10 Fancy Years

10 Fancy Years
Kakak tingkat & Teman baru Iqbal


__ADS_3

Iqbal sedang duduk di bawa Pohon sambil membaca bukunya, ia cukup serius bahkan bising-nya Mahasiswa dan mahasiswi yang ada di sekitaran dia pun tak menggangu ke fokusannya.


"queen gue seriuuuus..." Seru seorang pria pada queen yang berjalan cepat menghindari kejaran pria tersebut.


Kefokusan Iqbal pun buyar ketika mendengar Nama Queen, si perempuan aneh. iya menurun buku nya sedikit mencari gadis bernama Queen tersebut.


Sampai akhir ya Queen berenti tepat 5 langkah dari tempat iqbal duduk membaca buku. Pria yang mengejar queen juga berhenti.


"Ka Fachren, kenapa sih ngikutin Queen terus? queen ada utang sama kakak?" Seru queen dengan mata yang menatap mata pria yang bernama fachren.


"Engga ko queen, Fachren cuma mau queen denger perasaan Facren" ucap Fachren.


"yaudah 1 menit"


"makasih"


"cepet" seru Queen.


"Queen sebenernya Fachren suka sama queen. Fachren berani kasih apa aja yang queen mau asal Fachren jadi pacar queen" jelas Fachren.


"oh" Queen membulatkan mulutnya,


"yaudah laporan sama papa kalo gitu berani?" lanjutnya.


Fachren pun terlihat pucat ketika Queen menyuruh nya laporan pada papanya Queen, semua di kampus ini tahu bahwa queen anak da Brigadir Jendral ternama,kecuali anak baru.


"aduh Queen Fachren bisa ngasih apa aja, tapi Dachren belum siap ketemu Papa Queen, belum ada yang berani nemuin papa queen kan? Fachren juga belum berani." ucap Fachren.


"kata siapa? itu dia berani ketemu papa. bahkan ngopi bareng sama papa" seru Queen seraya menunjuk iqbal yang senang asik menontonnya.


"hah?" Iqbat terkejut, kenapa ia yang di bawa-bawa.


"serius lo?" Fachren penasaran. Queen berlari kecil duduk di samping Iqbal dengan tangan yang merangkul Iqbal.

__ADS_1


"please bantu" bisiknya pada Iqbal.


"kenapa gue harus bantu lu?" Iqbal berbisik pada Queen.


"ah tolong kali ini" ucap Queen dengan suara yang pelan.


"hmmm iya ka emang kenapa?" jawab Iqbal memberanikan diri, Queen lega mendengar perkataan Iqbal.


"yakin lo?"


"iya yakin, Queen sama gue sekarang. jangan ganggu queen lagi gue mohon" seru Iqbal, Fachren pun hanya terdiam dan pergi tanpa berkata apapun.


"huhhhhh" Queen melepaskan tangan nya dari tangan Iqbal, Iqbal masih mematung.


"makasih ya bro" ucap Queen seraya menepik pundak Iqbal.


"ah iya." jawab Iqbal.


"yaudah gue balik dulu." Queen berdiri dah bergegas pulang.


"oi" seorang pria menepuk punggung Iqbal dan duduk di samping Iqbal.


"hah?" jawab Iqbal, ia sama sekali tak mengenali pria tersebut.


"kenali gue Fadil, anak Univ Sebelah." jelas Fadil, iya benar Fadil kembaran dari Queen. ia datang ke kampus Queen karna permintaan Nauval untuk menjemput Queen.


"lah kenapa lu disini?" Iqbah heran.


"jalan-jalan aja, tadi cewek lu?"


"hah? lu liat?"


"hmm iye liat kan gue ada mata"

__ADS_1


" cewek paan, gue gatau dia siapa. yang gue taunya dia cewek aneh yang selalu tidur ngegeletak di Perpus dan baru baru ini dia tidur di tangga." jelas Iqbal.


"haha gue juga beranggapan sama, lo sejalan smaa gue bro" menepuk pundak iqbal.


"nama lo sapa? kita temenan ye." lanjut fadil.


"nama gue iqbal, ah iya boleh."


"line lu mana? ntar gue chat biar nongkrong bareng."


"@iqbaldrmwn."


"oke bro, udah. ntar gue hubungin lo. gue duluan ye adik gue udah nunggu di depan" pamit Fadil langsung meninggalkan Iqbal.


Iqbal pun melanjutkan membaca buku, namun lagi-lagi ia di ganggu dengan seseorang yang menepuk punggung nya yang ia kira Fadil.


"paan?" tanya Iqbal.


"eishhh galak juga ye" ucap Bani, Iqbal membulatkan matanya kaget melihat Bani senior nya.


"anak nya rektor ya?" tanya Bani, Iqbal hanya terdiam.


"gue tau ko, ga sengaja ngedenger Id line lu drmwn a.k.a Darmawan, dan pas banget tadi ga sengaja lewat ruang admin ada nya ngebahas anak rektor pindahan dari pekan baru" jelas bani.


"iya ka, tapi tolong jangan sebarin gue anak rektor ya."


"iye tenang aja, gue Ddd line lu ya ntar kapan-kapan nongkrong kalo kaga ada tugas dari nyokap lo"


"haha boleh-boleh kebetulan gue belum ada temen cuma bayu sama orang tadi si Fadil"


"boleh ntar ajak Fadil sama Bayu temen lo, ntar gue bawa abang gue"


"oke ka"

__ADS_1


Bani pergi, Iqbal cukup senang mendapatkan teman baru selain bayu namun ia masih heran kenapa kakak tingkat tadi ketakutan saat queen mengatakan bahwa harus laporan pada papanya. apa papanya amanda monster? atau Preman?. otak ia lagi-lagi memikirkan hal yang bersangkutan dengan Queen.


__ADS_2