Zona Nyaman

Zona Nyaman
Episode 3


__ADS_3

Abyan pun berlalu meninggalkan Billa yang berjalan lambat di belakangnya,masih dengan muka cemberutnya.


"Ayo,buka." titah Abyan yang telah sampai di depan pintu rumah.


Billa pun mengambil kunci rumah di dalam tasnya,lalu seperti yang disuruh ia membuka pintunya.


Begitu pintu terbuka,nampaklah seisi rumah yang lumayan gelap karena tidak ada satupun lampu yang menyala.


"Loh?! kok gelap? emang mama gak ada di rumah?" tanya Billa bingung.


Lain hal dengan Billa,Abyan bersikap biasa saja dan langsung ngeloyor duduk di sofa ruang tamu,setelah sebelumnya ia menyalakan lampu ruang tamu.


"Mama ke rumah abangmu,gak tau nginap atau enggak." Abyan akhirnya menjawab pertanyaan Billa karena Billa masih saja tampak bingung.


"Kok aku gak tau?" tanya Billa tak yakin.


"Tadi mama nelpon aku biar jemput kamu dan aku lagi gak sibuk juga,makanya tau mama kemana." jawab Abyan.

__ADS_1


"Kebiasaan si mama ini,anaknya gak dikasih tau duluan." ucap Billa.


Seusai melepas sepatunya,Billa pun berjalan masuk ke kamarnya. Ketika sudah di kamar,ia menyenggol pintu kamar dengan bahunya agar tertutup dan langsung berbalik berjalan menuju tempat tidurnya berada,tanpa memastikan apakah pintu kamarnya benar sudah tertutup.


Billa langsung melempar tasnya ke kasur,lalu memejamkan matanya dan juga melemparkan tubuhnya ke tempat ternyaman tersebut.


Abyan nampak sibuk dengan ponselnya,entah apa yang ia kerjakan.


Lima belas menit berlalu Abyan masih sabar menunggu Billa selesai mengganti pakaiannya,namun akhirnya dia penasaran apa yang dilakukan gadis itu hingga belum juga keluar dari kamar.


Maksud hati ingin melihat apa benar Billa memang belum keluar kamar dari tadi,atau jangan-jangan ia malah sembunyi-sembunyi ke dapur untuk mengisi perutnya,tetapi lampu di dapur tidak ada yang menyala. Memang dapur berseberangan dengan ruang tamu hingga dapat terlihat walaupun tidak begitu jelas.


"Gak hilang-hilang juga kecerobohannya itu." gumam Abyan.


"Billa!" teriak Abyan "Kamu kalo ganti baju pintu kamarnya ditutup dong."


Tak ada jawaban apapun dari Billa,apalagi menutup pintu kamarnya.

__ADS_1


"Bil! sudah selesai belum? kalo gak jawab berarti sudah selesai ya?" tanya Abyan memastikan.


"Kamu ngambek gara-gara mama ngasih tau aku duluan? gak jawab juga aku samperin nih." ancam Abyan "Aku serius ini."


Tak tahan karena tak ada jawaban dari Billa,Abyan pun bergegas berdiri hendak menuju kamar Billa karena tak biasanya gadis itu benar-benar mengacuhkannya.


"Kalo ada laki-laki di rumah ini ditutup dong pintu kamarmu i--" kalimat Abyan tertahan begitu sampai di ambang pintu kamar Billa.


Pelan-pelan ia masuk ke kamar Billa dan menghampiri yang punya kamar berada.


Dilihatnya Billa yang sedang terlentang di atas kasur dan tidur dengan nyenyaknya. Posisi tidurnya membuat Abyan menggeleng,kedua kaki Billa yang menjuntai ke lantai dan tangannya yang terbuka lebar.


Abyan memposisikan tubuhnya berdiri tepat di depan Billa,kakinya mengapit kedua kaki Billa yang menjuntai,lalu Abyan menurunkan badannya dan membuat kedua sikunya menjadi tumpuan.


Kini jarak badan mereka berdua hanya satu kilan,sedangkan wajah berjarak lima jari. Meskipun begitu,Billa belum juga tersadar dari tidurnya. Tak cukup dengan hal itu,Abyan menghembuskan napasnya tepat di depan muka Billa berkali-kali,namun Billa hanya bereaksi dengan memalingkan wajahnya ke samping.


Belum juga puas,Abyan menggenggam kedua tangan Billa dan dengan cepat meletakkannya ke atas kepala Billa tanpa melepaskan genggamannya.

__ADS_1


Akhirnya Billa pun terbangun dari mimpinya. Dan menatap lekat-lekat pria yang sangat dekat dengan wajahnya itu.


__ADS_2