harus mengakhiri hubungan ini..."
Woonho menunduk. Dan mata Pyori berkaca-kaca saat mendengar kata-kata yg dikeluarkan Woonho.
"Baiklah kalau ini keputusanmu. Aku tidak akan mengelak"kata Pyori meneteskan air mata dan kembali duduk dibangkunya.
"Huh....."Woonho menghembuskan nafas kasar.
Dan melihat kearah langit.
Disekolah Yuna...
Yuna sudah berada didepan gerbang sekolah.
"Akhirnya aku sampai juga"
Tiba-tiba langkahnya berhenti karenaada yang memanggilnya.
"Yuna!"
Yuna pun berbalik.
Ternyata itu kedua sahabatnya tidak lain dari Eunbi dan Chorim.
"Selamat pagi..."sapa Yuna.
"Pagi juga...!"jawab mereka serentak.
"Mmm... Kalian tidak ada piketkan?"
"Ya"jawab Chorim.
"Kalian tidak keberatan kan kalau ikut aku kekantin. Soalnya aku belum sarapan"
"Oh,bagus kalau begitu. Aku juga belum sarapan"kata Chorim.
"Ya,aku juga"tempal Eunbi.
__ADS_1
"Kalau begitu ayo kita sarapan"ajak Yuna.
"Ayo!!"
Yuna dan kedua sahabatnya pun pergi kekantin untuk sarapan.
Dan mereka segera duduk dibangku yang sudah disiapkan. Lalu memesan makanan.
Menunggu makanan mereka memainkan ponselnya. Tak lama kemudian makanannya datang. Dan mereka mulai makan.
"Mmm... Perutku mulai terisi sekarang" kata Yuna.
"Iya"tempal Chorim.
"Oh,iya. Kenapa kita sama-sama belum sarapan?"tanya Eunbi.
"Mungkin karena kita adalah sahabat sejati..."jawab Chorim.
"Alasan kalian apa tidak sarapan dirumah?"tanya Eunbi.
"Kalau aku itu malas memasak. Jadi,aku tidak sarapan. Asistenku sedang cuti. Dan ibu tidak ada dirumah sibuk dengan pekerjaannya"jelas Chorim.
"Mmm... Aku tidak sarapan dirumah karena aku sedang bertengkar dengan kakakku. Dia selalu saja menjengkelkan dan selalu menjahiliku. Aku muak dengannya. Tadi ibuku hendak menyiapkan sarapan untuk dibawa kesekolah. Tapi,aku menolaknya dan terlanjur marah dengan kakakku"jelas Eunbi memanyunkan bibirnya.
"Lalu,bagaimana denganmu Yuna?"tanya Chorim.
"Aam.... Aku malas untuk sarapan saja" jawab singkat Yuna.
"Malas? Bukannya masakan bibi Gayong itu enak? Apa kamu tidak menyukainya lagi?"tanya Eunbi.
"Bukan begitu. Masakan bibi Gayong masih enak. Aku hanya malas saja. Hehe..."Yuna menyinyir meyakinkan mereka.
"Ouh....."
Mereka melanjutkan sarapannya.
Setelah sarapan dikantin,mereka pergi kekelas. Murid-murid mulai berdatangan. Dan kelas menjadi seperti pasar saat murid-murid lain datang.
Kring... Kring... Kring...
Bel berbunyi menandakan pelajaran pertama dimulai.
Seorang guru datang.
Semua murid duduk rapi dibangku masing-masing.
"Selamat pagi anak-anak!"sapa pak guru.
"Pagi pak...!"jawab kami serentak.
"Hari ini kita akan mengadakan ulangan matematika"
Seketika murid-murid terkejut mendengarnya. Kecuali Yuna.
"Apa???!!!"
Yuna hanya terdiam dan pasrah. Walau pun dia tidak suka dengan matematika.
"Huh....."mengeluarkan nafas pasrah.
Pak guru pun memberikan tugas-tugasnya kepada murid-murid kelas XII.
Yuna terdiam melihat pertanyaan-pertanyaan itu.
"Hehehe..... Kenapa harus sekarang. Aku belum siap untuk ulangan matematika. Lebih baik aku mengerjakan bahasa Inggris saja... Huh..."keluh Yuna dalam hati.
Sementara disekolah Woonho...
Dikelasnya juga diberi ulangan matematika. Sama seperti dikelas Yuna. Semua murid terkejut. Kecuali Woonho.
Woonho melihat saja kearah jendela dan melihat kearah langit.
Walau Woonho pintar. Tapi,sekarang dia mengeluh.
"Kenapa harus sekarang? Huh... Langit hari ini begitu cerah. Tapi,kenapa hatiku seperti ini?"tanya Woonho dalam hati.
Disaat yang bersamaan. Woonho dan Yuna sedang ada ulangan matematika disekolah. Mereka melihat kearah jendela menatap langit yang sama. Mereka menahan pipinya berpikir.
Akhirnya ulangan itu selesai. Dan segera dikumpulkan.
"Ah... Akhirnya selesai juga... Aku kira ini akan sesusah yang aku pikirkan. Aku tidak sia-sia belajar"kata Yuna dalam hati.
Woonho juga selesai mengerjakn tugasnya.
Saat itu Pyori melihat kearah Woonho. Tapi,Woonho tidak menghiraukannya.
Bum Soo melihat Pyori sedang menatap Woonho. Dia pun jadi marah dan mengepalkan kedua tangannya.
"Akan ku beri pelajaran kau!"ancam Bum Soo dalam hati.
Istirahat...
Yuna mendapatkan pesan dari ibunya.
Tring....
Yuna mengambil ponselnya dan melihat ada notifikasi apa. Dan ternyata itu sebuah pesan.
Isi pesan...
"Yuna,ini Ibu. Apa kabar kau sayang? Ibu sangat merindukanmu. Ibu dan ayah akan pulang kerumah. Sekarang ibu sedang dijalan"
"Ibu akan pulang sekarang. Jadi,aku harus ambil cuti. Tidak apa-apa. Sekarang divilla sudah ada bibi Jihye,pelayan tetap. Jadi,aku bisa cuti. Lagian juga tuan Jinwoo sedang ada rapat diluar kota. Aku harus segera memberi tahu tuan Jinwoo"
Ttuuuuttttt.... Ttuuuuttttt....
Yuna menghubungi tuan Jinwoo.
"Ya,halo. Ada apa Yuna?"tanya tuan Jinwoo dari ponsel.
"Begini,tuan. Ibu dan Ayahku akan pulang hari ini. Bolehkah aku mengambil cuti selama 2 hari?"
"Mmm..... Ya,tentu saja. Silahkan. Sekarang divilla ada Jihye. Jadi,kau bisa cuti"
"Oh,terima kasih banyak tuan..."
"Ya,selamat siang"
Yuna pun mematikan poselnya.
Saat itu Eunbi dan Chorim sedang menunggunya diambang pintu.
"Hei... Yuna. Cepat! Kita akan pergi kekantin bukan?"kata Chorim.
"Oh,iya"
Yuna segera menghampiri mereka.
Dan wajahnya sedang berseri-seri.
"Yuna,ada apa denganmu? Sepertinya kau sedang berbahagia?"tanya Eunbi.
"Mmm... Hihihi... Soal itu... Ya,aku sedang senang karena orang tuaku akan pulang hari ini"jawabnya dengan sangat gembira.
"Wah... Oleh sebab itu kau sangat senang?"tanya Eunbi lagi.
"Iya. Kalian juga bisa berkunjung kerumahku sore ini"
"Benarkah? Asik kalau begitu. Andai saja ibuku pulang juga"kata Chorim.
"Iya"
Mereka pun pergi kekantin.
Disekolah Woonho...
Dia mendapatkan pesan dari Bum Soo.
"Datanglah keatap gedung sekolah sekarang juga!"
Itu isi pesannya dari Bum Soo.
Woonho segera menuruti apa yang ada dipesan itu.
Pyori ingin tahu Woonho pergi. Jadi,dia mengikutinya dari belakang.
Berada diatap itu,Woonho disambut oleh teman-temannya Bum Soo.
"Akhirnya kau datang juga,Woonho"kata Bum Soo yg menghampirinya.
__ADS_1
...*****...
Hai semua..... Apa yang terjadi dengan Woonho selanjutnya? Tunggu episode berikutnya... Terima kasih...😊😄❤🙇