10 Fancy Years

10 Fancy Years
Perpustakaan.


__ADS_3

Queen cukup akrab dengan membaca buku, Hampir tiap hari Ia ke perpustakaan Untuk membaca buku 30menit dan sisanya Tidur bergeletak di lantai perpustakaan.


Satu Angkatan dan Anak-anak yang sering berada di perpustakaan hafal sekali dengan tinggah Queen.


Saat ini Queen sedang mencari buku tentang astronomi, ia suka sekali membaca buku yang di dalamnya ada unsur Bintang, Bulan serta Planet.


ia pergi ke perpus, karna menunggu Bani sang kaka yang sedang ada kelas. Queen menolak Pulang di jemput pa mamat kalau Bani ke kampus ia memilih menunggu kakanya dan ia juga slalu menolak ajudan yang papanya tugaskan untuk menjanganya.


Queen risih dengan ajudan yang selalu mengikutinya dan pasti mengundang pusat perhatian orang-orang yang melihat Queen.


Setelah Membaca buku queen berjalan ke Tempat biasa ia tertidur dengan buku tentang astronomi yang ia baca. Lalu tak lama kemudian ia tertidur di lantai tergeletak seperti Orang pingsan.


-----


Kelas Ekonomi.


"Yu, ke perpus kaga?" tanya Iqbal pada bayu, mereka sudah akrab kemana-mana selalu berdua.


"kaga bal, gue kudu jemput adik gue yang sd." ucab bayu seraya merapihkan isi tasnya.


"oke gue sendiri, gue ke perpus dulu ye." pamit Iqbal pada bayu dan berjalan ke arah perpustakaan.


Sampai di perpustakaan, Iqbal mencari buku ekonomi yang ia butuhkam untuk mengerjakan tugasnya. Ia menelusuri beberapa rak buku di perpus tersebut, hingga akhirnya ia menemukan seorang perempuan tergeletak.


Iqbal mendekat pada perempuan tersebut, memperhatikan mukanya.


"hm ponakan pa Amran." batinnya.


Iqbal memperhatikan sekelilingnya, orang lain lalu lalang tanpa memperhatikan gadis yang tergeletak itu.


"permisi, itu orang kenapa ya?" tanya iqbal pada seorang mahasiswa.

__ADS_1


"udah biarin aja" jawab mahasiswa tersebut.


"ah oke"


Iqbal pun melanjutkan pencarian buku yang ia cari, namun fikirannya terganggu dengan gadis yang tergeletak di bawah rak tadi.


ia bahkan bergumam "kenapa orang-orang acuh melihat gadis radi terbaring?" "emang dia sakit apa sampe orang lain pun bilang biarin aja" "apa dia punua penyakit nular?" "atau kesadaran murid-murid di kampus ini kurang".


Iqbal menghela nafas, Iqbal pun balik lagi ke tempat dimana Ponakan dosen nya Tergeletak, mendekati Queen yang sedang tertidur namun iqbal fikir queen pingsan.


Iqbal berjongkok, tangannya ia diamkan dekat hidung gadis tersebut untuk mengecek gadis ini masih bernafas atau tidak.


"ah masih nafas" batinnya.


Iqbal menggoyang-goyang kan tangan Queen,namun queen tak kunjung membuka kedua kelopak matanya.


ia menghampiri Penjaga perpus "permisi, mbak itu ada mahasiswi tergeletak di dekat rak 19." ucap Iqbal.


"iya kalo gasalah queen ponakannya pak amran Dosen dari FE."


"ah udah itu mah biarin aja langganan."


"hah? langganan?." Iqbal terkejut dengan perkataan penjaga perpus.


"iya langganan, biarin aja" ucap penjaga perpus lalu pergi kembali merapihkan buku-buku.


"langganan? dia punya penyakit serius?" tanya Iqbal pada batinnya.


ia pun kembali ke tempat dimana Queen tergeletak, ia duduk melihat keadaan Queen. rasanya sangat tak tega melihat gadis itu.


tak lama Bani pun muncul, Bani tahu persis adiknya tidur dimana. ia menghampiri adiknya namun ia melihat seorang mahasiswa di dekat adiknya dengan muka yang iba.

__ADS_1


"kenapa de?" tanya Bani.


"anu ka, ini ponakannya pak amran udah 1 jam tergeletak disini. saya tanya petugas perpus jawabannya dia langganan, saya nanya mahasiswa di jawabnya biarin saja." jelas Iqbal pada bani, bani menahan tawanya. "saya mau bantu tapi saya ngeri juga di sangka abis ngapa-ngapain ponakan dosen" lanjutnya.


"ah gitu, lain kali kalo liat ini anak kayak gini pencet aja idungnya. kayak gini" ucap Bani seraya memencet hidung adiknya.


Kelapa Queen pun bergerak, menepis tangan sang kaka. ia membuka matanya dan terduduk.


"ish ka Baniii!" celoteh Queen.


"lah tidur?" ucap Iqbal


"dia emang tidur" jelas bani, Iqbal menghela nafas.


"anak baru ya? jadi gatau anak ini begini" ucap bani sambil mengacak-ngacak rambut Queen, Iqbal mengangguk atas pertanyaan bani.


"haha emang tidur, udah banyak yang kayak lu. nyangka Queen pingsan" ucap Bani.


"ish orang tidur doang" ucap Queen dengan mata yang masih seperti mengantuk.


"hmm berarti gue ngabisin waktu 1 jam ngecek lu pingsan atau engga" celoteh Iqbal.


"ah maaf" ucap queen sungkan.


" iya gapapa" ucap Iqbal


"kenalin gue Bani, kakanya Queen" ucap Bani sambil menepuk bahu Iqbal.


"gue Iqbal" jawab iqbal tersenyum


"gue duluan ya" lanjut Iqbal.

__ADS_1


ia berjalan ke parkiran sambil memikirkan hal Queen yang tergeletak yang ia sangka gue sakit ternyata tidur. Iqbal tak habis fikir 1 jam ia memikirkan perempuan itu yang ia kira sakit ternyata tidur, waktu membaca buku Iqbal habis sia-sia memikirkan queen yan tertidur.


__ADS_2