
Hari dimana Iqbal mengajak anak-anaknya dari Keluarga Al-Zeera dan Bayu teman sekelasnya ke rumahnya.
Ting..tong.. *Suara bell Rumah Iqbal.
Bayu datang duluan, Karna Bani sedang Menjemput Fadil.
Rio pun membukakan Pintu.
"Lho pak Rektor?" Ucap Bayu kaget, "Eh maaf pak, Saya salah rumah kayaknya" Lanjut Bayu Dengan Sungkan.
Rio hanya terseyum, karna tahu Bahwa anaknya tak pernah Memberi tahu kalau Ayahnya Seorang Rektor.
"Ga salah, masuk sini" Ucap Melly sang Nyonya.
Lagi-lagi membuat Bayu heran.
"Lho Bu mel? Kok Sama pa rektor?, ahhh maaf ya Bu Pak Saya bakal Tutup mulut ko soal ini" Tanya Bayu dengan Polosnya dan masih diam di Depan pintu.
Rio tertawa, "Lah kamu fikir saya lagi Selingkuh sama Bu mel?" Tanya Rio, Bayu hanya mengangguk.
"Ini Istri saya" Jelas Rio.
"Ah maaf Bu mel"
"Gapapa, Udah sini masuk" Ucap Melly mempersilahkan Bayu masuk kerumahnya. Bayu Pun menurut dan masuk.
"Kamu nyari siapa? emang ada temen mu rumahnya di daerah sini?" Tanya Rio.
"Si Ayah, Tawarin minum dulu baru ngobrol" Seru Melly pada suaminya, Rio pun Mengiyakan.
"Mau minum apa Bro?" Tanya iqbal Tiba-tiba
"Lho lu? ngapain disini?" Bayu tercengang.
"Part time gue disini, Jadi tukang nyuci mobil" Jawab iqbal, Kedua Orangnya Tertawa.
"Gue tau bal lu mau PS4 tapi ga segitunya sampe part time gini" Ucap Bayu dengan dengan nada yang lirih.
Melly Dan Rio pun Cengengesan.
"Gue terpaksa Bay, Abis ibu gue ga Peka" Iqbal dengan muka sedih.
"Besok Ayah beliin" Ucap Rio, Iqbal langsung menghampiri Ayahnya, menyodorkan tangannya pada ayahnya "Deal".
"Deal" Rio menjabat tangan Iqbal.
"Lah bal lu anak rektor?" Ucap Bayu kaget.
"Yaampun Bayu dari tadi baru engeh?" Tanya Melly, Bayu mengangguk.
Iqbal dan Kedua Orang Tuanya tertawa Melihat kepolosan Bayu.
"Bay tumben lu rada telmi?" tanya Iqbal.
"Kaget gue Bal, di bukain pintu ama Rektor terus Dosen dari FK muncul" Jelas bayu.
"Gue Iqbal Darmawan, Anak Rektor dan Dosen Fk"
__ADS_1
"Kenapa lu ga bilang?"
"Kan Lu ga nanya Bay"
"Udahhhh, itu temen kamu ga di kasih minum bal?" Tanya Melly.
"Oh iya Lupa bu, lu mau minum apa Bay?" Tawarnya pada Bayu.
"Apa aja bal"
Iqbal Pun ke dapur.
"Maaf Bu mel, Pak Rektor. Iqbal Gapernah Cerita bu sama Bayu soal Kedua Orang tuanya jadi tadi Bayu kaget banget. Terus Heran juga Iqbal ada Mobil Harier tapi ko rela part time" Jelas Bayu Karna merasa tak enak.
"Iqbal memang seperti itu, dia minta di tutupi latar belakangnya sebelum pindah" Jelas Melly.
"Oh gitu bu"
Setelah Ngobrol-ngobrol cukup lama. Bel pun berbunyi lagi. Melly pun membukakan Pintu.
"Lho, Bu mel" Seru Queen.
"Ibu nya Iqbal, Gausah kaget" Seru Bani pada adiknya.
"Ohhh, Sore Bu" Sapa Queen dengan sopan.
"Sore Kembali, Silahkan masuk" Melly mempersilahkan Queen, Bani dan Fadil masuk.
"Eishhh Ini anak-anak Komandan Arfan ya?" Ucap Rio.
"Iya pak, hehe Bapak tau aja" Ucap Bani sambil Tersenyum.
"haha iya pak" Ucap Queen, "Bapak Dosen juga ya, saya pernah liat bapak di kampus" lanjut Queen. Bani Menyikut lengan adiknya.
"Saya Rektor yang selalu di Palakin Anak saya, huhu" Ucap Rio dengan muka yang terlihat menyedihkan.
"Ih Ayah jual nama iqbal" Seru Iqbal.
"Lah Ps itu malak atau gimana bal" Seru bayu.
"Bay lu Di pihak Teman atau Musuh?" Tanya Iqbal.
"Pihak terkuat" Jawab Bayu, Semua Orabg yang ada di ruangan Tertawa.
"Eh ka Nauval Kesini ga?" Tanya Iqbal.
"Dia usahain Kesini" Jawab Fadil.
"Bal Adik lu mana?" Tanya Queen.
"Lagi di umpetin dulu, Bentar gue mau Ambil pesenan Kue" Ucap Iqbal.
"Yaudah Berangkat dah bal, Gue Bantu Nyiapin dah disini sama Fadil,Bayu" Seru Bani, Di setujuin Oleh Bayu dan Fadil.
"Ok, gue ganti baju dulu" Pamit Iqbal lalu menuju kamarnya.
Setelah Mengganti Bajunya ia Kembali ke Ruang Tamu dan ingin Pamit Pergi untuk mengambil kue.
__ADS_1
"Bal gue ikut" Pinta Queen untuk ikut dengan Iqbal.
"Boleh" Jawab Iqbal dengan singkat.
Di Mobil
"Adik ku suka apa?" Tanya Queen, pada Iqbal yang sedang Fokus menyetir.
"gatau dia apa aja suka" Jawab Iqbal tanpa melihat kearah Queen.
"Yaudah nanti mampir Ke tempat Pernak Pernik dulu ya sama ke Baskin" Seru Queen, Iqbal Pun mengangguk.
"Bal lu kenapa dah?"
"Gapapa"
"Lu marah gue suruh ke tempat pernak pernik"
"engga"
"lahhh? terus?"
"Gue lagi nyetir Queen" Jawab Iqbal, sambil tersenyum.
"oh"
Kemudian Hening lagi, Queen asyik memainkan Hp nya sedangkan Iqbal fokus menyertir.
Tiba-tiba Perut Queen berbunyi, Iqbal pun menahan tawanya.
"Laper bu?" tanya iqbal, Muka Queen memerah.
"Drive thru aja ya? Beli kentang Atau Nugget makan Beratnya di rumah nanti" Tawar iqbal, Namun Queen tak menjawab.
"Ok bentar nih depan Drive thru" Lanjut Iqbal.
Selesai Membeli Makan untuk Queen, Iqbal melanjutkan perjalanan untuk mengambil kue dan Ketempat Pernak Pernik serta tujuan terakhir Baskin&robbins.
Tempat Pernak-Pernik.
"Bal bagus ga?" Tanya Queen menunjukan sebuah Kotak musik.
"Bagus"
"Oke gue beli ini untuk Adik lu" Seru Queen, Namun Iqbal Fokus pada Sebuah Pajangan Bola basket.
"Gue bayar dulu" Ucap Queen.
"Gue ke mobil duluan" Ucap Iqbal, lalu kembali ke mobil.
Sampai di Kasir Queen membayar Kotak musik tersebut.
"Ada tambahan ka?" Tanya kasir
"Ah gausah mbak, Pake Paper bag aja. terus saya mau Pajangan bola basket itu tolong bungkusin ya" Ucap Queen, Kasirnya pun mengangguk.
Tak lama, Queen kembali ke mobil dan Memberi Sebuah Bingkisan Pada Iqbal "buat lo".
__ADS_1
"Apaan ini?" tanya iqbal heran.
"Bukanya di rumah aja nanti pas gue Udah balik dari rumah lo"