
Arfan masih duduk di Ruang tamu ia sedang asyik memainkan ponselnya, iqbal pun datang memasukin ruangan tersebut. arfan mempersilahkan iqbal duduk.
"Om iqbal absen pertama nih, ga push up ya" sembari mencium punggung tangan Arfan.
"tenang iqbal zona aman" arfan menepuk pundak iqbal.
mereka berdua berbincang-bincang tentang segala hal, Naomi melihat mereka berdua dari ruang keluarga cukup terheran. karna baginya om arfan cukup dingin tak banyak orang yang bisa akrab dengan om arfan.
Waktu pun tak terasa sudah masuk waktu magrib, arfan di ikuti iqbal sholat berjamaah di mushola rumahnya. setelah sholat mereka duduk di Ruang Keluarga bersama naomi.
18.55.
"huaaaaaa paaaaa bani ga telat" teriak bani dan berlari dari pintu utama.
"bagus" jawab arfan
"huftttt" hela bani, cukup melelahkan ia berlari dari turun dari mobil tanpa menutup pintu mobilnya karna ketakutan jika di suruh Push Up.
" ngapa lu ka?" tanya naomi, bani hanya menggelengkan kepalanya,energi dia cukup terkuras.
18.57
"papaaa, adil here" teriak fadil dari luar rumah, tadi ia ingin membatalkan acaranya tapi temannya memaksanya harus ikut.
"pa adil udah di rumah" teriak fadil lagi dari ruang tamu.
"iya papa denger, bilang mau pulang malah ga pulang" celetuk arfan, fadil menjelaskan.
__ADS_1
19.00 suara klakson mobil terdengar, jelas sekali itu simbol nauval yang baru saja sampai dari rumahnya.
"pa aku ga telat ya itungannya pas" nauval santai.
"sip" arfan mengacungkan jempolnya.
"kamu dateng dari tadi bal?" tanya nauval duduk di samping iqbal, iqbal mengiyakan.
"yaudah mandi semua dah 30 udah kelar plus sholat" ucap arfan, semua anak laki-lakinya bubar ke kamarnya masing-masing tanpa berkata apapun.
"si om kaya pelatihan" iqbal nyengir.
"haha om gamau ngaret-ngaret, oh iya bal dsri tadi kita ngobrol kamu belum kenalan dengan naomi." seru arfan, iqbal tersenyum pada naomi.
"nomi, ini iqbal temennya itu anak laki-laki rese temen om juga. iqbal ini naomi cs nya my Queen" jelas arfan. mereka berdua mengangguk, naomi semakin memperhatikan gerak-gerik iqbal.
"ini orang menarik ga menarik" batin naomi.
"kurang tau deh, mungkin sejam lagi"
"nomi pulang aja dulu ya om, ntar besok sore nomi ke sini lagi" pamit gadis tersebut
"oke"
naomipun mencium punggung tangan arfan, dan pergi dari kediaman rumah sahabatnya.
namu tak sampai 10 menit, Queen dan Nyonya rumah tersebut datang. dengan girang Queen
__ADS_1
berlari kedalam rumah ya untuk menyombongkan diri bahwa ia membeli blazer baru pada papanya.
"pa liat bagus ga??" tanya queen sumbringah
"wah bagus queen, cocok warnanya maroon"
"eh iqbal bagus ga?" tanya queen pada iqbal.
"bagus ko, ntar lu tambahin bro aja biar elegan" jawab iqbal datar.
Queen semakin senang mendapat pujian, ia megeluarkan minuman boba milk tea dari Totebag nya lalu memberikannya pada iqbal.
"makasih untuk semuanya" ucap queen seraya memberikan minuman tersebut, iqbal menerimanya.
"makasih" jawab iqbal.
"oke" mengacungkan jempolnya, "pa queen ke kamar ya mau mandi" pamit queen arfan pun mengiyakannya.
"dia itu pelit kalo masalah minum begitu, hebat bisa dapet" ucap arfan pada iqbal, iqbal mengernyitkan dahinya ia merasa heran.
"kalo dia ga pelit gamungkin di masukin ke tasnya" lanjut arfan. masuk akal juga sih menurut iqbal.
"haha mungkin queen lagi seneng om"
"kayaknya, tapi om baru liat dia ngasih minuman yang dia suka ke orang. ke papa nya aja gapernah"
"ah gitu, om mau?" iqbal kikuk dan menawarkan minuman yang di beri queen.
__ADS_1
"om mana doyan"
"hahaha"