
Roman mempersilahkan Arini masuk ke dalam kost'an nya itu dan menunggu di dalam bersamaan Roman akan memakan makanan yang di bawa oleh Arini . . .
"aku makan sendiri jadi ga enak, gimana kalau kak Arin ikut makan bareng aja, kita berdua makan bersama di sini . . !
kalau kau boleh tau sekarang umur kamu berapa Man ?
ada 19 mendekati 20. . !
kalau begitu kamu jangan panggil aku kakak . .
perbedaan umur kita ga beda jauh ? . .
"panggil aja nama biasa, biar enak kedengaran nya . .
soalnya aku serasa tua kalau kamu panggil kakak . .
tapi aku yang ga enak kak Arin, kalau hanya memanggil nama saja . .
udah biasa aja ! . . .
panggil nama aja ok . .
lama mereka berbicara dan mengenal satu sama lain nya, kini Arini pamit untuk pulang ke rumah nya . .
aku rasa saatnya aku pulang deh, soal nya udah mulai sore . . ?
"tunggu Arin biar aku antar ke rumah kamu . .
ga usah aku bisa jalan sendiri kok . .
jalan sendiri nanti nabrak'in diri mobil lagi di jalan, kaya kemaren . .
ledek Roman pada Arini dengan tersenyum . .
haa . .
bisa aja kamu Man . .
masa iya aku harus seperti itu lagi . . !
"ya udah aku antar aja, sebagai balasan atas makanan yang telah kamu beri . .
kalo kamu memaksa dan ga keberatan . .
ya apa boleh buat ?
dengan tersenyum Arini menjawab pertanyaan Roman . .
di perjalanan mereka bercerita ke sana kemari, hingga Roman mengajak pada Arini untuk pergi ke sebuah tempat . .
Arin kalau Minggu kamu tidak ada acara, aku akan bawa kamu ke tempat yang spesial . .
kalo kamu mau itu juga . .
Minggu. . ?
emang kamu ga ada acara gitu hari Minggu . . !
sebenarnya ada ?
"tiap Minggu aku harusnya ikut latihan Futsal sama anak-anak, tetapi ada sesuatu yang harus aku hindari, jadi aku memilih untuk tidak perduli sama kegiatan itu . .
ko bisa kamu ga perduli sama kegiatan kamu, kasihan sama anak-anak yang lain kalo gitu ?
itu menurut kamu . . !
__ADS_1
lebih kasihan lagi dengan aku, yang harus bertemu dengan seseorang yang dulu ku anggap sahabat, kini berbalik keadaannya . .
Arini terdiam sejenak dan tidak terlalu memahami apa maksud dari perkataan Roman saat itu . .
iya itu sih tergantung sama kamu, kalo aku Minggu ini pasti ada di rumah, seandainya kamu mau ajak aku, datang aja ke rumah . .
ok lah kalo begitu . .?
Renata yang sedang menonton tv di ruang keluarga melihat di kaca jendela 2 orang yang sedang menuju ke arah rumah nya . .
saat Renata berdiri dan melihat dengan jelas, ternyata itu kak Arin bersama Roman . . ?
"aku rasa sampai sini aja deh . .
kamu gak mau masuk dulu Roman, ketemu sama Renata . .
kenapa juga harus ketemu sama Mak Lampir . .
orang tiap hari aku ketemu sama dia . .
ucap Roman pada Arini . .
Arini hanya tertawa . .
ya udah kalo gitu terimakasih dan hati hati kamu, jangan nabrak'in diri kaya aku yah di jalan . .
Roman tertawa . . .
ternyata kamu bisa plesetan juga . .
kedua nya tertawa dan saling berpamitan saat itu . . !
Arini memasuki rumah dengan keadaan tersenyum dan tertawa sendirian, sementara Renata dan ibunya melihat kelakuan nya itu dengan penuh heran . .
ada apa sih Rin . .
tanya 'Bu Siska' pada Arini . .
"itu mah Roman . .
aku tawari dia masuk dulu biar ketemu sama Renata, tapi jawaban nya konyol . .
Renata yang mendengar namanya di bawa bawa, langsung dengan cepat bertanya pada kakaknya itu . .
"emang si tengil itu bilang apa kak . .
iya emang dia bilang apa Rin sampai kamu ketawa ketawa sendiri. . ?
dia bilang buat apa ketemu sama Mak Lampir, orang tiap hari kita ketemu di sekolah . .
Bu Siska hanya tersenyum mendengar hal itu, dan berucap . .
Dasar anak anak, ada ada saja deh . . .
sedangkan Renata menggerutu dalam hati . .
''kebangetan tu si tengil, katanya damai tapi masih panggil gue dengan sebutan Mak Lampir, mana sekarang Mamah sama kakak gue tau dan pada ketawa lagi, denger kata Mak Lampir, emang gue kaya Mak Lampir gitu, awas aja lu besok'
malam nya Arini kembali menghampiri Renata dan bertanya soal Roman seperti apa dengan jelas nya, hingga Renata pun bertanya dalam hati nya. .
apa mungkin kakak gue kasmaran sama si Roman . .
masa Iyah sih orang baru bertemu kakak gue langsung terpana sama si tengil itu. .
"iya jadi gitu Ren . .
__ADS_1
kakak besok Minggu di ajak jalan sama Roman, katanya dia mau bawa kakak ke tempat yang spesial . .
kalo di pikir pikir Roman itu ganteng juga ya Ren. .
dia baik lagi . . !
Renata semakin kaget mendengar ucapan kakak nya itu . . ?
kak Arin bicara soal Roman dalam keadaan sadar kan . . . !
"kamu gimana sih Ren . . .
kamu kira kakak udah ga waras yah . . .
bukan gitu kak . .
tapi heran aja, masa baru aja ketemu 2 kali, kakak udah terhipnotis sama Roman sih . .
orang aku aja udah lama kenal sama dia, biasa aja tuh . .
jangan jangan kakak udah mulai move on nih . .
tapi masa Iyah sih . .
sama cowok tengil kaya dia . . . ?
Arini tertawa mendengar nya . .
"kamu kan kenal nya hanya sebagai musuh Ren, berarti selama ini kamu belum mengenal dekat orang nya . .
iya kalo gitu terserah kakak aja deh . .
besok kalo mau jalan, jalan aja sama Roman . . !
tapi hati hati ya kak . .
takut nya dia nanti malah gombalin kakak . .
cowok itu ga ada yang bisa di percaya, dari ucapan nya . .
itu pasti Ren . .
kakak lebih tau itu dan lebih berpengalaman . .
lalu kedua wanita itu tertawa . .
Sabtu malam Minggu, yang biasa Arini di Apeli oleh Bagas, kini hanya duduk duduk saja di depan tv, berkumpul bersama keluarga nya . . .
begitu pun Roman yang biasa Apel kepada Gesha, hanya tiduran selonjoran di atas kasur nya . .
Baik Roman maupun Arini merasakan kekosongan di malam Minggu tersebut . .
keduanya mengalami sebuah hubungan yang sama sama kandas di tengah jalan. .
merasakan hampa, mungkin iya bagi Roman dan Arini, tapi nasi sudah menjadi bubur . .
"sesayang sayang nya kita terhadap orang, jikalau memang bukan takdir kita, hanya akan meninggalkan sebuah kenangan saja, baik itu pahit ataupun manis . .
kini Roman maupun Arini bertekad dalam hatinya masing masing, untuk tetap tegar dan kuat atas apa yang telah mereka alami dalam hidupnya . .
merasa jenuh dengan menonton Tv, Arini lebih memilih masuk ke dalam kamar nya, pikiran nya masih membayangkan sosok Bagas yang belum bisa ia lupakan sampai saat ini . .
tetapi yang ia heran, mengapa saat bertemu dan mengenal Roman, sedikit demi sedikit perasaan nya mulai memudar kepada Bagas . . .
' TUHAN APALAGI INI, JANGANLAH ENGKAU PERTEMUKAN AKU DENGAN SESEORANG YANG UJUNGNYA HANYA AKAN MENINGGALKAN LUKA SEPERTI KEMARIN '
__ADS_1
hatinya berdoa saat itu, mengutarakan kegelisahan nya pada SANG MAHA ESA . .