Woonho Dan Yuna

Woonho Dan Yuna
Eps.8


__ADS_3

Dirumah Yuna...


"Aku pulang...!"


Seorang pelayan atau asisten rumah tangga disana menghampiri Yuna.


"Eh,nona. Sudah pulang?"tanya bibi Gayong.


"Sudah,bi"


Mereka masuk kedalam. Bibi Gayong melihat ada plester dilutut Yuna.


"Nona,kenapa lututnya dibalut plester?"


"Oh... Ini,bi. Tadi aku jatuh dijalan. Untung ada yang menolongku"


"Mm... Ya,sudah. Nona mandi dulu. Bibi mau menyiapkan untuk makan malamnya"


"Ya,bi. Terima kasih"


Bibi Gayong tersenyum.


Dalam hati Yuna berkata"Bibi seperti orang tua keduaku dirumah"


Yuna pun naik keatas tuk pergi kekamarnya. Dia menyimpan tasnya ditempat yg seharusnya. Dia pun masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri.


Dirumah Woonho...


Dia langsung masuk kerumahnya tanpa basa basi. Karena,dirumahnya juga hanya ada dirinya. Kedua orang tuanya belum pulang dari kerjaannya masing-masing.


Dia pergi kekamarnya. Membuka tasnya dan meletakannya dikasur. Dia menjatuhkan badan kekasur empuk miliknya. Disana sangat sepi,karena memang Woonho tidak memiliki seorang asisten atau pelayan dirumahnya.


Dia menatap langit-langit kamar.


"Huh... Kenapa aku bisa melakukan hal semacam itu...? Saat berpacaran dengan Pyori pun,aku tak melakukan hal itu. Argh!!! Kenapa dengan diriku ini...?! Bagaimana pun,aku harus meminta maaf padanya. Huh..."


Dia bangun dan bangkit untuk pergi ke kamar mandi.


Waktunya makan malam.


Woonho pergi kedapur untuk menemukan makanan disana. Tapi,tak ada sedikit pun makanan diatas meja. Didalam lemari es pun hanya ada sayur-sayuran dan daging. Tapi,dia tidak bisa memasak. Dia pun memutuskan untuk pergi keluar. Mencari makanan yang dia inginkan.


Dia pun pergi keluar tanpa memakai kendaraan. Hanya jalan kaki saja.


Sekarang,dirumah Yuna sedang makan malam. Yuna mengajak bibi Gayong untuk makan malam.


"Bi,ayo makan malam bersama denganku" ajak Yuna yg sudah duduk di ruang meja makan.


"Mm... Tidak usah,Nona. Nona Yuna saja yang makan"


"Ayolah,bi... Aku makan sendirian disini. Aku mau bibi menemaniku"


"Mmm... Baiklah kalau nona memaksa..."


Bibi Gayong pun menghampiri Yuna dan duduk saling menghadap.


"Apa tidak apa-apa kalau bibi duduk disini?"


"Tidak apa-apa,bi. Silahkan makan..."


"Terima kasih ya,Nona"


"Sama-sama,bi. Aku juga sudah menganggap orang tua keduaku"


"Benarkah?"


"Ya,bi. Jadi,bibi jangan sungkan kalau makan bersama denganku"


"Mm... Sekali lagi terima kasih,Nona"


"Ya,bi. Sama-sama"


Saat itu,Yuna sangat bahagia. Dan mereka mulai makan malamnya.


Woonho yang sedang mencari makanan diluar itu berhenti disebuah restoran disana. Dia masuk ke kafe itu,dan duduk ditempat duduk yg sudah tersedia.


Seorang pelayan memakai rok biru dengan baju berwarna putih. Serta memakai celemek dan memakai sepatu berwarna putih menghampiri Woonho yg tengah duduk.


"Selamat malam,apa yang mau anda pesan?"tanya sang pelayan itu.


Suaranya tidak asing didengar olehnya. Dia pun menoleh ke arah pelayan wanita itu. Dan ternyata,pelayan itu adalah mantan kekasihnya,Pyori.


"P-pyori?"


"Halo,Woonho. Apa kabarmu?"


"Aku baik-baik saja. Dan kau?"


"Aku juga baik-baik saja"

__ADS_1


"Kau menjadi seorang pelayan disini?"


"Mm... Ya"


"Mmm..."Woonho menganggukan kepalanya.


Woonho pun memesan makanan pada Pyori. Dan Pyori menuliskannya dibuku catatannya.


"Ada yang lain Woonho?"


"Tidak. Sudah. Segitu saja"


Pyori pun pergi dari sana.


"Huh? Kenapa dia bisa menjadi pelayan disini? Ahh... Sudahlah. Tidak usah aku pikirkan" kata hati Woonho sambil memegang kepalanya oleh kedua tangannya.


Tidak lama kemudian,pelayan disana membawakan makanan yang Woonho pesan. Pelayan yg lain dan Pyori juga. Mereka membawakan makanan 3 piring yang berisi paha ayam,spageti dan burger. Minumannya dia memesan satu botol air mineral dan juga jus alpuket.


"Terima kasih"


Woonho mulai memakan makanannya. Pyori pun tersenyum.


"Selamat makan"


Woonho hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya.


Makan makan sudah selesai. Yuna dan bibi Gayong membereskan bekas makan malamnya.


"Terima kasih,nona. Sudah mengajak saya makan malam"


"Ya,bi. Jangan sungkan"


Setelah makan malam. Yuna pergi keluar untuk merasakan hawa segar dimalam hari.


"Ah..."


Yuna menggeliat merentangkan tangannya ke atas. Dia pun duduk dibangku taman.


"Mmm... Membosankan. Aku akan pergi keluar sebentar"kata Yuna yang segera bangkit dari duduknya dan pergi keluar rumah.


Direstoran,makan malam Woonho sudah selesai. Setelah membayar makanannya. Woonho pergi dari sana. Keluar dari pintu restoran. Terdengar suara yang memanggilnya.


"Woonho!"


Woonho pun berbalik. Ternyata itu adalah Pyori.


"Hm... Ada apa?"tanya Woonho yang berhenti disana.


"Mmm... Tunggu. Aku ingin pulang bersamamu"


"Mmm... Ya,sudah"


Mereka pulang bersama.


"Kau sudah selesai bekerja?"tanya Woonho sambil berjalan dengan pandangan ke depan dan memasukan tangannya kedalam saku celana.


"Mmm... Ya"jawabnya tersenyum sambil melihat ke arah Woonho.


"Woonho,kenapa kau pindah sekolah?"


"Ini bukan urusanmu"jawabnya masih pandangan kedepan.


"Mmm... Ya. Bagaimana dengan sekolah disana? Apa kau suka?"


Woonho hanya mengangguk.


"Oh... Mmm... Sudah lama ya kita tidak berjalan berdua seperti ini?"


Pertanyaan itu membuat langkah Woonho berhenti. Dan dia melihat ke arah Pyori.


"Sudahlah. Kau jangan ungkit itu lagi. Sekarang kita hanya sebatas teman. Tidak lebih dari itu. Kau banyak pertanyaan untukku. Sekarang aku yang akan bertanya padamu"


Pyori mengangguk.


"Bagaimana dengan hubunganmu dengan Bum Soo?"


"Mmm... Aku tidak ada hubungan dengan dia. Ayahku tidak menyukainya. Tapi,kami hanya berteman. Seperti dulu. Bum Soo pun sudah mengakui kesalahannya. Walau perilakunya masih seperti itu. Dia juga sekarang tidak mencintaiku lagi"


"Mmm... Ok. Kalau begitu,sampai jumpa"


Woonho pun pergi dari sama meninggalkan Pyori. Pyori hanya terdiam dan berkaca-kaca. Dia mengepalkan kedua tangannya.


"Woonho...,sebenarnya aku masih mencintaimu..."kata Pyori menatapnya dari belakang.


Yuna berjalan-jalan dan pergi ketaman saat itu. Dia duduk dikursi yang ada disana.


"Ah... Disini nyaman sekali..."


Dibangku disebelah kirinya Yuna. Duduklah seorang pria. Yang ternyata itu Woonho. Dia duduk disana dan memandangi langit. Dia menoleh ke arah gadis yang sedang duduk disana.

__ADS_1


"Yuna?"tanyanya.


Dia menghela nafas dan bangkit dari duduknya.


"Aku harus minta maaf pada Yuna atas kejadian tadi. Dan,aku akan menarik kata-kataku itu..."kata Woonho dalam hati.


Saat akan melangkahkan kakinya. Yuna menoleh.


"W-woonho?"tanya Yuna dalam hati.


Yuna pun bangkit dari sana dan pergi dengan jalan yang agak cepat.


"Apa Yuna marah denganku?"


Woonho pun mengejar Yuna dan menyamakan jalannya. Yang akhirnya, tangan Yuna dipegang oleh Woonho dan langkahnya berhenti saat Woonho berada dihadapannya.


"Huh?!"


Woonho mulai menatap Yuna yang sepertinya sedang ketakutan itu. Yuna menundukan kepalanya tak ingin melihat wajah Woonho.


"Yuna,apa kau marah padaku?"


Yuna tidak menjawab pertanyaan Woonho itu. Yuna melepaskan pegangan Woonho dan ingin segera pergi dari sana.


Tapi,setiap kali dia ingin pergi. Woonho selalu memegang tangannya. Dan membuat tangannya itu sakit.


"Lepaskan tanganku. Ini sakit..."katanya pelan.


Woonho pun melepaskan pegangannya dan kembali bertanya.


"Yuna,apa kau marah padaku?"


Yuna kembali tidak menjawabnya.


"Mmm... "


"Yuna! Jawab pertanyaanku!"


Bentak Woonho memegang kedua pundaknya dan menatapnya dengan tajam.


"Huh?!"


"Kenapa...? Kalau kau marah. Jawab saja!"


"Ba-baiklah. Aku akan jawab. Kau sudah tahu kan? Aku akan melupakanmu... Dan mungkin juga membencimu... Dan mulai sekarang... Aku akan membencimu..."kata Yuna mulai berkaca-kaca.


Woonho melepaskan pegangannya pada pundak. Yuna pun pergi.


"Ah... Kenapa aku emosi seperti itu? Padahal aku hanya ingin meminta maaf"


Air mata Yuna mulai berlinang. Dia menangis dan berlari.


"Arrgghhh...!!! Kenapa aku harus marah padanya?!"teriak Woonho.


Dia pun menggaruk kepalanya menyesal dengan perlakuannya. Dia pun pergi.


Yuna masih menangis.


Sampai akhirnya dirumah. Bibi Gayong ada didepan gerbang.


"Nona? Nona sudah dari mana?"


"Mmm... Ca-cari udara segar saja..."


Bibi Gayong melihat muka putih Yuna itu merah,dan matanya juga. Seperti yang sudah menangis.


"Nona kenapa?"


"Ah... Ahahah... Tidak apa-apa. Bi,aku kedalam duluan ya... Nanti sekalian kunci gerbangnya"


"Oh,iya nona"


Bibi Gayong mengunci gerbangnya. Dan Yuna masuk kedalam.


Dikamar,Yuna langsung merebahkan badannya dan menutupinya dengan selimut. Dia kembali menangis.


"Hiks... Hiks... Hiks... Kenapa aku harus bertemu dengannya lagi...? Hiks... Hiks..."


Dijalan,Woonho juga sedang memikirkan kejadian tadi.


"Huh... "


Dia melepaskan nafas penyesalannya.


...*****...


Ah... Kita berjumpa lagi... 😄 Maaf ya up nya lama... 🙇😯 Terima kasih yang sudah mau berkunjung ke cerita ini... 💕😄 Maaf juga ceritanya garing... Aku bakal usahain ceritanya seru... 😊


Jangan lupa buat ninggalin jejak... 😄

__ADS_1


......Woonho dan Yuna......


__ADS_2