
Masih di Kediaman Keluarga Al-Zeera. Iqbal bangun lebih awal dibanding yang lainnya, karna ia tak bedagang sampai Terbit fajar bahkan setelah sholat subuh ia tertidur kembali, sedangkan Arfan dan Anak-anaknya tertidur saat setelah sholat subuh.
Iqbal berjalan menuju dapur, ia ingin mengambil segelas air hangat untuk ia minum. tiba di dapur ia melihat Cantika sang Nyoya di rumah itu sedang menyiapkan makanan untuk sarapan.
" Selamat pagi Iqbal" Sapa Cantika sembari Mengiris Bawang merah.
"Selamat pagi Tante Cantika" Sapa Iqbal balik.
"Lagi buat apa tante? mau Iqbal bantuin ga?" tanya nya. sembari mengambir segelas air di Dispenser lali meneguknya sampai habis.
"Mau buat Nasi Goreng, kan kaliah harus sarapan. Boleh bantuin Tante nyusun Piring aja"
Tanpa berkata apapun Iqbal merapihkan meja makan, ia susun piring dan gelas.
"Iqbal punya adik?" tanya Cantika.
"Punya tante, namanya Arline, masih 15tahun" jawab iqbal sembari menyusun meja makan.
" Cuma 2 bersaudara?"
"Iya tante"
"Tante juga cuma 2 bersaudara, akur ga akur."
"Bener tuh tante."
"Iqbal udah punya pacar?" Tanya Cantika kembali.
Dengan santai Iqbal menjawab "Gaada tan, belum kefikiran."
Cantika yang mendengar hanya membulatkan mulutnya.
"Pagii macan" Sapa Queen yang tiba-tiba muncul di dapur dan duduk di samping Iqbal dengan rambut yang mengembang seperti singa.
"Pagi tuan putri" Sapa Cantika pada anak Perempuannya itu.
Iqbal menoleh ke arah Queen dengan menahan tawanya melihat Gadis yang biasanya ia lihat rapih dengan tampilan yang Rambut yang mengembang acak-acakan karna baru bangun tidur. Queen pun menyadari Iqbal yang nenatapnya.
"Kenapa nahan tawa?" tanya Queen heran.
"Ahh engga engga" elak Iqbal namun tetap menahan tawanya.
"Jujur ga lo!" Paksa Queen.
"Rambut lu itu, hahaha" ucap Iqbal dan Tawanya pecah, Cantika juga ikut tertawa.
"Apa lo?" tatap Queen sinis, Iqbal pun menghentikan tawanya.
"Kaga" jawab Iqbal.
__ADS_1
"Dasar aneh!" Ucap Queen, beranjak kembali ke Kamarnya.
"Emang ngeri ya tante cewe kalo udah marah" seru Iqbal pada Cantika.
"Hahaha tante pikir juga begitu"
-----
Kantin Kampus
Iqbal dan Bayu sedang memakan makananya, tanpa mengeluarkan sepatah kata sedikitpun.
Tiba-tiba Bani duduk di samping Iqbal.
"Sepi amat" seru Bani lalu meminum Es Teh miliknya.
"Eh ka" Sapa bayu kikuk, karna bani Seniornya yang cukup di kenal karna Kakak dari Queen.
"Santai-santai," Ucap Bani, Bayu mengangguk.
"Kenalin gue Bani" lanjut Bani.
"Ah iya ka, gue Bayu"
Iqbal masih Serius dengan makanannya.
"Bal lu ngapa dah" tanya Bani pada Iqbal namun tak ada Jawaban apapun.
Iqbal mengeluarkan Ponsel nya, mengetik.
[gue sariawan gede banget, makan aja pelan bat apa lagi ngomong] menunjukan pada Bayu dan Bani.
"A*jir bilang ngapa gue kikuk sendiri bal dari tadi lu diemin gue, gue ampe mikir salah gue apa? Apa karna gue nanyain tugas mulu" Seru Bayu, Iqbal hanya mengacungkan jempolnya.
"Bal gue kira lu ngapa!" Ucap Bani lalu menyentil tangan Iqbal.
"Hai Ban" Sapa seorang Wanita, Mereka bertiga Menoleh kearah Wanita tersebut.
"Eh Sherin, hai" Jawab Bani kikuk, Iqbal dan Bayu juga ikutan Kikuk.
"Ka Nauval sekarang Kerja di indonesia ya ka?" tanya wanita tersebut yang benama Sherin Mahasiswa Tingkat akhir seperti Bani, Ia dulu tetangganya Bani dan tergila-gila pada Nauval.
"Ah iya" Jawab Bani.
"Nanti Sherin main kerumah Bani ya!" Seru Wanita itu lalu pergi dari Hadapan mereka Ber-3.
"Itu Sherin, si gila Matematika?" Bayu baru Menyadari.
"Hmmm" Jawab Bani dengan malas.
__ADS_1
Iqbal mengetik lagi pada ponsel nya.
[Siapa dia? ko kenal sama ka nauval?] lalu menyodorkan pada Bani.
"Sherin itu tentangga gue, dia sebenernya baik tapi dia terlalu terobsesi sama Ka Nauval. bahkan dia perna sewa hacker untuk Nembus Line Ka Nauval untuk nyari tau Cewek mana ya lagi ngedeketin Ka nauval. Bahkan dia pernah salah ngira sama Sharoon saudara kembarnya sendiri Pacaran sama Kaka gue sampe akhirnya Sherin melempar Bubuk cabe pada Sharoon." Jelas Bani, Bayu terkejut medengar penjelasan Bani.
"Kaaaaaa tadi Sherin senyum, tumben banget" Seru Queen pada Bani dengan muka yang cukup Cemas.
"Sherin bilang dia mau Kerumah nanti" Ucap Bani. Queen hanya Menghela nafas mendengar pernyataan Kakaknya.
"Anu Queen follback gua dong" Pinta Bayu.
"Ah namanya siapa maaf ya, gue jarang banget buka IG"
"Baymeg"
"Udah" Seru Queen "Eh Cowo ngeselin IG lu apa sini gue follow" Tanya Queen pada Iqbal
Iqbal Tak menjawab apapun, Karna ia sariawan. ia juga tak mau mengetik takut di Queen tertawa.
"eh cowo ngeselin" Panggil Queen, Namun tak ada respon.
"Anu Queen dia lagi Sariawan gede banget" Jelas Bayu, Iqbal menatap Bayu seperti ingin memakannya.
"Iqbaldmw" Jawab Iqbal.
"Wahhhh gamau kehilangan Image di depan cewek, dari tadi gue ngajak lu ngomong ampe berbusa bal" Bayu kesal, Bani hanya Tertawa mendengar kata-kata Bayu.
kalo gue diem mulu bakal dibully apa ratu barbar -iqbal
Iqbal hanya tersenyum kecil kepada Bayu.
"Wah gila dunia jahat" Ucap Bayu, Bani pun lagi-lagi tertawa.
"Udah gue follow Wahai ananda iqbal, Guys gue pamit dulu ada kelas nih" Pamit Queen.
"Oke" Ucap Bani dan Bayu bersamaan.
"Mabar Bal di rumah gue" Ajak Bani.
Iqbal mengetik.
[ Baru aja 2 hari yang lalu gue nginep di rumah lo, gantian lu di rumah gue. Ajak Fadil ama Ka Nau ] lalu menunjukan pada Bani.
"Mana boleh gue pergi, Bokap Nyokap pergi Dinas. My Queeny sendiri ntar ngambek"
Iqbal Mengetik lagi..
[Ajak aja Queen ntar dia main sama adik gue, kebetulan Besok malem adik gue ultah ka]
__ADS_1
"Siap, Bayu lo ikut Ya" Ajak Bani.
"Oke ka"