
Disana,Woonho disambut oleh Bum Soo dan teman-temannya.
Bum Soo mendekati Woonho. Dia berdiri dihadapannya.
"Akhirnya kau datang juga"
Pyori yang mengikuti Woonho pun berhenti dan bersembunyi dibalik pintu.
"Sedang apa Woonho disini? Dan Bum Soo?"tanya Pyori dalam hati.
"Mau apa kau memanggilku?"tanya Woonho datar.
"Mengenai soal masalah kau malam itu. Kau benar-benar melakukannya. Aku melihatnya sendiri. Saat pesta itu,kau tidur dengannya. Aku segera melaporkan ini. Karena perbuatanmu itu! Kau tidak tahu sakit yang ku rasakan. Dimana harga dirimu? Kau membuat gadis yang aku cinta ternodai. Dan kau juga mencemari nama baikmu,nama baik sekolah ini. Dan kau juga mencemari nama baik keluargamu. Aku ingin kau segera menyelesaikan masalah itu. Dan kau harus berhenti untuk mencintai Pyori. Paham?!!"bentak Bum Soo.
"Aku sama sekali tidak melakukannya. Tapi,aku akan menyelesaikan masalah itu. Dan kau harus tahu juga. Aku dan Pyori tidak ada hubungan lagi"Woonho menatap tajam mata Bum Soo.
"Oh,bagus kalau begitu"
Pyori mendengar itu langsung meneteskan air mata.
"Kenapa semua ini terjadi?"tanyanya.
Pyori pun pergi dari sana.
"Dan setelah ini berakhir. Aku akan pindah dari sekolah ini"
"Ok,itu juga bagus"
Woonho pergi meninggalkan Bum Soo.
"Ah... Kenyang sekali..."seru Chorim keluar dari kantin bersama Yuna dan Eunbi.
"Ya,aku juga. Eh,sebentar. Aku baru ingat. Tadi,dijalan aku melihat kedai baru. Dan namanya kedai mie pedas. Apa kalian mau coba?"tanya Eunbi.
"Wah... Kedengarannya menantang. Pulang sekolah kita kesana saja"kata Yuna mengusulkan.
"Ayo!"tempal Eunbi.
"Tapi,apakah kalian tidak ada ekstra kulikuler hari ini?"tanya Yuna.
"Tidak"
"Oh... Bagus kalau begitu"
Pulang sekolah...
Yuna dan kedua sahabatnya pergi kekedai mie yang dibicarakan tadi. Mereka masuk dan memesan makanannya.
Yuna memanggil pelayan disana.
"Mmm... Aku pesan 3 mangkuk mie pedas dan 3 jus stoberi. Aku juga pesan air mineralnya 3. Terima kasih..."
"Ya. Silahkan menunggu"
Mereka pun menunggu pesanannya.
Saat menunggu pesanan,datanglah seorang pria duduk didekat meja pilihan Yuna. Dan itu adalah Woonho. Woonho dan Yuna duduk saling membelakangi. Woonho juga memesan makanan mie pedas itu.
Beberapa menit kemudian. Mie dan minuman pesanan mereka pun datang. Setelah itu juga,pesanan mie Woonho juga datang.
"Wah... Sepertinya ini enak sekali..."kata Eunbi yang mulai menyicipi mie pedas itu.
"Wah! Enak sekali... Wow..."seru Eunbi.
Yuna dan Chorim juga mulai memakan. Mereka sangat menikmati mie pedas itu. Sampai keringat bercucuran dan bibir mereka jadi agak bengkak karena panas dan pedas.
Woonho juga mulai memakan mie pedas itu.
"Wow! Pedasnya gila!"seru Woonho dalam hati.
Mereka berhenti sebentar memakan mie pedas itu lalu minum.
"Wow... Pedas sekali... Huh... Hah..."kata Chorim kepedasan.
"Aku juga pernah makan mie seperti ini bersama kekasihku"kata Eunbi.
"Ya,dulu aku juga pernah makan mie pedas seperti ini dengan mantan kekasihku"tempal Chorim.
"Yuna,kapan kau mempunyai kekasih seperti kita?"tanya Chorim.
"Ah... Soal itu... Aku tidak memperdulikannya. Itu bukan hal yang penting bagiku..."jawab Yuna.
__ADS_1
"Mmm... Apakah dulu kau hanya menyukai Woonho saja?"
"Uhukkk!"
Pertanyaan Eunbi membuat Yuna dan Woonho tersedak.
"Ah... Mmm... Hu..."
Woonho mendengar itu. Makanya dia tersedak.
"Apa yang dimaksud gadis itu? Apa aku salah dengar saja? Atau apa?"tanya Woonho dalam hati.
"Mungkin Woonho yang dimaksud itu bukan diriku"lanjut Woonho. Tapi,Woonho terus mendengar percakapan mereka.
"Ayolah... Hah... Huh... Aku ingin mendengar ceritamu. Kenapa kau bisa jatuh cinta pada Woonho?"tanya Eunbi memaksa.
Yuna pun terpaksa menceritakan tentang kenapa dia bisa jatuh cinta pada Woonho. Walau Yuna sedang kepedasan.
"Begini... Dulu...
Saat kelas 1 SD,entah kenapa aku menyukai Woonho dan aku bilang aku menyukainya. Saat aku bilang menyukainya,itu malah semakin aku menyukainya dengan berterus-terus. Kelas 2,aku masih mencintainya. Dan kelas 3 juga. Mmm... Saat itu hari yang sangat sulit. Mungkin... Karena dia tiba-tiba menanyakan ini padaku.
"Yuna,apakau mencintaiku?"
Aku sangat terkejut dan aku tidak menjawabnya. Karena aku tahu,dia sedang mengejar-ngejar Mina,temanku. Dia pun berkata.
"Mungkin dia tidak mencintaiku"
Dia pasrah. Dan menembak Mina. Tapi sayang. Mina sudah mempunyai seorang kekasih. Dia ingin sekali dengan Mina. Sampai-sampai dia meminta Mina untuk memutuskan hubungan cinta mereka. Hi...
Kelas 4,aku masih menyukainya. Walau dia sepertinya benci padaku. Aku juga mulai menjauhinya dan ingin berhenti untuk menyukainya.
Kelas 5,rasa suka itu masih tumbuh. Hingga saat itu aku dijodoh-jodohkan dengannya. Dan membuatku merasa semakin suka.
Kelas 6,aku masih dijodoh-jodohkan. Tapi,tidak sedekat waktu kelas 5. Tapi, orang yg menjodoh-jodohkan aku itu juga menyukai Woonho. Aku tahu itu. Aku hanya tersenyum.
Saat-saat menyakitkan itu ada dikelas 6. Saat itu,hatiku sakit karena dia bermain-main kejar-kejaran dengan temanku. Temanku itu bernama Tae Hee. Dia juga sama sepertiku. Menyukai Woonho.
Tapi,aku rasa dia lebih cocok dengan Tae Hee. Tae Hee itu sangat cantik,dan aku? Aku hanya gadis biasa yang suka dibenci orang. Hm...
Saat SMP pun,aku masih menyukainya walau jarang bertemu.
"Wow... Segitunya kau suka dengan Woonho. Tapi,apakah sekarang kau masih suka dengannya...?"tanya Eunbi menggoda.
"Mmm....."Yuna bingung.
Saat itu Woonho masih mendengarkan apa yang mereka katakan.
"Apa dia Yuna teman sekolahku dulu?" tanya Woonho dalam hati.
"Aammm..... Huh... Aku ingin jujur dengan kalian. Aku... Sebenarnya ingin bertemu dengannya. Dan jujur aku masih menyukainya. Entah kenapa perasaan ini tidak mah hilang dari hatiku. Aku ingin segera melupakannya. Jadi,kalau aku bertemu dengannya bergandengan dengan pasangannya. Jadi,tidak ada rasa sakit dihatiku. Apa kalian ada solusinya?" tanya Yuna.
"Dia ingin melupakanku?"tanya Woonho dalam hatinya lagi.
"Mmm... Aku rasa... Aku tidak bisa memberi solusi. Karena,melupakan seseorang yang kita sukai itu sulit. Menurutku..."jawab Eunbi.
"Ya,aku juga..."tempal Chorim.
"Ya... Mungkin aku harus bekerja sendiri... Untuk melupakannya"kata Yuna pasrah.
"Dia masih menyukaiku sampai sekarang? Kenapa bisa? Aku bahkan tidak tahu bagaimana dia berkata kalau dia mencintaiku dulu. Tapi,dia masih ingat dengan detail"kata Woonho.
Makan mie pun sudah selesai. Mereka pun keluar dari kedai mie itu.
Woonho juga keluar dari sana.
Saat dipertigaan,mereka berpisah.
Yuna berjalan sendiri disana.
"Huh... Sekarang aku akan menyiapkan makanan enak untuk ayah dan ibu. Aku sangat merindukannya"
Yuna mengayun-ayunkan tangannya. Disana jalannya lumayan sepi.
Tiba-tiba tangan Yuna ada yang memegangnya dari belakang.
"Ah!"
Yuna langsung berbalik.
"Tu... Tuan...?"
__ADS_1
"Kau? Kau pelayan itu kan?"
"I... Iya. Aku pelayan divilla itu. Ada apa tuan?"
Woonho melepaskan pegangannya.
"Apakau Yuna yang tadi makan dikedai mie pedas itu?"
"Mmm... Ya,tadi aku makan bersama sahabatku. Memangnya kenapa?"
"Jadi,kau kenal dengan yg bernama Woonho?"
"Itu nama tuan bukan?"balik menanya.
"Ya. Tapi,Woonho yg dulu kau sukai"
Yuna bingung kenapa Woonho menanyakan hal itu.
"Ah,kau mendengarkan pembicaraan kami?"
"Mmm..."
"Mmm... Ya,aku mengenalnya dia temanku saat aku masih duduk dibangku SD"
"Jadi,kau pernah menyukainya dan masih menyukainya sampai sekarang?"
Pertanyaan yg membuat Yuna semakin bingung.
"Aaa... Mmm... Mungkin..."
"Huh! Apakau masih kenal denganku? Kim Yuna?"
"Mmm..... Apakah dia Woonho? Tapi, bagaimana mungkin?" tanya Yuna dalam hati.
"Apakau kenal dengan Park Woonho?"
"A... Apakah kau adalah Park Woonho temanku. Yang dulu selalu mendapatkan peringkat pertama? Apakah itu kau?"
"Dan,apakah kau Kim Yuna yang dulu menyukaiku sampai sekarang ini?"
Mereka saling bertanya. Dan terdiam sejenak.
"Ya,itu benar"mereka berkata bersamaan.
"Jadi,benar. Dia adalah Woonho yang dulu aku sukai..."
"Dia Yuna yang dulu mencintaiku"
"Bagaimana ini? Dia pasti sudah mendengar ceritaku tadi. Aduh... Kenapa juga dia ada disana? Tapi,dia ada disebelah mana? Yang tersedak tadi,saat aku tersedak saat pertanyaan itu. Ada yang tersedak juga. Apakah dia ada dibelakangku?"tanya Yuna dalam hati.
"Aku sudah tahu semuanya. Tidak apa-apa. Aku tidak akan marah. Tenang saja"
Woonho pun mendekati Yuna dan memeluknya.
Degh!
Yuna terkejut.
"Senang bertemu denganmu lagi,Yuna. Aku tidak tahu kalau kau seorang pelayan divilla pamanku"
"Ah,Iya. Aku juga. Pantas saja wajahmu tidak asing bagiku"
Detak jantung Yuna sangat berdetak sangat kencang. Dan getarannya dirasakan oleh Woonho.
Woonho pun tersenyum dan melepaskan pelukannya. Hati Yuna masih berdetak sangat kencang. Karena Yuna belum pernah dipeluk oleh seorang pria. Terkecuali Woonho yang tadi memeluknya. Berarti Woonho orang pertama yang memeluk Yuna.
"Mmm... Kalau begitu. Aku pergi"kata Woonho pergi meninggalkan Yuna yang sedang kesambet pria tampan. Hee...
"Huh... Perasaan apa ini?"tanya Yuna.
Yuna pun menarik nafas dan mengeluarkannya. Dia kembali berjalan.
...*****...
Gimana? Masih mau lanjut? Kalian tunggu ya episode selanjutnya...
Terima kasih yang masih tetap mau baca cerita ini... 🙇😄😊❤
Maaf bila ada kesalahan dalam merangkai kata dan alur ceritanya... Terima kasih 😊
🍁Aku sayang kalian...🍁
__ADS_1