Zona Nyaman

Zona Nyaman
Episode 2


__ADS_3

"Mau langsung aja atau ke rumah dulu?" tanya Abyan.


Yang ditanya bukannya menjawab malah sibuk dengan game yang ada pada gadgetnya.


"Sayangku gemasku babyku.." panggil Abyan dengan manisnya.


"Merinding! hiii." saut Billa langsung.


"Dijawab kalo ditanya Billa." ujar Abyan.


"Apa?" tanya Billa dengan tampang polosnya.


"Barusan gak dengar?" mulai muncul rasa jengkel Abyan.


Masih dengan tampang polosnya,Billa menatap Abyan dengan ekspresi seperti bayi yang bingung saat diajak bicara oleh tante-tante yang baru ditemuinya.


"Kapan?" Billa bertanya dengan ragu-ragu.


Tak bisa marah Abyan pun hanya menghela napas pelan.


Tahu dirinya salah,Billa pun mengusap-usap dada Abyan mengisyaratkan agar bersabar.


"Kamu mau singgah ke rumah dulu?" Abyan bertanya ulang.

__ADS_1


"Oohh.. iya,ke rumah dulu mau ganti baju." jawab Billa memberikan alasannya.


"Kenapa gak langsung aja? kan disana juga ada baju ganti" tanya Abyan.


"Gak mau ah,malam minggu masa pakai baju biasa." seloroh Billa.


"Apa hubungannya? logika kamu itu rumit,Billa." gumam Abyan tak habis pikir,seraya mengusap kepala gadis itu dengan penuh kasih sayang.


Sementara Billa kembali beralih fokusnya pada game yang dimainkannya.


"Oh!" sepertinya Abyan mulai mengerti jalan pikiran yang ada dalam kepala Billa.


Dengan cepat Abyan memegang dagu gadis itu dengan sebelah tangannya,lalu menghadapkan kepala Billa padanya.


"Apaan?? aku gak ada rencana mau ketemuan dengan siapa-siapa." jawab Billa cepat namun hanya dengan nada santai.


Memasang tampang tak yakin dengan jawaban Billa,Abyan kembali bertanya, "Terus?"


"Aduhh,kan aku malu diliat banyak orang tapi yang ku pakai baju kalo nyantai di rumah." jelas Billa.


"Kita seringnya juga kumpulnya di dalam,gak di depan kok." ucap Abyan.


"Tapi kalo salah satu dari kita berlima ada yang ngajak duduk di depan,kan pasti itu duduknya di depan,waktu Abyan gak ikut ngumpul lumayan sering duduk di depan." cerocos Billa.

__ADS_1


"Seperti yang kamu bilang banyak orang kan? apalagi malam sabtu dan minggu bisa sampai dua kali lebih banyak orang yang datang daripada hari biasa." ucap Abyan.


"Iya." seru Billa antusias.


"Maka dari itu kita gak mungkin duduk di depan karena gak ada tempat kosong,kursi di luar juga bisa ada yang nempatin,otomatis kita pasti ngumpulnya di dalam,kan?" argumen Abyan panjang.


"Tapi kan--" saut Billa langsung namun tak sempat selesai.


"Apa?" jeda Abyan dengan senyum kemenangan.


"Tapi Chand biasanya minta aku ke depan buat nganter minuman ke pembeli yang bagian cowo-cowo,padahal aku malu banget." protes Billa.


"Masih aja rupanya dia itu,sudah sering dikasih tau juga." ucap Abyan heran.


Setelahnya mereka berdua sempat hening sesaat,namun tak berlangsung lama karena Abyan selalu saja ada tingkahnya yang membuat Billa membuka suaranya,lalu mereka pun berakhir dengan beradu argumen di sepanjang perjalanan.


"Sudah sampai Billa Nabila.." beritahu Abyan yang sudah dari tadi keluar dari mobilnya,karena Billa masih saja duduk di dalam mobil tanpa ada terlihat keinginan untuk membuka pintu mobil.


"Kirain mau dibukain tadi pintu mobilnya." gerutu Billa selepas keluar dari mobil dan diakhiri dengan mengedepankan bibir bawahnya.


"Maaf deh sudah bikin kecewa." Abyan tertawa kecil.


__ADS_1


__ADS_2