
ok deh nanti gue usaha kan datang ke rumah lu, sebagai tanda hormat gue sama nyokap lu,
bukan sama lu yah . . !
INGAT . . .
IDIH siapa juga yang mau di hormati sama cowok ga jelas kek lu, tengil dan sok berwibawa . .
haa . .
asli emang lu, kalau ngatain gue sampai ke akar akar nya . .
Renata hanya tersenyum mendengar jawaban Roman . .
ya udah gue duluan ya Man . .
datang loh, jangan sampai bikin gue kena omel sama nyokap gue !
iya . .
iya . .
siap MAK LAMPIR . . . !
jawab Roman meledek Renata . .
dengan senyuman di bibir nya . .
Renata pulang mengendari sepeda motor milik nya, di perjalanan ia berbisik dalam hati nya sendiri . .
'TERNYATA SI TENGIL ENAK JUGA KALO DI AJAK BICARA, APA MUNGKIN DIA LAGI FRUSTASI KALI SAMPAI BISA NYAMBUNG OMONGAN NYA SAMA GUE'
Roman pun sama berucap dalam hati nya . .
TUMBEN SI LAMPIR MULAI RAMAH SAMA GUE, BIASA NYA OMONGAN GUE SAMA DIA GA ADA YANG BENER SAMA SEKALI . .
saat sampai di dalam kamar kost nya, Roman memandangi dinding tembok dan frame foto dia bersama Gesha . .
gue rasa ini sudah ga seharusnya ada di sini, menyesak kan saja dan membuat suram pandangan gue . .
"Gesha . .
secepat itu kah kamu lupakan semua tentang kita, dan tanpa kamu sadari yang mengganti kan posisi ku saat ini tidak lain adalah sahabat ku sendiri . .
Roman memandangi foto foto saat bersamanya dan berkeluh kesah meluapkan kekesalan nya pada foto tersebut . .
aku tidak tahu pasti siapa yang salah di antara kita bertiga . .
apakah aku yang salah karena telah mengenalkan mu dengan sahabat ku Daniel . .
atau. .
kalian berdua yang salah dan tidak memiliki perasaan sama sekali . .
kalian berdua tertawa, sementara aku di sini terpuruk melihat kesenangan kalian. .
Roman membawa semua kenangan nya itu dan membakar nya di luar halaman . .
semoga dengan ini aku bisa mengikhlaskan apa yang kalian telah perbuat dan melupakan semua yang telah terjadi . .
__ADS_1
di sisi lain Renata sedang mempersiapkan hidangan makanan menunggu kedatangan Roman saat itu . .
Roman pun sudah siap untuk memenuhi undangan hangat dari ibu Renata atas jasa yang telah Roman lakukan pada anak nya Arini waktu itu . .
di perjalanan Roman berinisiatif membelikan sebuah bunga untuk di berikan pada Arini yang telah berhasil melewati masa masa kritis nya saat itu hingga ia bisa berkumpul bersama keluarga nya . .
"meski Roman tidak mengenali dalam Arini, tapi ia akan tetap memberikan bunga itu pada nya sebagai tanda perkenalan saja . .
"Arini . .
hari kita akan makan bersama dengan seseorang yang telah menyelamatkan mu saat itu, Mamah sengaja mengundang nya untuk membalas sedikit dari jasa yang telah ia lakukan tanpa pamrih pada keluarga kita . .
Arini saat itu masih terlihat normal seperti biasa nya, ia masih bisa makan, tidur dan mandi ia lakukan sendiri . .
hanya satu yang hilang dari dirinya , . .
senyuman Arini tak pernah terlihat dari oleh ibu dan adik nya . .
jika di ajak bicara, tak sepatah katapun ia keluarkan . .
ia lebih sering mengurung dirinya dalam kamar . .
SENYUMAN ARINI . .
telah hilang bersama kepergian nya Bagas waktu itu . .
di dalam ruangan tersebut nampak Bu Siska, Renata dan Arini menunggu kedatangan Roman . .
ruangan yang luas dan terbuka di hiasi dengan kaca kaca putih yang mengkilat, untuk memasuki ruangan tersebut . .
serta tanaman tanaman hijau dalam pot di dinding ruangan menambah kesan asri dan indah ruang makan keluarga Renata . .
Terlihat di depan seorang lelaki yang memakai kemeja biru langit cerah membawa bunga dan senyum yang menawan serta tatanan rambut yang cool saat itu. .
di lihat nya Tante Siska menyabut kedatangan nya dengan melambaikan tangan untuk segera masuk . .
Renata pun sama melambaikan tangan agar segera masuk . .
sementara Arini hanya memandangi nya dengan tatapan kosong . .
segera Roman menghampiri keberadaan mereka semua, 6 langkah mendekati ruang makan tersebut, tiba tiba ?
DDUUUOOKK . .
KEPALA Roman menabrak pintu kaca yang ada di ruangan itu . .
sementara Renata lupa tidak membuka kan pintu kaca yang di geser itu, hingga siapa pun yang mengira pasti akan tertipu dan bernasib seperti ROMAN dengan kepala yang terbentur pintu kaca itu . .
saking bening dan bersih nya pintu itu, hingga Roman tidak menyadari bahwa pandangan nya itu salah dan mengakibatkan kepalanya menabraK kaca tersebut . .
mereka yang ada di dalam ruangan tertawa terbahak bahak melihat kekonyolan Roman saat itu, termasuk dengan Arini . .
ya kini Arini tertawa begitu puas melihat kejadian tersebut . .
senyuman dan tawa nya yang hilang kini kembali hadir, hanya karena menyaksikan kejadian itu . .
Bu Siska dan Renata saling bertatapan dan bertanya satu sama lain . .
"Mah liat . .
__ADS_1
kakak tertawa mah . .
iya Ren . .
Mamah tau . .
mereka berdua berpelukan dengan penuh kebahagian di mata nya . .
secara spontan keadaan Arini membaik dengan cepat dan ia bisa tertawa begitu puas nya . .
yang di tertawakan saat itu hanya memegang kepalanya dan tersenyum tertunduk malu, karena 3 orang wanita di hadapan nya sedang mentertawakan Roman saat itu . .
tidak ingin larut dalam keadaan saat itu. . ibunya dengan segera menyuruh Renata untuk menggeser dan membuka pintu kaca tersebut .
"Roman maafkan Tante ya . .
Tante lupa belum membuka pintu kaca itu . .
gapapa Tante ga berdarah ini . .
Roman melirik ke arah Renata yang sedang melihat Roman dengan menahan ketawa nya saat itu . .
PUAS LU. .
KETAWA MULU . .
lagian lu ada ada aja. .
pintu kaca lu sundul, emang nya bola . .
mendengar jawaban Renata . .
Roman semakin greget dan ingin membalas ucapan nya saat itu juga . .
tapi tidak Roman lakukan, karena tau ini bukan tempat dan waktu yang pas untuk beradu mulut dengan nya. .
Renata masih menahan tawa nya dengan sedikit meledek Roman menempelkan tangan pada kening dan kepala nya saat itu . .
sama seperti yang Roman lakukan saat ini pada kening dan kepala nya . .
"udah udah . .
kalian berdua jangan mentertawakan Roman terus, kasihan kan dia jadi malu nanti, biar begini juga dia itu tamu kita . .
dengan senyum senyum Bu Siska memperingati kedua anak gadis nya tersebut, dan sebenarnya yang Bu Siska alami saat ini, sama seperti kedua anak nya . . .
masih ingin mentertawakan kejadian tersebut, yang ia rasa sangat lucu dan konyol . .
namun Bu Siska menahan nya untuk menghargai keadaan Roman saat itu . .
maafin anak anak Tante ya . .
soal nya kejadian yang kamu alami emang bener bener lucu . .
sampai bisa bikin Arini tertawa terbahak bahak. .
ahhhh ga papa Tante . .
"Tante juga kalo belum puas tertawa nya, tertawa aja . .
__ADS_1
tertawa lah sebelum tertawa itu di larang . .
Bu Siska tersenyum mendengar ucapan Roman