Zona Nyaman

Zona Nyaman
Episode 4


__ADS_3

"Abyan? ngapain?" tanya Billa linglung karena berproses mengumpulkan nyawanya.


"Kamu yang ngapain? katanya ganti baju,tapi kamu malah ngapain?" Abyan bertanya tetapi sebenarnya lebih pada sindiran.


"Cuma memejamkan mata sebentar doang kok" kilah Billa tak mau mengaku yang sebenarnya.


"Gak tidur? aku aja cukup lama tadi gangguin kamu,kalo gak tidur apa namanya,Bil?" tanya Abyan dengan senyuman tanpa ada ketulusan di dalamnya.


"Udah ah,nanti lama baru sampai ke sana,mereka marah kalo kita ngaret datangnya." Billa mendorong dada Abyan untuk menyingkir dari hadapannya yang sangat dekat itu.


Lagipula cukup aneh juga posisi mereka sekarang. Abyan pun mendudukkan dirinya di atas kasur. Lantas Billa bangun dari tidurannya,berjalan menuju lemari pakaiannya berada.


"Gara-gara siapa emangnya kita belum juga berangkat?" ucapan Abyan yang terdengar seperti nyinyiran. "Salah siapa?"


"Bukan salah aku,lagian kasurku tuh kenapa coba pake goda-goda aku segala untuk menidurinya?" gerutu Billa tak masuk akal.


"Menidurinya?" Abyan bertanya dengan wajah yang tak bisa dikondisikan.


"Ya!" seru Billa enteng.


"Billa!!?" teriak Abyan yang tampak sedikit panik.


"Hah?" toleh Billa pada Abyan,sedangkan tangannya terlihat akan membuka pakaiannya.


"Aku masih disini! kamu kenapa malah main buka baju aja." Abyan berusaha tenang,namun masih sedikit ada kekhawatiran.


"Santai aja dong,siapa juga yang mau ganti baju sekarang?" tanya Billa tak habis pikir dengan sangkaan Abyan. "Aku mau lepas ini sweater aja,abisnya gerah dan lagi masih ada baju sekolah aku kok."

__ADS_1


Ekspresi Abyan sangat datar,seakan lelah menghadapi Billa. Percuma saja dirinya teriak,panik,juga ada perasaan gelisah. Bahkan sempat berpikir yang tidak-tidak juga mengenai Billa.


Sementara Billa lalu memilih-milih yang mana baju yang akan dikenakannya,seusai melepas sweater yang dominan warna hitam dan garis merah pada tiap ujung kain.


"Abyan,aku mau ganti baju." ucap Billa.


"Iya,sana" saut Abyan tak mengerti maksud dari ucapan Billa.


"Gimana mau ganti baju kalo Abyan di kamar." ujar Billa agar Abyan mengerti maksudnya.


"Kirain ganti bajunya ke kamar mandi." balas Abyan.


"Ribet,kalo aku berubah pikiran mau baju yang lain,ke kamar lagi ambil bajunya." pikir Billa.


"Aku rebahan aja nih,tenang aku gak akan ngintip." Abyan membaringkan tubuhnya,kemudian memejamkan matanya.


"Tutup pintunya,aku juga laki-laki." Abyan mengingatkan.


Abyan pun dengan lunglai keluar dari kamar Billa,memang dirinya tergiur begitu melihat Billa tidur dengan nyenyaknya. Apalagi tempat tidurnya sangat nyaman dan empuk,sehingga Abyan berniat untuk tidur sejenak di kasur itu seraya menunggu Billa ganti baju dan bersiap-siap.


>>>>>


"Wah,sudah mau penuh aja tempatnya." Abyan memarkirkan mobil ke tempat yang kosong di depan sebuah cafe.


"Jam berapa sih?" Billa melihat pada jam tangannya yang menunjukkan pukul 16.51,benar saja mereka sedikit terlambat dari waktu yang ditentukan.


Setelah turun dari mobil,mereka pun berjalan masuk ke dalam cafe beriringan.

__ADS_1


"Honey!! kamu ken--" teriak laki-laki menyambut kedatangan mereka tertahan karena mulutnya yang dengan cepat dibekap laki-laki lain yang bergegas menghampirinya.


"Aduh malunya.." lirih Billa dengan refleks sudah berada di belakang Abyan.


"Chand,seret El ke dalam. Itu anak gak kenal situasi dan tempat." suruh Abyan menghampiri dua laki-laki itu,dengan Billa yang masih membuntilinya.


"Bau sampah! tangan lo habis megang apa hah?!" El yang akhirnya berhasil melepaskan tangan Chand dari mulutnya. Mereka berempat kini tengah berada di ruangan yang khusus untuk mereka saja.


"Seperti yang lo bilang,sebelumnya gue buang tumpukan sampah ke belakang." saut Chand tanpa dosa.


"Bang sate lo!" kesal El akhirnya.


"Eh? jangan narik-narik sembarangan dong,ngapain sih?" tanya Billa tak suka karena tangannya yang ditarik El tanpa persetujuan.


"Bantu aku bersihin ni muka ke toilet." pinta El memelas.


"Kan bukan aku yang buat begitu,lagian emang sendiri aja gak bisa apa." balas Billa.


"Gak bisa,ini hukuman karena lama baru datang. Aku disini lama banget nunggu." sungut El agar dikasihani.


Billa pun melirik pada Abyan dan Chand,berharap mereka menolongnya.


"Kamu juga kenapa tidur dulu tadi,kan tahu El suka memanfaatkan keadaan." Abyan membuka suaranya.


"Gue aja,Billa kan cewek ngapain dia nemenin lo ke toilet." tarik Chand pada tangan El.


"Gue maunya sama My honey,bukan sama manusia pait. Tenang,gak gue tutup pintunya." El melepas tangan Chand.

__ADS_1


Akhirnya Billa pun pasrah saja ditarik tangannya oleh El ke toilet


__ADS_2