Zona Nyaman

Zona Nyaman
Episode 5


__ADS_3

Di toilet hanya tinggal El dan Billa,karena orang yang tadinya di dalam toilet sudah selesai urusannya.


Sedangkan cewek-cewek yang biasanya berdua atau rombongan ke toilet pun telah beranjak pergi meninggalkan tempat itu,entah apa yang ditakutkan sampai ke toilet saja ditemani. Mungkin saja karena melihat toilet di cafe ini yang wastafelnya terbilang cukup keren karena disertai cermin yang cukup besar dengan hiasan yang elegan. Makanya banyak kaum hawa yang berfoto-foto di cermin itu seraya menunggu temannya menyelesaikan urusan di toilet itu.


"Masuk dong,honey." celetuk El di sela-sela membersihkan wajah.


Tak merespon,Billa hanya diam saja di depan toilet. Bersandar pada dinding.


"Billa." panggil El lembut.


"Apa?!" Billa menoleh ke belakang.


"Giliran dipanggil honey aja gak nyaut." lirih El.


Menatap jengah pada El,Billa kembali membalikkan kepalanya ke depan.


"Bantu aku dong ini." El memohon.


Billa memutar haluan. Membalikkan tubuhnya menghadap El. "Apa yang perlu dibantu?! cuci muka aja emangnya perlu bantuan?"


"Ini masih ada gak aroma busuknya? kan aku gak tau,takutnya masih keciuman." cengir El.


"Masa gak kecium,kan deket itu muka sama hidung." ketus Billa.


"Masa gitu aja gak mau bantuin? yang daerah mulut sama hidung emang gak ada lagi baunya,tapi daerah pipi sama dagu kan gak bisa nyium." El memasang tampang sedih.


"Ya udah deh,sini!" Billa mulai tak tega.

__ADS_1


"Kamu aja yang masuk. Ya?" pinta El dengan ekspresi imutnya.


"Ini kan toilet pria,gak mau ah." Billa mengangkat bahunya.


"Gak ada yang liat juga." El melihat ke sekeliling.


Akhirnya Billa pun mau juga masuk ke dalam toilet. Menghampiri El.


El lantas menyodorkan sebelah mukanya pada Billa yang telah berada di sampingnya. Meskipun dengan muka cemberut,Billa pun mulai mendekatkan hidungnya ke pipi El.


Baru saja Billa mau mengendus apakah masih ada bau busuk yang tertinggal di pipi El,laki-laki itu malah menempelkan pipinya ke bibir Billa. Sontak Billa pun membelalakkan matanya.


"ELRAMDAN RABBANIII!!!" pekik Billa cepat seraya memundurkan wajahnya.


"Hadir!" seru El seakan diabsen oleh dosen.


Billa pun mengangkat tangannya seperti ingin memukul laki-laki di depannya itu,namun kalah cepat karena El sudah berlari keluar dari toilet.


Hampir saja Billa menabrak dua orang cewek yang mau pergi ke toilet,karena hal itu Billa tak sempat menarik baju El yang sedikit lagi berada dalam cengkramannya. Tetapi Billa memang tidak pernah dapat mengejar El kalau perkara kejar-kejaran,terkecuali El dengan sengaja memperlambat larinya.


"Maaf ya mbak! lagi ngejar orang gak waras soalnya." Billa berujar sedikit berteriak. Menengok sebentar ke belakang ditengah larinya.


"Hey!" tegur El sambil tertawa. Tetap dengan usahanya untuk melarikan diri.


Ketika melihat Abyan berdiri di depan mini bar,El pun berlindung di belakangnya untuk menghindari amukan Billa.


"Abyan,minggir." tukas Billa dengan ekspresi kesalnya. Begitu tiba di tempat tersebut.

__ADS_1


"Ada apa?" Abyan melihat pada Billa dan El bergantian.


Billa hanya diam dengan matanya yang terus menatap El tak bersahabat. Sedangkan El juga diam dengan tangan yang memeluk perut Abyan dan kepalanya yang berada di atas pundak lelaki itu.


Sebenarnya El merasa capek juga jika berlama-lama meletakkan kepalanya di pundak Abyan,sebab dia harus berjingkit karena perbedaan tinggi badan Abyan yang sebelas senti dengannya. Padahal tinggi El saja 171 senti. Jika bukan karena ingin melihat lucunya ekspresi Billa saat marah,ia pun tak mau berpenat-penat melakukan ini.


"El!" lirik Abyan pada laki-laki yang wajahnya sangat dekat itu. "Berbuat apa lagi lo sama Billa?"


"Cuma menyayanginya." El tersenyum pada Billa.


"Sayang kamu itu beracun!" rutuk Billa. "Jadi gak ada yang maunya karena merugikan diri sendiri."


"Kenapa?" seorang cewek menghampiri mereka. Di belakangnya Chand menyusul.


"Dhea.." lirih Billa manja.


Abyan kontan melepaskan pelukan El darinya dan mengangkat bahu yang membuat El menurunkan kepalanya.


"Baby,kamu kenapa?" Dhea mendekat pada Billa dan merangkulnya.


"Lo apain lagi Billa? hah?" Chand mengedikkan dagunya pada El.


"Mau gue jadiin istri. Kenapa?" balas El dengan tersenyum puas.


"Gak mau!" Billa melemparkan kacang kulit yang didapatkannya dari tangan Dhea ke arah El.


"Sudah. Kita ke dalam,gak enak ribut-ribut disini." ajak Abyan.

__ADS_1


Chand dengan sigap merangkul leher El dengan tangan kanannya. Menarik anak itu menuju ke ruangan mereka. Disusul Dhea yang memeluk Billa. Sedangkan Abyan yang paling belakang.


Kini mereka telah berada dalam ruangan. Chand dan El duduk bersebelahan,sementara Billa dan Dhea di seberangnya,Juga Abyan yang memutuskan duduk di samping Dhea.


__ADS_2