Zona Nyaman

Zona Nyaman
Episode 1


__ADS_3

Mobil hitam terparkir di depan gerbang sekolah SMA 1,namun tak menghalangi pintu masuk utama.


Tampak orang yang berada dalam mobil tersebut fokus melihat ke dalam gerbang dan sesekali melihat ke layar ponselnya.


Abyan Basayev,nama laki-laki yang kuliah semester akhir itu.


"Billa!!" teriak Abyan setelah menurunkan kaca mobilnya.


Ketika perempuan yang dipanggilnya itu menoleh ke arahnya,Abyan pun melambaikan tangannya.


"A!! Abyan!!" pekik Billa sembari berlari ke tempat mobil terparkir.


Abyan meletakkan jari telunjuknya di mulut Billa selepas gadis itu sudah berdiri di dekatnya.


"Hush.. jangan teriak-teriak,malu diperhatikan orang." tegur Abyan dengan muka sok serius "Lagian suara kamu cempreng."


Mendengar hal itu Billa pun menjadi tak bersemangat lagi dan menundukkan kepalanya.


"Iya maaf kalo suaraku menyakitkan telinga." lirih Billa.


Abyan pun menyunggingkan senyumnya.


Selang beberapa detik di eluslah kepala Billa oleh orang yang meledeknya itu,lalu Abyan memegang dagu gadis itu dan mendongakkan kepala Billa.


Kini Billa menatap laki-laki yang berada di depannya,yang tak lain ialah Abyan. Kemudian Abyan memasang tampang heran,tak lupa menautkan kedua alis tebalnya.


"Udah,gak usah ngambek.. sudah kelas 3 juga." ucap Abyan sambil menutupi mulut agar bisa menahan tawanya.


"Gak usah ketawa!" kesal Billa.

__ADS_1


"Siapa??" Abyan melihat ke sekeliling seolah-olah bukan dia pelakunya.


Hanya wajah kesal yang dapat ditunjukkan Billa dan ia lebih memilih melihat ke atas agar emosinya mereda.


"Ayo masuk,gak capek apa berdiri terus." suruh Abyan.


Bukannya masuk ke mobil,Billa malah menuju gerbang sekolah.


"Ke mobiill,kamu jalannya ke mana?" sindir Abyan.


"Gak jelas sih bilangnya." balas Billa.


"Iyaa,maaf LA" pasrah Abyan dan jelas sekali menekankan nada bicaranya pada kata terakhir.


"Aku gak lola." ucap Billa cepat.


"Biasanya juga 'Billa' atau 'Bil' dipanggilnya." ucap Billa tak mau kalah.


"Ayo sini,mau diangkat nih?!" ancam Abyan.


"Iya! iyaa." Billa dengan lekas berlari ke pintu masuk mobil.


Anehnya Abyan dengan cepat keluar dari mobil tersebut.


"Ngapain? ini kan aku udah jalan mau masuk mobil." Billa terheran dan membuatnya terhenti.


"Tadi katanya mau diangkat." ucap Abyan,lalu menaikkan alisnya.


"Maksudnya 'iya' tadi tuh,iya mau masuk." Terang Billa tak habis pikir.

__ADS_1


"Gak jelas sih bilangnya." Abyan meniru gaya bicara Billa sembari tersenyum puas.


Menempelkan kedua telapak tangan dan menaruhnya di bawah dagu yang berarti tanda minta maaf,Billa melakukan itu dengan senyum tak ikhlas.


Melihat hal itu,Abyan pun lantas cekikikan dan mengangguk-anggukkan kepalanya.


Billa pun langsung menuju pintu masuk kursi belakang mobil.


"Di depan,siapa yang nyuruh duduk di belakang?" tanya Abyan.


Mereka pun masuk ke dalam mobil dan Abyan pun melajukan mobilnya.


"Jangan diam aja dong,gak kaya biasanya." lirik Abyan pada Billa yang dari tadi tak bersuara.


Tak mendengar jawaban,Abyan pun mengibaskan rambut Billa ke wajah empunya.


"Kok tumben Abyan yang jemput?" Billa menepis pelan tangan Abyan.


"Kenapa? kamu gak mau?" tetap mengibas-ngibaskan rambut Billa,Abyan bertanya balik.


"Bukannya gak mau,emang restoran lagi gak banyak hal yang harus diurus ya?" tanya Billa.


"Lagi gak terlalu banyak jadi santai aja,lagian akhir pekan masa gak nenangin otak dulu." jawab Abyan,namun pandangan melihat ke depan.


"Aku ke belakang nih." Billa mendorong tangan Abyan yang memainkan rambutnya.


Dengan cepat Abyan mengangkat tangan usilnya tersebut yang menandakan menyerah.


__ADS_1


__ADS_2