10 Fancy Years

10 Fancy Years
PROLOG :) & Little Story Of Iqbal


__ADS_3

"Sayang aku ga?" tanya Queen, sambil melihat wajah iqbal yang sedang fokus menyetir mobil.


"ga" jawab Iqbal tanpa melihat wajah Queen, mendengar jawaban Iqbal Queen pun hanya terdiam dan membuang muka.


Iqbal tersenyum kecil melihat, perempuan yang ia sayang berkelakuan seperti anak kecil. ia Pun mengacak-ngacak rambut perempuan yang duduk di sampingnya tersebut. "Gue sayang lu ko, lebih besar dari pada sayang lu ke gue malah."


mendengar perkataan Iqbal, mata Queen menbulat serta senyumnya mulai mengembang. "hmmm masa?." jawab queen menatap iqbal dengan sinis.


"iya sayang." jawab Iqbal tersenyum.


Queen pun tersenyum.


"yaaaa tapi boong wleee." lanjut Iqbal, dengan muka seperti mengejek Queen.


"ishhh belum di samperin sama Brigjen ya." menatap Iqbal dengan sebal.


"aw mau dong di samperin sama brigjen, nanti gue nyanyi lagu marry your daughter.".


"alah lu kan taunya lagu anak sd, yang liriknya. guru ku tersayangg guruku tercintaaaa.".


"haha udah beda lagi dong.".


"apa sekarang?." tatap Queen pada iqbal yang fokus menyetir.


"Queen ku tersayang..Queen ku tercinta.".


"dihhhhh".


"yahhh baper dah ni orang.".


"ish asli nyebelin." ucap Queen memukul tangan Iqbal.


"hahaha" mereka pun tertawa bersama.


------


Jakarta, Kediaman Iqbal dan keluarga.


"Bu, Iqbal nerusin kuliah dimana?" tanya Iqbal sembari memakan biskut yang ada di meja.


"di kampus tempat Ibu sama Ayah kerja aja biar berangkat barengan." jawab sang ibu dengan muka serius.


"wah ga bu, Iqbal naik busway aja kalau gitu" Iqbal menolak ajakan sang ibu, karna ia merasa seperti anak Sd yang di atar ke kampus atau ia takut akan di perlakukan khusus karna kedua orangtua nya cukup populer di kampus tersebut.


"yahhh anak ibu udah gamau berangkat bareng." ucap Melly pura-pura menghapus air mata.


"ish kamu ini ya bu iseng banget ke anaknya, kamu pake mobil ayah aja. biar ayah pake mobil ibu sekalian berangkat bareng sama ibu." jelas ayahnya.


"oke makasih bapak negara." Iqbal tersenyum.

__ADS_1


"asik bisa dong di anter jemput ka Iqbal." ucap Arline dengan semangat.


"ga wleeee." ejek Iqbal pada adiknya, lisa hanya diam dan menatap Iqbal dengan sinis.


" kamu nih ya baru ketemu sama adiknya udah begini lagi." ucap ayah nya, Iqbal hanya nyengir.


----- (Dua Hari kemudian)


Parkiran kampus.


Iqbal memarkirkan mobilnya, lalu mengaca pada Kaca spion diatas dasboard. ia memakai masker dan topi seperti idol korea yang sedang menyamar.


Ia tak suka Keramaian apa lagi dengan Ribetnya kaum hawa. ia berjalan ke arah Ruang administrasi untuk menyelesaikan urusan admin.


"pagi pak." sapa Iqbal pada petugas administrasi di kampus tersebut. "saya iqbal, mahasiswa pindahan dari pekanbaru." lanjutnya.


"ah dek iqbal, anak nya bu Melly dan pak Rio." ucap petugas tersebut, ia mengenali Iqbal karna sebelumnya Melly ibunda Iqbal datang padanya bahwa anak laki-lakinya bernama Iqbal akan pindah ke kampus ini.


" ah iya pak."


" kamu serius jurusan Ekonomi?."


"iya pak."


" kenapa ga ngambil Fk?."


"ah iyaiya saya ngerti, yaudah ini merkasnya udah selesai. kamu bisa masuk kelas hari ini." jelas pak petugas tersebut.


"terima kasih pak, kalau begitu saya pamit dulu." ucap Iqbal lalu keluar ruangan, lalu ia mencari Kelas tempat jurusannya belajar.


ia mencari orang yang pas untuk ia tanyai, Iqbal melihat seorang OB dan menghampirinya.


"permisi mas, mau tanya kalau kelasnya pak Amran itu dimana ya?" tanyanya.


"oh pa.." sebelum OB tersebut menjelaskan, seorang gadis menghampiri OB tersebut.


"Bang nih burger, gue dibeliin dua sama bang Nauval." ucap cewek itu pada OB, tak menghiraukan Iqbal.


"wah makasih ibu komandan." ucap OB itu dengan wajah yang gembira.


"udah santai aja, yaudah gue ke kelas dulu ye" ucap perempuan tersebut lalu meninggalkan Iqbal dan OB itu.


"Anu mas tadi nanya pak amran ya?" tanya OB itu.


Iqbal hanya mengangguk.


"Lurus terus nah di belok kiri, disitu ada mading depan mading itu kelas Pak amran." jelas Ob tersebut.


"makasih ya mas." ucap Iqbal lalu pergi menuju kelas tersebut.

__ADS_1


● Kelas


tok..tok..


Iqbal mengetuk pintu ruangan kelas tersebut, lalu masuk.


"permisi pak saya Iqbal." ucap iqbal pada dosen tersebut.


"ah anak baru itu ya?." tanya Pak amran.


"iya pak."


"Anak-anak Kita kedatangan Murid pindahan dari Pekanbaru."


"selamat pagi semua, saya Iqbal Darmawan." ucap Iqbal memperkenal kan diri.


"Iqbal kamu duduk samping bayu ya."


"baik pak."


Iqbal pun menuju tempat duduk yang dosennya tunjuk.


"hai gue bayu." ucap pria samping Iqbal.


"gue Iqbal."


"gue udah tau."


"ah iya iya."


suara pintu terbuka, seorang perempuan berlari ke arah Pak Amran.


"wahhh ommmm tante mei mau lahiran." ucapnya dengan girang dan suara yang lantang. Mata dosen tersebut membulat mendengar istrinya akan melahirkan.


"yaudah kamu gantiin om disini, om pergi." ucap amran dengan semangat keluar kelas tersebut


"lahhhh Queen anak Hukum ngapa ngajar di Ekonomi." ucap gadis tersebut bingung.


"udeh queen nyantai, ngobrol aje sini." teriak salah seorang perempuan.


"oke haha, gue jam kos." menghampiri perempuan tersebut.


Iqbal ingat gadis itu yang memberi burger pada OB tadi, iya melihat gadis tersebut dengan tatapan aneh dari OB sampai Dosen akrab dengannya.


"Itu Queen, ponakannya Pak amran. anak Hukum kakanya anak FK." ucap bayu.


"Oh gitu" jawab Iqbal


"iye tong."

__ADS_1


__ADS_2