2 MAWAR KEHIDUPAN

2 MAWAR KEHIDUPAN
MAKANAN UNTUK ROMAN


__ADS_3

Arini setelah mengetahui semua kisah Roman merasakan ikut bersalah karena atas hubungan yang Roman jalani, berhenti di tengah jalan . .


"semenjak kepulangan Roman, Arini selalu mengunci diri di dalam kamar, serta berpikir bagaimana ia bisa membantu Roman . .


kemudian Arini keluar dan menghampiri Renata yang sedang berada di kamar nya sibuk membereskan baju baju nya . .


di malam itu Arini bertanya pada adik nya tentang Roman teman nya itu . .


Ren . . . !


"ehh kakak, tumben ke kamar ada apa ?


kakak sehat ya sekarang, Renata ikut senang . .


Arini hanya tersenyum memandang adiknya begitu bahagia atas kesehatan nya . .


"Kakak mau tau soal Roman . . .


Kakak mendengar pembicaraan kalian berdua di depan rumah tadi, dan sekarang perasaan kakak yang tidak enak padanya . .


jadi kakak soal pembicaraan di kita tadi . . !


iya sekarang kakak merasakan tidak enak padanya, kamu tau dia tinggal dimana, kakak besok mau datang ke tempatnya secara langsung dan akan berterimakasih serta meminta maaf padanya . .


Renata terdiam sejenak mendengar perkataan kakak nya itu . .


yang aku tau dia itu tinggal di kost sebelah sekolah aku . .


"ada pondok kost khusus cowok yang bernama pondok ARJUNA . .


kalo seandainya itu niat kakak, mungkin besok sepulang sekolah sekitar jam 1 aja kakak datang menemuinya . .


iya Ren . . .


tapi kakak bingung kakak harus bawain apa buat ketemu sama dia . . . ?


Arini dan Renata sama sama terdiam berpikir sejenak . . .


"gimana kalau kakak bawakan makanan aja padanya, yang aku tau dia itu seorang diri di Jakarta, pasti kan sepulang sekolah dia merasa lapar, nah kalau kakak bawakan makanan buat dia, mungkin dia akan sangat berterima kasih karena sudah dapat makanan gratis dari kakak ? . .


kedua gadis itu tertawa di dalam kamar . .


kamu bisa aja deh Ren . .


tapi bagus juga sih ide kamu . .


tapi kamu di sekolah jangan bilang kalau kakak mau menemuinya . . ?


Iyah siap soal itu gampang kak, percaya deh sama Ren . .


esok harinya di sekolah, dengan tiba tiba Roman menghampiri Renata dan tersenyum manis padanya . . .


seperti terpana saat itu juga Renata melihat senyuman Roman sangat manis, dengan segera ia tersadar tidak ingin lama lama memandang senyuman itu, takut Roman akan kepedean padanya . .


"pagi Ren . . !


gimana soal pelajaran Fisika yang kemarin, apa kamu udah tahu kisi kisi nya, soal nya hari ini kita ada ulangan fisika . .


IDIH . . .


tumben lu ramah sama gue Man . .

__ADS_1


Renata tetap mempertahankan sikap nya yang jutek dan dingin itu pada Roman . . !


gue rasa masalah yang selama ini gue alami udah cukup membebani gue deh, dan sekarang gue ga mau ada masalah lagi . .


"jadi sekarang gue mau kita berteman layak nya seorang teman, kita lupakan soal kemarin kemarin di antara kita yang merasa hebat dan saling menjatuhkan satu sama lain . .


secara kan kita teman sekelas . .


karena perubahan itu lebih baik bagi gue . .


itu sih kalo lu setuju aja . .


jadi secara tidak langsung gue mau berdamai dengan semua masalah gue, termasuk dengan lu sendiri . .


gimana pendapat lu soal tawaran gue. .


apa ini masuk akal. .


"Renata tersenyum mendengar ucapan nya . .


ouh gitu . . .


ok kita damai mulai sekarang, tapi lu jangan sok tengil dan ngerjain gue lagi seperti yang dulu dulu, gue lu kunci di dalam kelas . .


Roman tertawa mendengar itu, ternyata dendam Ren padanya saat itu masih ia ingat dan simpan. .


ok gue tau nih, jadi selama ini ku dendam karena hal itu sama gue . .


ya udah yah . .


"sekarang jabat tangan gue, dan anggap gue layak nya seorang teman !


tapi persaingan menjadi yang terbaik di antara semua siswa di sini masih jalan ya, hanya perbedaan nya tidak ada kata saling menjatuhkan dan saling mengejek satu sama lain . .


Renata merasa Roman memang sangat bijak dalam menyikapi sebuah masalah, atau mungkin Renata yang salah menilai nya selama ini . .


kata orang" TAK KENAL MAKA TAK SAYANG"


mungkin ini saat nya bagi Renata mengenal Roman yang sejati nya seperti apa dari sifat dan kepribadian nya itu . .


Damai itu lebih indah dari permusuhan . .


Renata pun menjabat tangan Roman, keduanya sama-sama tersenyum saling memandang satu sama lain. .


kalo gitu gue masuk kedalam duluan yah . .


ucap Roman pada Renata yang sedang duduk di halaman sekolah . .


dalam hati Renata merasa . .


'kok perasaan gue seneng banget yah hari ini, dengan keadaan kak Arini yang sudah membaik di tambah musuh abadi gue yang serasa menyerah dan mengajukan perdamaian yang pasti gue nikmati semua keadaan ini'


saat kepulangan sekolah, Roman berlari menghampiri Renata yang sudah jauh berada di gerbang sekolah . . .


Ren . . !


sesaat Renata menoleh kebelakang, di lihat nya Roman sedang berlari menghampiri nya . .


ada apa sih manggil nama gue . .


'ucap Ren dalam hati'

__ADS_1


Ren . . .


"lu mau langsung pulang kan, kalo gitu hati hati di jalan yah, semisal ada apa apa, atau motor lu mogok, jangan segan buat kabarin gue . .


gue pasti datang andai itu terjadi . .


Renata terdiam keheranan atas sikap dan perilaku Roman yang mendadak sok perhatian itu . . !


IDIH . .


"apaan sih lu Man, jangan sok perhatian deh ma gue . .


gue merasa risih tau . .


Roman tertawa melihat reaksi Renata . .


lu itu risih apa lu baper sih . .


BAPER . . . !


ogah amat . . . ?


"bukan apa-apa tapi semua yang gue ucapkan tadi emang tulus kok, dan tanpa pamrih sedikit pun . . .


saat tiba di tempat kost, Roman baru saja akan pergi keluar untuk membeli makanan, terdengar suara ketukan pintu di luar . .


dalam hati siapa yang datang menemuinya, mungkin kah itu Gesha yang biasa datang ataupun Daniel, tapi dia rasa itu tidak mungkin


segera ia membuka pintu tersebut, saat di lihat ternyata ada seorang wanita yang cantik di hadapan nya dengan pakaian yang anggun ia gunakan . .


"kak Arin . .


serasa terkejut Roman saat itu melihat kedatangan Arini . . !


hai . . !


"aku sengaja datang ke sini bawakan makanan buat kamu . .


Kak Arin kok tau tempat saya . .


terus mendadak begini, aku jadi kaget, takut nya ada apa gitu. .


Arini tertawa melihat reaksi Roman yang kaget itu . .


kamu tenang aja . .


aku sengaja ke sini cuma mau kasih kamu makan siang, ga ada apa apa . .


jangan tegang gitu deh muka kamu . .


dengan segera Roman mengubah raut mukanya yang tadi tegang serta panik itu dengan senyuman yang plongas plongos . .


"tapi Renata di sekolah ga bilang apa apa soal ini, jadi aku sedikit panik . . ?


tapi bener kan kedatangan kak Arin kesini ga ada apa apa hanya sekedar membawakan makanan buat aku, soal nya aku panik nih. .


Arini tertawa . .


kamu panik belum ngopi sih. .


jadi kamu panik . .

__ADS_1


__ADS_2