2 MAWAR KEHIDUPAN

2 MAWAR KEHIDUPAN
CINCIN KALUNG


__ADS_3

"ayo kita makan sama sama, itu sebuah moments yang sangat berarti bagi Tante karena dapat melihat Senyuman Arini yang hilang kembali lagi . . .


Ayo Roman ambil dan makan jangan malu malu, kalau perlu ambil semua kamu bekal kan buat kamu makan malam nanti . .


engga Tante ini juga cukup dan terimakasih banyak . .


atas jamuan ini . . ?


Roman mengambil bunga yang telah ia beli di jalan dan memberikan pada Arini . .


kak Arin meski saya belum mengenal kakak, tapi bunga ini saya berikan untuk kak Arin sebagai ucapan selamat karena telah berhasil melewati masa masa kritis hingga kini bisa berkumpul bersama keluarga . .


Arini menerima dan tersenyum pada Roman . .


kamu sengaja Roman belikan bunga untuk Arini . .


"iya Tante, soal nya saya ga enak kalo cuma numpang makan saja di keluarga ini . .


jadi bunga itu sebagai bayaran atas makan saya tadi . .


OWAAALLAAH . . .


"kamu kesini ga bawa apa apa juga Tante udah seneng kok . .


kan Tante sendiri yang undang kamu . .


ini kan sebagai bentuk tanda terimakasih Tante beserta keluarga sama kamu . .


Mah, Ren . . .?


Arin masuk ke dalam dulu yah . .


Roman terimakasih buat bunga nya . .


Arini melangkah pergi meninggal kan mereka bertiga di ruang makan tersebut . .


Tante bener berterimakasih banget sama kamu . .


karena kehadiran kamu, Arini yang selama ini pendiam, kini ia bisa kembali tertawa dan berbicara layak nya seorang manusia . .


kemarin kemarin dia itu seperti batu, hanya berdiam diri tanpa ada perkataan yang ia ucapkan pada orang orang di rumah ini . .


"Tante jangan berlebihan deh sama saya, saya kan jadi malu . .


malu . . ?


biasanya juga lu malu malu'in, sekarang malu . .


'ketus Renata'


Nyamber aja lu udah kaya gledek . .


gue lagi ngobrol sama nyokap lu nih . .


udah lah mah, mungkin semua nya ini kebetulan saja, . .


apa yang istimewanya sih dari cowok tengil kaya dia. .


Bu Siska tersenyum melihat kelakuan kedua nya saat itu . .

__ADS_1


"anak Tante selalu iri sama saya . .


terbukti kan dari ocehan nya, . .


Tante harus terima, bahwa saya sedikit di atas dari anak Tante yang Bawel ini . .


udah udah kalian berdua apa ga bisa gitu damai sehari aja . .


saya rasa saat nya saya pamit Tante . .


kalau di lihat keadaan kak Arini sekarang jauh lebih baik . .


mungkin kedepannya akan seperti sedia kala lagi . .


dan dia bisa melupakan apa yang telah terjadi pada dirinya. .


"Tante lagi lagi terkesan sama kamu Roman . .


meski kamu 2 tahun lebih muda dari Arini, tapi pemikiran dan wawasan kamu dapat di mengerti . .


iya semoga saja semua akan baik baik saja, seperti kata kamu tadi . .


yah sok bijak lu tengil . . ?


ketus Ren pada Roman saat kedua orang bercengkrama . .


"Ren ga boleh seperti itu, setidak nya apa yang di ucapkan Roman ada benar nya . .


'jawab Bu Siska'


kita udah terbiasa seperti ini Tante, jadi jangan heran, saya tidak akan sakit hati mendengar ocehan nya . .


"Tunggu Man gue ada sesuatu yang ingin gue kasih tau . .


kamu tunggu di depan aja, sekalian gue kedalam mencari barang nya dulu . .


barang apaan sih Ren . .


buang waktu gue aja . .


jangan sok sibuk deh lu . .


tunggu aja di depan . . !


mau tak mau Roman menunggu Renata di depan rumah nya . .


ada ada saja si lampir ?


nih . . .


kamu tau ini barang siapa . . ?


Renata memberikan sebuah cincin kalung pada Roman . .


Roman sedikit terkejut saat melihat dan menerima cincin kalung itu . .


lu dapat dari mana ini . .


"gue Nemu dari saku celana kak Arin yang saat itu ia pakai waktu kejadian ia tertabrak, terus gue simpan siapa tau lu kenal sama pemilik barang ini, soal nya kak Arini ga pernah pakai kalung seperi itu. .

__ADS_1


terus kenapa ga lu buang aja sekalian barang ini, gue rasa udah ga berguna lagi . .


"BUANG ! . .


apa ini punya lu Man . .


terus kenapa ada di saku celana kak Arini . .


ia bener itu punya gue, cincin kalung berhuruf G itu menandakan nama Gesha . .


ia sendiri yang memberikan nya buat gue dulu, tapi sekarang udah ga ada arti nya buat gue . .


ouh maaf kalau soal itu gue ga tau, lu yang sabar aja yah. . !


Roman tersenyum mendengar ucapan Renata


sekarang tumben lu sendiri yang sok bijak sama gue ?


"Iyah gue bukan sok bijak sih, tapi gue paham jika gue ada di posisi ke lu saat ini !


tapi yang gue heran, kenapa ada di saku celana kak Arini . .


"asal lu tau aja Ren . .


waktu gue nemuin dan membopong kakak lu itu, keadaan nya sangat mengerikan sampai dia bicara pun ga bisa . .


dia memegang pundak dan leher gue dengan sangat keras, hingga gue merasa kan kesakitan saat itu juga . .


gue bener bener tegang melihat peristiwa dan keadaan kakak lu saat itu . .


hingga handphone milik gue terjatuh entah di mana saat gue berlarian mencari pertolongan di tempat itu . .


bisa jadi kalung tersebut terampas oleh pegangan tangan kakak lu yang sangat kuat, dan mungkin para petugas medis dan dokter yang menyimpan nya . .


Renata mendengar kan kejadian yang sebenarnya dari mulut Roman sendiri, hingga ia tersadar bahwa lelaki yang ada di hadapan nya itu sedikit berbeda dari yang lain . .


kejadian saat itu tepat saat gue akan datang ke acara ultah Gesha, gue merasakan dilema saat itu antara harus atau tidak membawa kak Arini ke rumah sakit, sementara gue udah berucap akan menghadiri acara yang Gesha sudah persiapkan. .


secara tidak langsung hubungan gue hancur ada sangkut paut nya dengan keadaan Arini saat itu . . .


tapi biarlah gue udah lupain semua nya . .


ternyata dengan keadaan seperti ini, gue lebih tahu kalau sahabat itu benar-benar tidak ada . .


seseorang yang gue anggap sahabat, malah menikam gue dan menggantikan posisi gue dari Gesha . .


sementara gue masih sangat mencintai Gesha, tapi itu kemarin tidak saat ini . .


ketika gue melihat mereka berdua tertawa, perasaan gue malah terlelap jatuh dan hancur di sekolah tadi . .


Roman udah cukup jangan di teruskan, gue selama ini salah menilai lu . .


"gue minta maaf dan berterima kasih atas pengorbanan yang telah lu lakukan demi kakak gue . .


Arini sedari tadi mendengar percakapan Roman dan Renata saat ia berjalan hendak mengambil minum, ia melihat Renata dan Roman bercerita dengan sangat serius . .


rasa penasaran nya mendorong untuk menguping pembicaraan mereka saat ini, hingga Arini pun tersadar, bahwa lelaki itu telah berkorban untuk diri nya . .


dan kini lelaki itu telah di Landa kegalauan yang sama seperti dirinya . .

__ADS_1


__ADS_2