2 MAWAR KEHIDUPAN

2 MAWAR KEHIDUPAN
KEADAAN ARINI


__ADS_3

"hampir 1 Minggu lamanya Arini terbaring di rumah sakit, kini tiba saat nya Arini untuk pulang dan beristirahat . .?


dalam perjalanan menuju pulang Arini hanya diam tanpa sepatah kata pun terucap dari mulut nya, di serta'i tatapan matanya yang kosong . . ?


melihat hal itu baik ibunya ataupun Renata merasakan cemas dan takut kalau kesadaran akan terguncang hingga tidak ada reaksi apapun dari tubuh maupun ucapan nya . .


kini tibalah Arini dan keluarga di rumah nya tersebut, Renata membuka pintu rumah sementara sang ibu menggandeng tubuh anak nya Arini yang di rasa masih lemas . .


"ketika mereka duduk di dalam ruang tamu, Renata dan ibunya saling bertatap muka dengan penuh keheranan . . ?


di sisi lain Arini duduk dengan mata terbuka tajam terus melihat kedepannya, tatapan kosong itu yang membuat Renata dan ibunya merasakan cemas saat itu . .


meski kini fisik Arini telah sembuh 80%, tetapi tidak dengan hati dan kesadaran nya saat ini . .


saat itu juga Renata datang menghampiri dan mendekap erat Arini, seraya berucap


''kak kakak harus segera sadar kak, kakak harus kuat, Kakak ga seharusnya seperti'


namun reaksi dari Arini tetap dingin tatapan dan pandangan nya datar sama sekali tidak ada respon yang ia lakukan . . ?


wajah ibunya dan Renata mulai lesu terlihat di kedua bola mata berkaca kaca menahan air mata yang akan mengalir membasahi kedua pipi nya tersebut . .


"Mah apa sebaik nya kita panggil kan dokter psikiater untuk mengetahui lebih dalam keadaan Kak Arin saat ini . . !


Mamah udah ga tau harus seperti apa saat ini melihat keadaan kakak kamu yang begitu, kalo seandainya itu bisa membuat perubahan, kenapa ga kamu coba saja Ren . . ?


ya udah Mah nanti Ren cari dokter spesialis yang bagus buat kakak, sementara itu Ren mau beres beres barang kakak di kamar nya . . !


Renata berjalan meninggalkan ibu serta Arini di ruang keluarga, ia melangkah naik menuju lantai 2 tempat di mana kamar Arini berada dengan membawa kan tas berisi baju Arini yang di pakai saat ia tertabrak waktu itu . . !


kini ia tepat di depan pintu kamar sang kakak, ia melihat sekeliling ruangan kamar tersebut dan jari jemari nya mulai meraba buku buku yang berada di rak samping lemari baju Arini di lihat nya buku itu semua . . .


ternyata hanya sebuah kamus dan majalah majalah fashion wanita, Renata berharap ada menemukan buku catatan kakak nya itu, agar ia sedikit dapat mengerti keluh kesah sang kakak saat menjalin hubungan bersama Bagas kemarin. .


tetapi hasil nya nihil, Renata tak dapat menemukan buku catatan sang kakak di tempat itu . . !


ia lalu melemparkan tas di atas kasur sang kakak dengan di iringi badan nya yang ikut terbaring di kasur itu, , ?


saat kepala nya jatuh di atas kasur Renata merasakan ada sesuatu yang mengganjal di kepala nya itu . .

__ADS_1


tangan nya meraba dan menyentuh sebuah benda kecil yang tidak lain adalah buku harian kakak nya . .


apa yang Renata cari akhirnya ia temukan ?


di buka nya buku itu serta di baca lembar perlembar, hingga Ren menemukan sebuah catatan yang menjadi kerisauan kakak nya itu ?


"Tuhan . . .


aku tidak ingin salah dalam menentukan


pilihan ku, semoga ia yang saat ini bersama ku adalah takdir yang telah engkau persiapkan untuk hamba mu yang lemah ini


tetapi mengapa sampai saat ini ia belum menentukan sikap dan pilihan nya untuk segera membawaku ke sebuah ikatan yang suci, sementara hamba mu ini siap dan ingin segera membangun mahligai bersamanya


Tuhan . . .


tolong beri hamba mu ini penjelasan yang bisa ku mengerti, mengapa dia masih berdiam diri dan tidak segera menjemput dan membawa ku


ke dalam istana suci antara dua insan yang saling mencintai dalam ikatan sebuah perkawinan


Tuhan . . .


Renata membaca tulisan tulisan tangan kakak nya itu dengan mata yang berkaca kaca, Ren sangat tau dan memahami . .


kakak nya sangat mencintai lelaki itu dan berharap hubungan nya menuju puncak pelaminan, namun sayang seribu sayang !


lelaki yang di cintai kakak nya itu tidak lain adalah seorang lelaki pendusta yang tega men sia siakan harapan nya . . "


"gue benci banget sama cowok, dan ga kan pernah percaya akan janji janji manis nya ? . .


Renata menggerutu dalam hati nya sendiri .


ia kembali menutup catatan kakak nya itu, semakin dalam Ren membacanya, semakin sesak juga hatinya .


kini ia mengambil tas yang berisi pakaian Arini, saat di buka dan di rapihkan satu persatu oleh Renata, terdengar sebuah benda jatuh di atas lantai nya itu ?


apa yang jatuh dari saku celana jean kakak nya itu 'ucap Ren saat itu' . .


ia menghampiri dan mencari benda apakah yang jatuh tadi . .

__ADS_1


benda itu menggelinding berputar menuju pintu kamar Arini, Renata mendekat dan mengambil benda itu . .


benda itu di pegang dan di lihat nya, ternyata itu sebuah kalung cincin berwarna putih bertuliskan huruf G di tengah cincin kalung tersebut . .


sejak kapan kak Arini pakai kalung seperti ini, yang gue tau kak Arini hanya punya kalung emas putih ?


tapi tidak seperti ini dan berbentuk cincin bersimbol . .


G bukan awalan nama Bagas, terus ini cincin kalung siapa ?


Arini segera menghampiri ibu nya saat itu juga dan membawa serta menunjukan benda tersebut, berharap ibunya mengetahui siapa pemilik cincin kalung itu . .


"koMah coba lihat ini, apa kak Arini pakai kalung seperti ini ?


di lihat nya kalung tersebut, memandanginya cukup lama . . !


"kamu dapat dari mana Ren . .


Arini ga punya kalung seperti itu . .


'ucap Bu Siska'


"aku temuin ini ada saku celana kak Arin Mah, makanya aku bawa kesini kali aja mamah tau soal barang ini . .


Renata dan Bu Siska secara bersamaan memandang Arini yang sedang duduk sedari tadi . .


kalung cincin itu di hadapkan pada wajah Arini oleh Renata layak seseorang yang sedang menghipnotis korban dengan sebuah kalung yang mengayun ayun. .


seperti itu juga posisi kedua kakak beradik ini . .


kak Arin lihat kan kalung ini bagus banget, Ren Nemu ini di saku celana kakak, apa kakak tau ini punya siapa ?


atau jangan jangan ini kalung punya kak Arin sendiri . .


dengan nada lembut serta penuh senyuman Ren merayu kakak nya saat itu, berharap Arini segera sadar dengan menunjukan benda tersebut . . !


seperti yang sudah sudah, reaksi Arini tetap datar tanpa ada sepatah kata yang Arin ucapkan pada Renata . .


"ok kalo kak Arin ga mau jawab sekarang, tapi barang ini simpan dulu ya kak !

__ADS_1


siapa tau besok besok kakak ingat soal kalung ini . . ?


__ADS_2