
Hari Minggu telah tiba, di akhir pekan yang Roman rencanakan akan mengajak Arini pergi ke sebuah tempat istimewa . .
Roman sengaja mengajak Arini untuk pergi ke sana, tidak lain ialah agar ia bisa melupakan dan mengisi kekosongan dalam hari harinya . .
Arini sedari tadi sudah bersiap dan berdandan dengan sempurna . .
kecantikan Arini tidak jauh sama dengan adiknya Renata . .
kakak beradik itu mempunyai lesung pipi yang sama saat mereka tersenyum . .
perbedaannya hanyalah dari segi rambut Arini yang berwarna hitam kecoklatan, sementara Renata hitam panjang dan lebat . .
"mau kemana kamu Rin . . ?
tanya ibunya yang saat itu melihat Arini begitu cantik dan wangi, sementara Renata sibuk di dapur mendengarkan percakapan ibu dan kakaknya itu . .
aku mau jalan sebentar Mah . .
sekarang aku lagi nungguin Roman, katanya dia mau datang ke sini menjemput, dan meminta izin dari Mamah . .
ibunya terkejut . .
OOO YAH . . . ?
Mamah heran, sejak kapan kamu dekat sama Roman . .
"ga ada apa apa kok Mah, antara aku dan Roman, semua ini aku lakukan karena aku merasa tidak enak sama dia, karena aku tau kalau dia sekarang lagi patah hati . .
bener begitu Ren ceritanya . . !
kini ibunya berbalik bertanya pada Renata yang sedang mencuci piring . .
"ia Mah, jadi saat kemarin Roman menolong kak Arin itu, dia sebenarnya mau pergi ke acara pacar nya, tapi dia tidak pergi dan memilih menolong kak Arin pergi ke rumah sakit, dan saat itu juga Roman di putuskan sama pacarnya, karena dia tidak datang . .
di tambah yang menjadi pacar nya Gesha saat ini adalah sahabat Roman sendiri . .
yah jadi dia kaya semacam frustasi deh Mah, kemarin juga di sekolah dia ngajak damai sama aku, katanya beban nya udah berat . .
kalo begitu kasihan juga anak itu . .
ucap Bu Siska . .
tidak lama kemudian, Roman datang di waktu yang tepat . .
dia tersenyum pada mereka semua dan meminta izin Tante Siska untuk mengajak jalan Arini . .
dalam hati Renata sebenarnya ingin seperti kakak nya itu, di ajak berkencan seperti pada umumnya remaja remaja saat ini yang memiliki pasangan, tapi itu hanya harapan saja . .
Rasa cemburu kini mulai tumbuh di hati Renata pada sosok Roman . .
"andai kata dia seperti lelaki buaya seperti yang lainnya, mungkin saat ini ibu dan kakaknya itu tidak menyukai Roman . .
tetapi ini semua terbalik . .
apa benar apa kata kak Arin, kalo gue cuma mengenal Roman hanya sebagi musuh saja . .
__ADS_1
"kamu kenapa sih Ren . .
kok cucian piring nya ga bersih gini, dan masih berantakan kamu menata nya . .
wajah Renata mulai berubah saat melihat kepergian Roman dan Arini saat itu . .
gapapa Mah, mamah aja terusin, aku mau ada ke kamar dulu . .
loh . . ?
kok main tinggal begitu saja . . . !
di dalam kamar Arini termenung, selama ini banyak cowok yang mencoba mendekati gue, tapi kenapa ga ada satupun yang gue rasa tepat . .
"tapi saat Roman ada, meskipun menjengkelkan, hati gue merasa happy sama dia . .
apa mungkin gue udah . . . ? ? ?
ah ga mungkin . .
dan ga akan terjadi bagi gue . . !
ibunya di dapur melihat reaksi Renata seperti itu merasakan curiga, takutnya kebersamaan kakaknya bersama Roman membuat gundah hati Renata . .
sebagai seorang ibu, naluri nya sangat kuat terhadap kedua anak gadis nya, walau di bibir biasa saja, tapi hatinya tau kalau ada sesuatu yang tersembunyi pada anak anaknya itu . .
semenjak kehadiran Roman dalam keluarganya, secara spontan ia bisa memperbaiki keadaan Arini yang kemarin selalu murung dan gelisah kini bersemangat kembali menikmati hari harinya . .
di mata Bu Siska, Roman memang pemuda yang sederhana dan mempunyai jiwa tanggung jawab, tidak heran bagi Bu Siska kalo seandainya di antara kedua anaknya ada yang jatuh hati padanya . .
"tapi yang saat ini Bu Siska takutkan, bagaimana bila kedua anaknya itu memiliki perasaan yang sama terhadap Roman, maka akan menjadi sebuah prahara yang sulit di pecahkan . . . ?
ucap Bu Siska dalam hati
"kamu mau ajak aku keman sih Man. .
kok pakai di tutup segala mata aku . .!
kalo di buka bukan kejutan dong . . ?
ayo sini pegang tangan aku, dan melangkah pelan pelan . .
ternyata Roman mengajak Arini menaiki perahu dayung di sebuah danau yang biasa di jadikan spot untuk para remaja . .
tempat itu favorit di kalangan remaja, karena selalu ramai serta pemandangan dan lingkungan yang asri ada di tempat itu . .
sekarang duduk dan kami buka sendiri ikatan yang menutup mata kamu ! . .
Arini melepaskan kain yang mengikat pandangannya, dan ia buka secara perlahan, ternyata saat ini ia sedang duduk menaiki perahu dayung dengan Roman yang tepat ada di hadapannya sembari mendayung perahu tersebut ke tengah-tengah danau . .
senyum Arini terlihat lebar dan ekspresi yang sangat memuaskan terlihat dari gerakan tubuh Arini . .
"WAH gila banget kamu Man . . !
aku ga nyangka kamu bakal bawa aku ke tempat seperti ini . . .
__ADS_1
Roman tersenyum melihat Arini yang terlihat bahagia saat itu . .
"ini namanya DANAU CINTA . . .
tempat ini sangat familiar dan favorit di kalangan remaja maupun yang lain nya . .
kamu liat kan sekeliling kita . .
air yang tenang serta udara sejuk dan pemandangan asri ada di sini . .
kata orang, tempat ini cocok untuk di jadikan tempat rehabilitasi yang alami bagi orang yang mengalami depresi dan putus asa, . .
termasuk kita berdua, karena apa yang kamu alami, aku juga sama mengalaminya . .
kehancuran dalam sebuah hubungan . .
Arini tertawa terbahak bahak . . .
"kamu jadi orang terlalu jujur deh Man, jadi kamu ajak aku kesini supaya kita berdua di rehabilitasi sama alam gitu . .
mereka berdua kembali tertawa . .
gimana seru ga tempat ini . . ?
"kamu tau aja tempat yang aku sukai Man, karena udah lama aku ga pernah merasakan nikmat nya suasana alam . .
iya kamu benar, setidaknya biarlah alam yang mengobati luka kita berdua, hingga kita bisa kembali move on, dan menikmati hari hari kita seperti yang lainnya . .
saat Roman sedang fokus mendayung perahu, Arini dengan tersenyum senyum memandangi Roman yang ada di depannya itu . .
kamu lihat apa Rin . .
kok senyum senyum begitu . .
"engga, ,
aku tuh heran aja, . .
rupa kamu terlihat cuek dan konyol . .
tapi aku rasa kamu orang nya romantis deh . .
"iya mereka mereka yang mengenalku hanya sekedar mengenal saja, jadi cuek dan konyol itu hal biasa yang aku dengar dari orang orang, jangan kan kamu, adik kamu sendiri juga selalu bilang kalo aku ini konyol . .
makanya kita sering ribut di sekolah, waktu di rumah sakit aku juga di habis di pukuli Renata . .
Arini hanya tertawa mendengar ucapan Roman saat itu . .
tapi Roman . .
terimakasih ya udah bawa aku ke tempat seperti ini, rasanya di sini aku ingin berteriak sekencang kencangnya untuk meluapkan dan membebaskan perasaan ku yang sesak selama ini . .
kalo begitu kita teriak bareng aja . .
Roman dan Arini berdiri saling berhadapan di atas perahu tersebut . .
__ADS_1
dan mereka mulai berteriak sekencang kencangnya . .
dengan di iringi senyuman dari bibir mereka masing masing