2 MAWAR KEHIDUPAN

2 MAWAR KEHIDUPAN
RENATA DAN PRASANGKA NYA


__ADS_3

Saat duduk termenung di depan halaman rumah sakit . .


tiba-tiba turun 2 orang wanita ''1 wanita diperkirakan berumur 38 dan 1 lagi di perkirakan 18 '' . .


mereka berlari dengan wajah bersedih di serta mata yang berkaca-kaca menahan sebuah tangisan


semakin dekat mereka berlari semakin jelas kini rupa dari wajah mereka . .


1 diantara nya Roman sangat mengenali wanita ini ?


Renata ya itu Renata? ''ucap roman''


Renata yang tidak lain adalah teman sekelas nya di bangku SMA saat ini.


Roman mengikuti ke dua wanita ini dengan penuh tanya apa yang di lakukan Renata di rumah sakit ini ?


Kemudian terdengar ucapan salah satu di antara nya menanyakan dokter Alan !


Saat itu juga Roman terkejut


apa mungkin dia itu ibu si korban dan Renata adalah saudara nya . . ?


Roman mendekati Renata dan bertanya apa yang di lakukan nya di sini !


Renata pun terkejut . .


"mengapa ada Roman di sini"


tidak lama dokter Alan datang menghampiri mereka bertiga . .


"Apa anda keluarga pasien atas nama arini"


iya betul Dok " . .


sahut seorang ibu dengan memasang wajah kesedihan . .


saya dokter Alan yang menangani pasien atas nama arini apakah anda ibu dari sang pasien ?


betul dokter saya ibu nya dan ini adik nya bu Siska menunjuk pada Renata


dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi . . ?


Anak ibu berlumuran darah datang ke sini di bawa oleh pemuda itu . .


telunjuk sang dokter mengarah di hadapan Roman


belum sempat dokter Alan menjelaskan apa yang sebenar nya terjadi ?


Renata menghampiri Roman dengan penuh kekesalan lalu menjambak dan memukul serta menendang semua bagian tubuh Roman . .


udah gue kira kalo ini semua ulah lu . .


kenapa harus kakak gue yang jadi korban..


"ucap Renata sambil menangis"


sementara Roman hanya diam sesekali dia menangkis pukulan-pukulan yang di berikan Renata tanpa ada kata kata yang keluar dari mulut Roman .


Kini pikiran Roman semakin parah dengan perlakuan yang ia terima dari Renata


tubuh nya lemas maupun akal sehat nya . . ?

__ADS_1


Dokter Alan dan bu Siska melerai Renata agar bersikap tenang sementara para pekerja kebersihan dan tenaga medis berkerumun melihat kegaduhan yang terjadi .


Dokter Alan segera menghampiri Renata serta memberikan penjelasan pada bu Siska dengan sedikit nada marah kepada kedua wanita di depan nya itu .


Seharusnya anda dan anak anda berterima kasih pada pemuda ini karena kalo bukan pertolongan dia mungkin nyawa anak anda dan kakak kamu sudah tidak tertolong !


bisa kalian bayangkan bagaimana pemuda ini berlarian serta membopong anak anda dengan penuh darah yang masih menempel di jaket nya . .


kenapa harus membuat kegaduhan di sini sementara saya belum memberikan penjelasan yang benar . . ?


Bu Siska dan Renata kembali menangis tersedu-sedu mendengar penjelasan dari dokter Alan


Roman masih bersandar di dinding tembok rumah sakit dengan nafas terputus-putus seraya kembali pikiran nya Melayang-layang kenapa bisa seperti ini ?


Melihat Roman yang sedang bersandar dan merasa bingung serta sedih !


Bu Siska menghampiri Roman dengan mengatakan "terima kasih dan maafkan Renata atas perlakuan nya" !


bu Siska memeluk Roman dengan haru


"Renata yang melihat sang ibu pun merasa terharu"


Namun dari mulut Renata belum terdengar kata-kata maaf atas perilaku nya terhadap Roman !


ia tetap menangis dan tertunduk lesu


karena ia merasakan kekesalan dan apa sebab nya ia menjadi brutal terhadap Roman sehingga Roman yang menjadi sasaran nya


Sebelum Arini sang kakak berlari keluar pintu dengan wajah mengalir air mata , , !


Renata sempat melihat pesan di dalam handphone sang kaka , , ,


dalam pesan itu ''bagas kekasih Arini'' memutuskan hubungan nya yang telah di jalin 6 tahun lamanya dengan sebuah alasan minggu depan ia akan menikah dengan wanita yang di pilih orang tua nya .


itu lah yang menyebabkan alasan Renata dan meluapkan kekesalan nya pada Roman .


setelah mengetahui Arini berada di rumah sakit


saat itu juga bu Siska memberitahukan kepada Bagas tentang Arini ?


ketika Bagas menerima telpon dari ibu Siska serta memberikan kabar bahwa Arini sedang berada di rumah sakit . .


saat itu juga amarah Bagas terbangun dan ingin menghajar orang yang menabrak nya .


Bu Siska masih menunggu dan duduk berdua dengan Renata sementara Roman masih bersandar pada tembok di sisi ke dua wanita tersebut . .


tidak lama kemudian datang lah Bagas dengan wajah penuh amarah lalu bertanya pada bu Siska . .


tante gimana keadaan Arini sekarang..?


di lihatnya lewat kaca


Arini yang sedang terbaring dengan keadaan kritis . .


Booookkk , , ,


sembari memukul tembok ekspresi yang di luapkan bagas saat itu ?


lalu ia melirik ke arah samping dan melihat pakaian Roman yang penuh dengan darah dan dengan tak terduga lagi dan lagi satu pukulan dari bagas menghantam hidung serta wajah Roman hingga membuat hidung Roman mengeluarkan darah . .


bu Siska yang kaget begitu pun Renata memegang tangan serta badan bagas yang siap menghantam kan pukulan untuk kedua kali nya ?

__ADS_1


di dalam dokter Alan pun mendengar kegaduhan tersebut hingga membuat nya keluar dan melihat apa yang terjadi ?


di lihat nya lelaki sedang memaki-maki dan mengancam Roman .


dengan umpatan kata-kata yang kasar membuat kerumunan pun kembali terjadi di rumah sakit tersebut .


bagaikan tontonan di malam hari para pekerja dan tenaga medis saling bertanya ada apalagi ini ?


anda siapa ''ucap dokter Alan''


membuat kegaduhan di sini dan mengancam pemuda ini


"saya kekasih nya dokter"


dengan wajah yang masih berang bagas menjawab pertanyaan dokter Alan.


Tidak tau malu ''umpat dokter Alan''


Datang ke sini hanya membawa keributan tanpa tahu apa yang sebenar nya terjadi. .


"ucap dokter Alan" ?


Sementara Roman masih di peluk dan di rangkul bu Siska sambil menangis dan kembali meminta maaf . .


Roman sendiri sudah tidak bisa bicara apa apa dengan kejadian yang ia alami saat ini


Heh lu ..?


jangan sok jadi pahlawan kesiangan . .


gue tau apa sebab kakak gue sampai terbaring di sini..


itu semua gara gara lu


sekarang lu datang bagaikan pahlawan dan menghajar orang tanpa sebab yang pasti . . !


belum puas membuat kekacauan yang lu buat. .


lu cowok yang ga punya mental cemen ga ada nyali ?


ga sepantas nya lu mengakhiri suatu hubungan dengan sebuah pesan yang singkat tanpa penjelasan yang pasti ...


asal lo tau aja kakak gue terbaring di sini itu gara gara sebuah pesan terakhir dari lo ? ..


Akhirnya semua yang ada di situ menyadari bahwa ini semua perihal masalah hati yang membuat Arini terbaring di rumah sakit .


Mendengar ucapan dan amarah yang ke luar dari mulut Renata amarah bagas mulai meredam dan expresi nya mulai berubah


kini dia menutupi wajah dengan kedua tangan nya . .


Bagas menangis tersedu sedu sadar apa yang telah ia perbuat hingga membuat keputusan yang fatal dan berakhir dengan keadaan Arini yang terbaring di rumah sakit .


Gue ga percaya air mata buaya" ucap Renata"


sekeras apapun lu menangis ga akan bisa merubah keadaan seperti biasa nya


asal lo tau aja bukan cuma kakak gue yang hancur tapi gue ama nyokap gue lebih hancur,,, 'takut' dan bisa lo bayangkan seorang ibu yang takut akan kehilangan nyawa anak nya ..


Begitupun seorang adik yang takut akan kehilangan seorang kakak ..


dan itu yang gue sama nyokap gue alami saat ini .

__ADS_1


__ADS_2